TERJEBAK DALAM PERMAINAN SI KEMBAR

TERJEBAK DALAM PERMAINAN SI KEMBAR
Episode 34


__ADS_3

PERDANA (3)


🌹🌹🌹🌹🌹🌹


 


Beberapa menit telah berlalu, Feya masih saja memilih untuk berendam di kamar mandi mewah kembarannya, aroma terapi yang di pilih Feya sukses membuat hatinya lebih tenang, Feya merasa lebih nyaman.


 


Kenapa ya waktu berjalan terlalu cepat, ahh..akhirnya saat itu harus tiba juga.


 


Kemudian Feya menyudahi acara mandinya, semua harus berjalan. Tidak bisa mundur, sekaranglah waktunya, Feya menarik nafas panjang, berusaha menguatkan dirinya agar siap untuk menjalankan perannya malam ini. Feya akhirnya mempersiapkan dirinya, memakai dresst Leya yang telah dipilihnya, mengulas makeup dan lipstik agar semakin mendekati tampilan Leya, menyemprotkan parfum favorit Leya, memilih hills yang menyempurnakan kaki jenjangnya, hingga tas kecil yang warnanya pun di padu-padan dengan warna bajunya.


 


Sekali lagi Feya memandangi dirinya sendiri, mempelajari dimanakah kira-kira peluang Hadi menemukan kekurang sempurnaannya. Dia sangat tidak ingin Hadi curiga dengan dirinya malam ini, terakhir Feya menyisir rapi rambut panjangnya. Agar sama halnya dengan keseharian tampilan Leya, maka Feya pun membiarkan ramput panjangnya tergerai indah menutupi bagian punggung mulusnya.


 


Sepertinya sudah semua, okeh waktunya berangkat. Jangan sampe Hadi menungguku nanti, bisa curiga dia mendapati aku yang tiba-tiba telat datang saat janjian dengannya.


 


Feya pun mengendarai mobil Leya menuju restoran tempat dia akan bertemu Hadi. Feya berusaha tenang dan menyakinkan diri sendiri kalau dia pasti bisa. Dan entah karena jarak restoran yang tidak terlalu jauh dengan apartemen Leya, ataukah karena memang dia yang terlalu deg-degan sehingga saat mendapati dirinya telah sampai diparkiran restoran, Feya terheran-heran sendiri.

__ADS_1


 


Loh, kok udah sampe aja? Deket ya restorannya? Kirain jauh tadi, jadi masih bisa memiliki waktu beberapa saat untuk mempersiapkan hati, ehh..ini malah dah sampe. Baiklah, semangat Feya..sekaranglah waktunya. Temui, dengarkan ceritanya, sedikit manja dan pulang. Selesai, semudah itu kok.


 


Feya melangkah mendekati pintu restoran, seorang lelaki paruh baya memberi hormat dan membukakan pintu untuknya, Feya berjalan memasuki restoran dengan ritme jantung yang mulai berdetak tidak teratur, Feya mulai gugup. Feya memandang ke kanan dan ke kiri restoran, memperhatikan dengan seksama, ternyata di bagian dalam restoran cukup nyaman. Restoran di desain dengan interior klasik, yang di lengkapi dengan alunan musik klasik yang berasal dari piano, tetapi Feya tidak tahu dimana letaknya. Sepertinya malam ini ruangan cukup terisi ramai, Feya pun berjalan mendekati resepsionis.


 


"Nona sudah datang rupanya, mari saya antar ke meja nona".  Ajak sang resepsionis ramah pada Feya.


 


Ternyata dia tidak mengenali aku, pasti dia pikir aku Leya. Sepertinya untuk awal, permainanku cukup bagus. Semoga Hadi juga mempercayai bahwa aku adalah Leya, sama seperti wanita ini.


 


 


"Apakah Hadi sudah datang?" Tanya Feya saat si resepsionis telah berdiri tepat di sebelahnya.


 


"Sudah Nona, baru saja. Mari nona, saya akan mengantarkan anda". Lagi si resepsionis mengajak Feya dengan sopannya.


 

__ADS_1


Feya mengikuti langkah si wanita yang tadi berdiri di meja resepsionis, langkahnya mendadak terasa berat. Tetapi dia tetap berusaha keras untuk tenang. Hatinya mulai gelisah, tangannya mulai dingin dan entah bagaimana caranya tiba-tiba Feya teringat sesuati hal.


 


Gawat aku lupa.


 


"Sebentar mba", ujar Feya yang sukses menghentikan langkah si resepsionis.


 


Segera wanita tersebut berbalik dan bertanya pada Feya. "Ada apa nona? Ada yang bisa saya bantu?"


 


"Sebentar, saya melupakan sesuatu". Ucap Feya sambil melangkah cepat, menjauh dari si wanita resepsionis, berusaha menuju pintu keluar restoran secepat mungkin.


 


Sukur-sukur belum ketemu Hadi, kalau enggak bisa kacau. Bisa langsung selesai semua malam ini. Kok aku bisa lupa ya, mana lupanya pada hal yang sangat penting. Feya-Feya, hampir saja...


 


 


 

__ADS_1


 


__ADS_2