
SEBUAH FIRASAT
🌹🌹🌹🌹🌹🌹
 
Dave membuka matanya, tanpa sadar wajahnya telah penuh linangan peluh keringatnya sendiri. Jantungnya berdebar kuat, kepalanya terasa sedikit berdenyut.
 
Sesaat Dave menarik nafasnya dalam, melakukan berulang-ulang sampai dirinya tenang. Sampai dirinya bisa duduk bersandar pada kepala ranjang.
 
"Astaga, mimpi yang aneh sekali ". Ucap Dave sambil sekali lagi menyeka keringat di dahinya.
 
Dave melihat ke arah jam dinding tepat di depan ranjangnya, hari masih sangat pagi bahkan belum masuk jam 4 pas pagi ini.
 
"Ada apa ini ?" Tanya Dave sambil tertunduk diam, mencerna semua arti mimpinya.
 
"Kenapa harus mimpiin Feya coba, ada-ada saja !" Dave memijat pelan keningnya sendiri.
 
"Mana muka Feya pucet banget, buat aku jadi merinding saja. Ahh, hatiku jadi tidak enak. Apakah ini sebuah firasat ?" Sekarang Dave berusaha mengapai handphonenya yang berada di ujung meja kecil di dekat ranjangnya.
 
Dave sedang berusaha mencari nomor telepon seseorang di layar sentuh handphone keluaran termahal itu.
 
Nomor di temukan, Dave begitu bersemangat menekannya dan menunggu panggilan masuknya di terima.
 
"Tuan ". Terdengar suara Tomo di ujung telepon. Suara khas seorang yang baru bangun tidur plus sedikit menguap.
 
__ADS_1
"Kau masih tidur ?" Pertanyaan yang sebenarnya Dave tahu apa jawabannya.
 
"Tadi tuan, sekarang saya sudah bangun ". Jawab Tomo yang sepertinya sudah sukses mengumpulkan semua nyawanya.
 
"Ada yang bisa saya bantu tuan ?" Tanya Tomo kemudian.
 
"Maaf aku membangunkanmu pagi-pagi buta ". Ucap Dave penuh penyesalan.
 
"Tidak masalah tuan, saya memang dari semalam sudah rencana mau bangun pagi. Tapi saya malah khilaf dan ketiduran terus ". Sebuah alasan tidak masuk akal di sampaikan Tomo demi menenangkan sang tuan.
 
"Tuan sendiri kenapa terbangun jam segini ?" Sepertinya Tomo sudah sadar kalau sekarang jarum pendek jam belum sampai di angka 4 pagi.
 
"Saya, perasaan saya enggak enak Tom. Saya mimpi buruk ". Jawab Dave jujur.
 
 
"Mimpi Feya, tapi mimpinya aneh ". Tomo merasa kalau sang tuan sedang sedikit khawatir di ujung telepon.
 
"Apa yang tuan mau saya lakukan sekarang ?" Tanya Tomo cepat.
 
"Tolong aku, kau cari informasi tentang Feya ! Jangan-jangan dia memang kenapa-napa Tom ". Andai Dave bisa melihat, sekarang asisten pribadinya yang sangat setia itu sedang mengangukkan kepalanya tanda paham dengan permintaan sang tuan.
 
"Tuan mohon tunggu sebentar, beberapa menit lagi saya akan menelepon tuan ". Suara Tomo terdengar sangat serius.
 
__ADS_1
***************
 
Feya sudah rapi, sudah berdandan ala kadarnya untuk segera menunggu rombongan Pihak Keamanan negaranya menjemput. Sesuai rencana mereka akan berangkat pukul 5 pagi ini.
 
Santai Feya menurunkan satu travel bag berwarna hitam ke arah ruang tamunya. Pagi ini Feya terlihat sangat cantik, padahal dia hanya memaki baju kemeja putih sepingang dan celana jeans biru hingga betis, plus sepatu santai yang senada dengan warna bajunya. Tapi dasar memang pesona Feya itu sangat kuat, jadi ya harap maklum saja. Meskipun dengan tampilan sederhana, Feya tetap terlihat menawan.
 
Perhitungan waktu Feya sangat tepat. Tidak perlu menunggu lama, jemputannya pun datang, Feya dan rombongan bergegas berangkat.
 
Dan selama semua berjalan lancar. Lebih kurang jam 9 pagi nanti Feya sudah sampai di hotel tempat dirinya akan menginap di negara tetangga itu.
 
***************
 
"Sudah dapat hasilnya ?" Dave begitu antusia saat menerima telepon dari Tomo.
 
"Tuan..dari informan kita yang terpercaya, mereka bilang kalau nona Feya sekarang sedang terbang kenegara kita. Tetapi yang mengherankan, daftar nama nona dalam data penumpang tidak bisa ditemukan ". Jelas Tomo yang sepertinya juga ikut bingung.
 
"Apa maksudmu Tomo ? Kau jangan asal bicara !" Dan ternyata diam-diam rasa khawatir mulai mengisi setiap inci hati seorang Dave.
 
"Saya sudah berusaha mencari tuan, tetapi saya tidak bisa menemukan nona ada di pesawat mana dan dalam rangka apa tebang ke Negara kita. Namum saya berani pastikan, nona Feya memang sudah berangkat meninggalkan Negaranya dengan pesawat pertama jam 5 tadi ".
 
Cepat Deve beranjak dari ranjang hangatnya, berjalan kesegala arah sambil berpikir keras. Hatinya semakin cemas, perasaannya semakin tidak menentu. Inikah arti mimpinya tadi ? Benarkan itu adalah sebuah firasat ?
 
"Tom, detik ini juga kamu segera kembali ke sini !" Sebuah titah sang tuan yang tidak mungkin akan di abaikan oleh Tomo.
__ADS_1