TERJEBAK DALAM PERMAINAN SI KEMBAR

TERJEBAK DALAM PERMAINAN SI KEMBAR
Episode 132


__ADS_3

PENYAMARAN (2)


🌹🌹🌹🌹🌹🌹


γ€€


"Ngapain kamu sama Mama ?" Selidik Dave di saat Tomo sudah masuk ke dalam sedan merek ternama miliknya.


γ€€


"Tidak ada tuan ". Jawab Tomo singkat dan di sambut kekesalan oleh Dave.


γ€€


"Berani kau bohong sekarang ? Sudah bosan kerja sama saya ?" Ancam Dave dengan suara kesalnya.


γ€€


Terserah tuan..


Dengan senyum simpul, Tomo memilih mendiamkam ancaman sang tuan yang dirinya tahu itu bukan berasal dari hati kecilnya.


γ€€


"Jujurlah Tom, apa yang kamu dan Mama bicarakan ?" Sekarang suara Dave terdengar pelan dan lebih tenang.


γ€€


"Tentang tuan yang mendadak menerima untuk di pilihkan calon isteri oleh nyonya ". Jawab Tomo singkat.


γ€€


"Dan apa jawabamu ?" Dave mengubah posisi duduknya karena rasa penasaran.


γ€€


"Saya jawab saja tuan patah hati ", jawab Tomo asal.


γ€€


Plakkkk...


Tangan kiri Dave mendarat di kepala Tomo.


γ€€


"Sialan kau ". Upat Dave kesal yang diikuti dengan gerakan Tomo mengelus-ngelus kepalanya yang terasa sakit.


γ€€


"Tuan, nona Feya memang menyamar ". Sempat terjadi kediaman antara Tomo dan sang tuan beberapa detik, hingga Tomo mencentuskan sebuah kata yang membuat Dave menjadi gusar. Tetapi Dave berpura-pura santai


γ€€


"Bukan urusanku ". Jawab Dave asal.


γ€€


"Tapi bisa jadi ini penting tuan ". Tomo mencoba membuat Dave mau bersikap jujur.


γ€€


"Kenapa ?" Tanya Dave cepat. Ternyata Tomo berhasil membuat Dave terpaksa untuk mencari tahu lebih lagi.

__ADS_1


γ€€


"Penyebabnya saya belum tahu tuan, tapi nona Feya ke sini bersama rombongan Pihak Keamanan dari Negaranya. Dan tidak cuma itu tuan, Pak Danu malah sengaja menyambut kedatangan mereka di bandara ". Penjelasan Tomo ini membuat Dave mulai gusar.


γ€€


"Apa-apaan mereka ? Mau apa mereka membawa Feya ?" Tanpa sadar tangan kanan Dave mulai terkepal.


γ€€


"Tuan, penyebab nona tidak bisa saya temukan di awal pencarian, karena identitas nona Feya di ganti. Nona Feya terdata sebagai nyonya Fiella ". Dave langsung menghembuskan nafas berat mendengar semua itu.


γ€€


"Apa lagi yang kau tahu Tom ?" Dave benar-benar sudah tidak sabar.


γ€€


"Hanya itu tuan, tetapi untuk selanjutnya saya agak kesulitan. Informan kita di bagian Keamana Negara sepertinya kompak tutup mulut ". Ada nada penyesalan di suara Tomo barusan.


γ€€


"Kurang ajar. Ada apa ini sebenarnya ?" Dave benar-benar terpancing emosinya.


γ€€


"Tapi tunggu dulu, bagaimana bisa kau tahu semua ini Tom ? Bukannya aku melarangmu untuk mencari tahuΒ  ! Oooo, ternyata kamu berani melanggar perintahku ya ?" Dave mendadak tersadar akan sesuatu hal.


γ€€


"Maaf tuan, saya hanya menjalankan apa kata hati saya ".


γ€€


γ€€


"Tidak tuan, kata hati saya adalah tuan layak berbahagia ".


γ€€


"Cih....", suara pelan Dave yang jelas bukan berasal dari dalam hatinya.


γ€€


Hahaha..tuan, tuan. Bilangnya jangan cari tahu, tapi pas aku gomong langsung panik. Cinta ya cinta saja tuan, nggak usah pake adegan lain di mulut lain di hati.


γ€€


"Saya bingung tuan, harus bagaimana sekarang ?" Suara Tomo yang sepertinya sudah kehabisan ide untuk mencari tahu penyebab Feya ada di Negara mereka.


γ€€


"Kamu bilang tadi Pak Danu yang menjemput merekakan ?" Secepat kilat Tomo mengiyakan jawab Dave. "Berarti ada Lukas juga di sana ?" Dan untuk kali ini Tomo butuh waktu untuk menjawab.


γ€€


"Iya..ada tuan ". Sepertiya ingatan Tomo berhasil menemukan sosok yang di maksud oleh sang tuan.


γ€€


"Kalau begitu hubungi Lukas. Bilang saya akan menemuinya !" Perintah Dave yang langsung di kerjakan dalam sekejab oleh Tomo.


γ€€

__ADS_1


***************


γ€€


"Sudah siap Bu ". Tanya Pak Rojer saat Feya sudah melangkah turun ke arah lobby tempat dia dan yang lain menunggu.


γ€€


"Hemmm ", jawab Feta berusaha sesantai mungkin. Tidak bisa di pungkiri, sekarang jantungnya sedang berdetak kencang, ritmenya mendadak cepat. Feya sebenarnya sedikit khawatir.


γ€€


"Bagus, Bu Feya tinggal mengikuti alur yang sudah kita bahas berkali-kali. Santai saja dan nikmati acara !" Seulas senyum menghiasi wajah Pak Rojer.


γ€€


"Baiklah ", jawab Feya singkat.


γ€€


"Selanjutnya Ibu akan naik mobil bersama dek Menik, Lucas dan Bima. Semua sudah kami persiapkan ". Pak Rojer memberi tanda pada Lukas.


γ€€


"Baiklah ". Sekali lagi Feya mengulang kata yang sama. Jelas dirinya sangat gusar saat ini.


γ€€


Lukas memberi hormat dan mengerakkan tangan kanannya pada Feya, dia mempersilahkan Feya untuk jalan. Mereka akan segera bergerak.


γ€€


"Sebentar !" Mendadak Pak Rojer menghentikan rombangan yang sudah di bagi menjadi 3 tim itu.


γ€€


"Bu Feya, saya lupa. Benda kecil dari tembaga itu, sudahkah ?" Tanya Pak Rojer pelan.


γ€€


"Sudah ". Jawab Feya sambil menunjuk kepangan rambutnya.


γ€€


Apa, di dalam jalinan rambutnya ya ? Cerdas sekali.


Senyum lucu tersimpul di kedua sudut bibir tua Pak Rojer, tepat sebelum semua memulai acara penyamaran mereka hari ini.


γ€€


Feya bersama yang lain dalam satu tim sebagai pihak yang akan memasuki acara lelang, mereka adalah kunci untuk menemukan siapa sebenarnya dalang di balik kegiatan jahat yang sangat merugikan Negara ini.


γ€€


Pak Rojer dan yang lain akan memantau situasi dari tempat tersembunyi bersamaan dengan tim yang telah di bentuk oleh Pak Danu, Kepala Pihak Keamanan Negara yang sedang di kunjungi Feya sekarang.


γ€€


Jadilah sekarang saatnya, siap tidak siap, Feya akan memulai segalanya. Entah apa yang akan ditemui Feya di sana ? Semoga saja semua akan berakhir bahagia.


γ€€


γ€€

__ADS_1


__ADS_2