
KURANG KONSENTRASI
πΉπΉπΉπΉπΉπΉ
γ
Entah sedang apa Leya dan Hadi sekarang, mereka sama sekali tidak menghubungiku. Pasti mereka sekarang sudah lupa padaku. Bahkan Dave pun sudah pergi entah kemana, sudah melupakan aku begitu saja. Ahhh, kenapa ? Kenapa Feya, kenapa kamu masih memikirkan mereka ?
Mereka pasti sedang tertawa bahagia, mengulang cerita konyol tentang semua ini dan mereka pasti sedang tertawa terbahak-bahak. Menertawakan aku dan perasaanku.
γ
"Bu....", suara Menik memanggil Feya.
γ
Tolong, siapapun tolong aku....
γ
"Bu....", menik menyentuh pelan punggung tangan Feya. Feya terkejut dan secepatnya menatap ke arah Menik, mencari tahu ada apa geranggan hingga Menik membuatnya terperanjat.
γ
"Bu, Pak Deputi Kebudayaan bertanya pada Ibu ". Ucap Menik pelan, setengah berbisik di telinga Feya.
γ
"Apa, apa pertanyaannya ?" Lengkap sudah. Dengan suara pelan Feya kembali bertanya pada Menik. Akhirnya semua bisa melihat kalau Feya ternyata tidak konsentrasi pada rapat penting ini sedari tadi.
γ
"Bu Feya...apa anda tidak memperhatikan saya sejak tadi ?" Ada gerakan mengeleng pelan si Bapak Deputi Kebudayaan saat berbicara pada Feya. "Tolong, kalau ada masalah pribadi jangan di bawa ke sini. Kita ini bekerja di bayar oleh masyarakat ! Jadi tolong serius, saat bekerja mari kita bekerja. Masalah di luar itu segera kesampingkan, harus profesional !"
γ
Feya menarik nafas panjang dan menghembuskannya perlahan, dia terpojok. Perkataan si Deputi tadi sangat mengena di hatinya. Sangat pas menyentil telinganya dan membuat dia merasa menjadi sangat bersalah.
γ
Kenapa denganku ini ?
Ya...Tuhan, memalukan sekali....
γ
"Maafkan saya Pak, saya benar-benar minta maaf. Saja janji, kedepan hal serupa tidak akan terjadi lagi ". Ucap Feya sungguh-sungguh. "Jadi bagaimana Pak, apa yang bisa pihak kami bantu ?" Dan dalam waktu sekejap, Feya sudah berusaha menata hatinya lagi, berusaha sebisa mungkin melupakan semua permainan perannya yang telah selesai. Dan yang paling penting, berusaha melupakan Dave. Entahlah.....yang jelas Feya harus melakukan semuanya kalau dirinya memang ingin hidup tenang kembali.
γ
γ
***************
γ
"Ibu sedang ada masalah ya ?" Menik memaksakan diri untuk bertanya pada Feya. Sejujurnya dari pagi, saat Feya telah tiba di kantor, Menik mendapati ada yang salah dengan tampilan Feya. Mata sembab dan di bagian bawah kelopaknya terlihat agak membengkak, tanda orang habis menangis. Wajah lesu khas orang yang kurang tidur dan pikiran yang sering kosong. Menik beberapa kali mendapati Feya melamun dan terdiam tanpa merespon dunia sekitar. Seharian ini pimpinanya itu tidak menunjukkan antusiasnya pada semua hal yang di kerjakan. Konsenterasi Feya terpecah, itulah pendapat Menik.
γ
"Saya benar-benar malu atas kejadian tadi Menik ". Jawab Feya sambil menatap wajah Menik. "Entah kenapa saya bisa gagal fokus gituh ?"
γ
"Pasti karena Ibu lagi ada masalahkan ? Dan agak berat masalahnya ?" Tebak Menik sambil mengangguk-anggukan kepalanya.
γ
__ADS_1
"Hahahahaha ", sesaat Feya tertawa mendapati gaya bicara asisten pribadinya. "Gaya kamu udah kayak orang paling tahu sedunia aja Nik ". Ada senyum di wajah Feya saat akhir kalimatnya.
γ
"Saya gak ngerti tentang dunia ini Bu, pengetahuan saya belum setinggi itu. Tapi Buuuuu, kalau tentang Ibu, saya cukup tahu. Ibu lagi punya masalah beratkan ? Mangkanya Ibu bisa nggak fokus kayak tadi ". Menik menepuk tangannya sambil mengangguk pelan, dia sedang menampilkan ekspresi sangat percaya diri.
γ
"Ya Ampun Menik...kamu itu, hahahahaha ". Feya tertawa terpingkal-pingkal melihat ulah Menik barusan. "Kamu lucu banget ". Feya masih juga tertawa.
γ
Detik berlalu, Menik membiarkan saja dirinya menjadi bahan tertawaan sang pimpinan. Diam-diam di dalam hatinya, Menik merasa senang karena bisa membuat wajah sedih yang tadi menghiasi kecantikan sang pimpinan menghilang, berganti tampilan cantik Feya seperti biasa, seperti yang di kenal oleh Menik selama ini.
γ
"Gituh dong Bu..tertawa, jangan sedih-sedih terus. Saya suka lihat Ibu yang tertawa lepas seperti tadi ". Puji Menik kemudian.
γ
"Hahhhhhhh ", hembusan nafas lega terdengar dari bibir Feya. "Makasih ya Nik ". Ucap Feya tulus.
γ
γ
"Bu, boleh saya tahu ada apa sebenarnya ?" Akhirnya Menik kembali ke pertanyaan awalnya, sebenarnya dia masih penasaran dengan penyebab kondisi Feya yang tidak seperti biasanya hari ini.
γ
"Kembaran saya Nik ", jawab Feya mengantung, Menik hanya mampu mengerutkan keningnya karena tidak bisa memahami ucapan Feya barusan.
γ
"Dia membuat saya berada dalam situasi yang rumit ", ucap Feya sambil memijat keningnya pelan. "Memang semua sudah selesai, saya sudah keluar dari situasi itu. Tapi tetap saja Nik, ada efek tidak enak atas semuanya ". Feya masih terlihat sesekali melanjutkan memijat keningnya sendiri.
γ
Pasti iya , Menik bisa menarik kesimpulan dengan melihat gestur tubuh Feya barusan.
γ
"Kalau begitu, Ibu harus bilang sama Bu Leya bagaimana perasaan Ibu ! Dia harus tahu Bu, bahwa Ibu cukup berat menanggung semua efek situasi yang Ibu hadapi, di juga harus bertanggung jawab. Jangan hanya menciptakan masalah, tapi dia juga harus menyelesaikan masalah !" Suara Menik terdengar sangat lantang. Sepertinya Menik tidak senang pada Leya karena sudah membuat kacau perasaan pimpinannya, meskipun kalau di tanya apa dia mengerti duduk persoalan yang di hadapi Feya, dan bisa di tebak jawabannya adalah tidak. Tetapi bagi Menik, Feya pasti tidak mungkin melakukan kesalahan. Leyalah yang salah dalam siatuasi ini. Karena di mata Menik, Feya itu sosok wanita yang sangat baik dan lembut.
γ
Aku...bicara sama Leya ?
Apa Leya tidak akan menertawakan aku, apa Leya tidak akan mengolok-olok aku ?
γ
γ
***************
γ
"Tuan, semua sudah siap ". Tomo berdiri membukakan pintu mobil bagian belakang untuk sang tuan. Hari ini adalah hari kepulangan Dave ke Negara asalnya. Tomo sengaja mengantarkan sang tuan ke bandara, ke pesawat pribadi milik tuannya.
γ
"Apakah tidak bisa di undur lagi ?" Tanya Dave masih bertahan di dalam mobil, hatinya sedikit ragu.
γ
"Andai bisa, saya akan sangat senang tuan. Tapi maaf, ini tidak mungkin ". Jawab Tomo sambil menunduk hormat.
__ADS_1
γ
"Apa yang harus aku lakukan sekarang ?" Guman Dave pelan.
γ
"Maaf tuan, tuan memang harus berangkat ". Tomo merasa gumanan Dave itu tetap ditujukan padanya, Tomopun memilih menjawab kata-kata Dave barusan.
γ
"Berapa lama kegiatan di sana ?" Tanya Dave masih dari dalam mobil mewah yang di dudukinya.
γ
"Kalau semua berjalan lancar, saya rasa hanya butuh waktu 2 minggu tuan ". Tomo terlihat cukup yakin.
γ
"Lama sekali ". Ucap Dave sambil menghembuskan nafas tidak berdaya.
γ
"Maafkan saya tuan..tapi hal ini sudah ada dalam jadwal tuan jauh sebelum kondominuim di sini di bangun. Sudah terencana tuan ". Tomo berusaha mengingatkan Dave.
γ
"Ya saya tahu Tom, hanya saja rasanya saya sangat berat untuk pulang ". Ucap Dave jujur.
γ
"Lantas tuan mau saya bagaimana ? Tuan tinggal kasih saya perintah, pasti saya akan laksanakan ". Tomo terlihat sudah tidak memiliki cara terbaik membujuk Dave lagi.
γ
"Saya juga bingung, saya sendiri tidak tahu pasti ". Jawab Dave sambil menggeleng. "Ahhh, sudahlah.... saya akan berangkat sekarang. Kamu urus semua di sini, sebaik mungkin. Kalau semua urusan di sini sudah selesai, segera susul saya pulang !" Dan kali ini Dave memilih turun dari mobil yang telah lama terparkir di dekat pesawat yang akan membawanya terbang. Hembusan angin membuat jas stelan jas cokelat gelap Dave bergerak bebas. Sungguh tampan aura Dave hari ini, meskipun suasana hatinya tak menentu, tetapi cerminan wajahnya tetap bersinar bagai lukisan tangan dewa.
γ
Pesawat pun tinggal landas, membawa sosok Dave pergi menjauh dari Negara, dari Kota yang membuat hatinya kacau. Dave meragu, tapi Dave merindu...
γ
Sekarang, saat burung besi itu telah jauh membelah awan biru di angkasa, Dave masih diam, sungguh dia sangat ragu. Tetapi hatinya memohon diobati untuk sebentuk perasaan baru dan sekejab kemudian Dave tersadar dirinya telah mengalami sesuatu yang tidak bisa dijelaskan dengan logika.
γ
Apa artinya ini.....aku kenapa ? Apa yang terjadi pada hatiku ? Kenapa rasanya sangat hampa, kenapa aku bisa merasakan perasaan kehilangan begitu mendalam ? Ya...Tuhan, apa yang telah terjadi padaku ?
γ
γ
***************
γ
Kaka-kaka readers budiman, minta tolong ya...
Jangan lupa like nya kaka dan komentnya pastinya, heheheheπ€©
γ
Makasih kaka-kaka readers budiman, sehat selalu dan jangan lupa berbahagia kakaππ
γ
γ
__ADS_1