TERJEBAK DALAM PERMAINAN SI KEMBAR

TERJEBAK DALAM PERMAINAN SI KEMBAR
Episode 104


__ADS_3

TIDAK MENGENALI


🌹🌹🌹🌹🌹🌹


γ€€


Hitungan menit berlalu, Feya masih juga tidak menyadari kalau sosok Dave sudah berdiri sibuk memperhatikannya sedari tadi. Dan Dave, Dave sama sekali tidak terganggu. Keseriusan Feya dimanfaatkan oleh Dave sebaik mungkin untuk mempelajari setiap jengkal isi wajah gadis cantik itu.


γ€€


Kalau aku tidak pernah berjumpa Leya, bisa-bisa aku yakin. Ya, aku pasti akan sangat yakin kalau dia adalah Leya. Hahahahaha, ternyata seperti ini ya yang namanya kembar identik, jelas-jelas mereka adalah 2 orang berbeda tapi kok bisa seperti 1 orang yang sama. Sama semua, bahkan bibir mungil nan seksi itu juga sama. Astaga, bagaimana bisa sama ya ? Kenapa hatiku mengatakan itu adalah bibir manis yang membuat aku candu akan rasa madunya ? Aneh....


γ€€


"Ehemmm", Dave sengaja membuat suara untuk mengalihkan perhatian Feya.


γ€€


Uhuk...uhukkk...uhukkkkk...


Dave ?


Dave hebat, tidak hanya sukses mengalihkan perhatian Feya. Bahkan dirinya sukses membuat Feya 100 persen memperhatikan sosoknya yang berdiri tidak berdosa di depan Feya lengkap dengan senyum mengoda dari wajah tampan keturunan dewa, khas seorang Dave.


Aduh...hidungku pedih, tengorokanku sakit deh gara-gara keselek lihat kamu.


γ€€


"Maaf, maafkan kelancangan saya ". Dave berjalan ke arah Feya menyodorkan kotak tisu yang persis di sisi meja Feya. "Saya tidak bermaksud buat kamu jadi keselek ". Dave masih memegang kotak tisu tersebut, meskipun Feya sudah melambaikan tangan pertanda dia tidak membutuhkan lagi.


γ€€


"Sakit ?" Tunjuk Dave ke tengorokan Feya.


γ€€


"Iya ", jawab Feya yang disertai angukan kepalanya.


γ€€


"Maaf ya, saya benar-benar gak maksud mengagetkan kamu ". Dave menghiasi wajah tampannya dengan senyum terbaiknya.


γ€€


"Lupakan saja. Ooo, iya silahkan duduk ". Tunjuk Feya pada kursi tepat di depan meja kerjanya. "Ada yang bisa di bantu ?"


Bilang kamu kemari karena aku, aku mohon...pekalah sedikit saja padaku, kamu pasti bisa kenali aku.


γ€€


"Andai saja saya enggak pernah kenal Leya, saya akan sangat yakin kamu pasti adalah sosok Leya. Kalian sangat-sangat mirip, seperti 2 orang dalam tubuh yang sama ". Feya berusaha bersikap sesantai mungkin saat Dave duduk di depannya. Bukan hal mudah, tapi Feya benar-benar harus bekerja keras untuk itu di tambah kata-kata Dave barusan, jelas Dave tidak mengenalinya.


γ€€


"Leya enggak pernah cerita dia punya saudara kembar, kembar identik malah. Agak jangal rasanya, karena kemiripan kalian 99 persen kadar persisnya. Hanya saja mata Leya tidak sebiru matamu ". Dave menatap dalam mata Feya, cepat Feya beralih pandang perasaannya mulai tak tentu.

__ADS_1


γ€€


Sudahku duga, kamu gak mengenalin aku.


γ€€


"Maaf apa kita saling kenal ?" Feya sudah tidak tahan untuk bertanya, meskipun sudah tahu jawaban Dave apa. Feya sejujurnya masih berharap Dave bisa mengenali siapa dia sebenarnya.


γ€€


"Oh, saya lupa. Saya Dave Indra Barata. Kamu panggil Dave saja. Saya teman Leya ". Dave bersikap formal.


γ€€


"Jadi kamu pernah bertemu Leya ? " mulai ada perasaan kecewa di dalam hati Feya, dan dapat di pastikan kesimpulnya Dave memang tidak menyadari kalau Leya yang selama ini di kenal Dave sebenarnya adalah Feya yang sedang memainkan peran.


γ€€


"Sering, kami terteman ". Jawab Dave yakin.


γ€€


"Oooya, berteman seperti apa ? Karena Leya tidak pernah menceritakan tentang kamu padaku, seingatku aku tahu semua teman Leya ?" Sedikit intonasi tidak percaya di tekankan Feya dalam nada bicaranya.


γ€€


"Kami teman baik, saking baiknya antara aku dan Leya sudah sangat mengenal ". Dave masih bersikap sangat yakin.


γ€€


γ€€


"Untuk itu, saya akui. Saya baru tahu semalam saat saya berkunjung ke kantor ayahmu. Saya, sesaat saya berpikir kamu adalah Leya. Saya begitu yakin, apa lagi saat saya mengendongmu ke kamar istirahat ayahmu. Saya masih tetap yakin kamu adalah Leya. Tapi....". Dave mengangat kepalanya danΒ  memandang Feya.


γ€€


"Setelah itu ayahmu menceritakan semua pada saya, ternyata Leya punya kembaran yaitu kamu. Saya cukup kaget, karena kalian tidak memiliki perbedaan ". Dave melihat Feya sudah mengalihkan pandangnnya dari mata Dave yang masih sibuk menjelajahi seluruh paras cantik Feya.


γ€€


"Itu karena kami kembar identik ". Sesaat Feya sempat berpikir kalau Dave bisa mengenalinya saat Dave bwrcerita tadi. Tapi semua sirna sudah saat Dave sendiri yang langsung membantah semua yang diceritakannya.


γ€€


Itu karena yang kamu maksud Leya adalah aku, bodoh.....


γ€€


"Iya, iya..aku pun baru menyadarinya secara penuh saat masuk keruanganmu. Aku, aku merasa melihat sosok Leya pada dirimu ". Dave mengeleng pelan.


γ€€


Ya Tuhan, Dave......Itu karena memang aku Dave. Kenapa kamu tidak peka sama sekali, tidak bisakah hatimu melihat kenyataan siapa aku sebenarnya. Aku adalah Leya dalam permainan ini Dave.


γ€€

__ADS_1


"Tapi matamu, matamu berbeda. Matamu terlalu gelap, seakan penuh misteri ". Dave menyipitkan matanya memperhatikan Feya.


γ€€


"Jadi kamu yang sudah menolongku semalam ? Makasih ya. Kata Papa kamu datang di saat yang tepat, sekali lagi makasih ". Feya pura-pura mencari sesuatu di atas meja kerjanya. Perasaannya mulai campur aduk saat ini mendapati kenyataan Dave benar-benar tidak mau mencoba mempercayai kalau sebenarnya Feya dan Leya adalah memang satu orang yang sama. Dave selalu menentang kata hatinya tentang peluang kebenaran Feya dan Leya adalah orang yang sama.


γ€€


"Sama-sama, enggak usah berlebihan gituh. Itu hanya faktor kebetulan saja, saya datang di saat kamu sedang kurang sehat ". Dave tersenyum. "Bagaimana keadaan kamu sekarang ?" Tanya Dave penuh selidik.


γ€€


"Baik, seperti yang kamu lihat ".


γ€€


"Syukur deh. Tadinya saya agak ragu mau kekantormu ini, saya pikir kamu hari ini memilih iatiraht, ternyata kamu sudah msuk seperti biasa ". Dave sepertinya sedang berbasa-basi.


γ€€


"Baiklah, kamu sudah lihat aku sudah tidak apa-apa. Sekarang bisa jujur katakan maksud tujuan kedatangan kamu ?" Feya ingin segera mengakhiri pertemuannya dengan Dave. Semakin lama tahu bahwa Dave sama sekali tidak mengenali dirinya semakin membuat hatinya terasa sakit. Feya mendadak ingin sendiri saja saat ini.


γ€€


"Ada hal penting yang ingin saya bicarakan denganmu ". Dave memperbaiki duduknya, dia terlihat cukup serius.


γ€€


"Apa ?" Tanya Feya singkat.


γ€€


"Tentang Leya. Ini sangat penting ". Dave menarik nafas sesaat. Sedang Feya, mendadak harinya serasa pedih.


γ€€


Hanya Leya saja yang ada dalam otakmu Dave, kembaranku yang kamu sendiri belum pernah ketemu. Heh, seharusnya aku berbangga diri. Ternyata permainan peranku sangat hebat bukan ? Hadi tertipu, bahkan Dave yang tidak pernah bertemu Leya pun bisa tertipu juga. Tapi kenapa kenyataannya malah seperti ini ? Kenapa malah terasa ada yang menganjal di hati ini, sakit rasanya..


γ€€


Mendapati Feya hanya diam, Dave melanjutkan pembicaraanya kembali, "Leya tidak mencintai Hadi ". Tanpa basa basi lagi, Dave langsung mengungkapkan semua yang di rasanya meskipun hanya dari sudut pandangnya saja.


γ€€


"Hahaha", tawa sinis keluar dari mulut Feya. "Tahu apa kamu tentang Leya ?"


γ€€


"Aku tahu ini terdengar aneh, tapi percayalah. Kembaranmu itu tidak mencintai Hadi !" Dave mengusap kasar wajahnya.


γ€€


Bodoh.... Feya.


γ€€

__ADS_1


γ€€


__ADS_2