TERJEBAK DALAM PERMAINAN SI KEMBAR

TERJEBAK DALAM PERMAINAN SI KEMBAR
Episode 80


__ADS_3

TUKARAN


🌹🌹🌹🌹🌹🌹


γ€€


"Aku baik-baik saja". Feya langsung menepis tangan Dave yang tengah memegang wajahnya. "Keluarlah. Ini toilet wanita. Bisa heboh nanti kalau ada yang lihat". Feya berusaha mengusir Dave keluar.


γ€€


"Aku kawatir banget sama kamu". Dave kembali memegang tangan Feya.


γ€€


"Dave tolong, keluarlah. Nanti Hadi lihat dan dia mikir macem-macem". Feya berusaha keras meminta Dave keluar.


γ€€


Hadi? Cih.....Dave tidak suka mendengar nama itu.


γ€€


"Oke aku keluar, tapi satu hal". Dave meminta Feya menatap kearahnya. "Jangan makan dan minum apa yang Hadi pesan. Aku enggak mau kamu berakhir di Rumah Sakit lagi!" Dave memberi perintah pada Feya.


γ€€


"Tapi....?" Feya sedikit ragu.


γ€€


"Kalau kamu nekat, aku akan ceritakan semua kejadian tadi". Dave menatap bibir Feya.


γ€€


"Kauuuu". Feya cepat menarik tangannya dari gengaman Hadi.


γ€€


Ihhhhhh...apa-apaan nih orang, main ancam-ancam segala.


γ€€


Dave berlalu berbalik badan, siap untuk pergi dari hadapan Feya. Meninggalkan Feya sendiri, kembali menatap diri di cermin toilet. Feya memandang bibirnya, ingatannya kembali saat bibirnya yang beberapa waktu tadi merasakan bagaimana rasanya bersatu bersama bibir Dave, bibir dengan garis tegas lelaki tersebut telah mengambil first kissnya. Sejujurnya Feya tengah berusaha membuat dirinya melupakan peristiwa bersejarah yang tidak di sangkannya akan terjadi, ciuman pertama yang di harap Feya akan di serahkahnya pada lelaki yang mencintainya. Tetapi berakhir di ambil oleh Dave begitu saja. Dave, seorang lelaki yang baru di kenalnya dan itu pun mungkin belum seujung kukunya, Feya tahu tentang siapa Dave sebenarnya.


γ€€


"Aku benci kamu Dave". Feya berbicara pelan menatap wajahnya sendiri. "Kamu ngambil ciuman pertamaku, padahal kamu bukan siapa-siapa bagiku". Feya mengepal tangan kanannya. Feya marah, hatinya sedih. Selama ini Feya membayangkan sebuah adegan romantis saat lelaki pujaannya memberikan first kisst padanya. Tetapi, tanpa di duga justru Davelah yang telah mengambil hal sakral yang telah di nanti Feya begitu lama.


γ€€


"Kenapa, kenapa kamu lancang banget?" Feya masih mengepal kuat tangan kanannya.


γ€€


Sementara itu, Dave telah kembali ke meja dimana Hadi tengah duduk sendiri. Terlihat Hadi sedang bermain-main dengan handphonenya.


γ€€


"Kamu lihat Leya, Dave?" Tanya Hadi pada Dave, tepat di saat Dave telah duduk kembali dihadapannya.


γ€€


"Enggak". Jawab Dave singkat


γ€€


"Kemana dia? Kenapa lama betul di belakang?" Hadi terlihat mulai cemas. Kok aku takut kejadian malam itu terulang lagi.Β 


γ€€

__ADS_1


"Dave, aku lihat Leya dulu ya". Hadi sudah tidak bisa menunggu lagi. Dirinya berdiri hendak mendorong kursi yang didudukinya demi bisa melangkah cepat. Tetapi tepat di saat itu pula, Hadi melihat wanita yang dipikirnya adalah Leya telah berjalan ke arah dirinya.


γ€€


"Enggak jadi?" Dave heran Hadi malah bertahan diam.


γ€€


"Eh, enggak. Itu dia". Tunjuk Hadi ke arah Feya.


γ€€


"Kok lama beb?" Hadi kembali membantu Feya duduk.


γ€€


"Maaf ya sayang. Biasalah para wanita". Feya berusaha bersikap lembut untuk menutupi kegelisahannya sendiri.


γ€€


"Aku pikir bakal kehilangan kamu lagi, seperti malam itu". Hadi membelai pipi kanan Leya dengan punggung tanganya.


γ€€


Melihat adegan tersebut, Dave langsung merubah cara duduknya.Β Aku ini kenapa? Setiap melihat sikap mesra Hadi pada Leya. Aku malah kesal.


γ€€


"Sa-sayang". Feya berusaha menjauhkan tangan Hadi dari pipinya.


γ€€


"Ihhhh, kamu buat aku tambah cinta aja kalau malu-malu gituh". Hadi menarik kepala Feya mendekat pada wajah dan kemudian mencium kening Feya sekilas.


γ€€


γ€€


"Cantik banget kamu beb". Puji Hadi saat melihat Feya merona.


γ€€


"Iya dong, kan tunangannya kamu". Feya tertawa pelan ke sambil menatap Hadi.


γ€€


"Minum yuk". Hadi mengajak Feya menikmati minumannya.


γ€€


Feya mulai ragu, perlahan nyalinya menciut.


γ€€


Dave memandang serius pada Feya, menanti apakah Feya berani meminum cappucinonya.


γ€€


"Wah, kopiku habis nih". Hadi sengaja membuat suaranya terdengar jelas oleh Feya dan Hadi.


γ€€


"Tambah lagi Dave?" Hadi menawarkan pada Dave.


γ€€


"Emmm", Dave terlihat sedang berpikir. "Boleh juga tuh". Jawab Dave antusias


γ€€

__ADS_1


"Bentar ya, aku panggil pelayannya". Hadi berniat untuk berdiri mencari pelayan.


γ€€


"Bentar Di". Dave mencegah Hadi melambai memanggil pelayan. "Kok kayaknya cappucino Leya enak ya?" Dave memberi tatapan sangat berselera pada minuman Feya. "Boleh?" Tanya Dave tanpa dosa pada Feya.


γ€€


"Hah?" Feya tidak mengerti maksud Dave.Β Nih orang mau apa coba?


γ€€


"Aku boleh coba itu?" Tanya Dave santai pada Feya.


γ€€


"Bentar, aku pesankan yang baru ya". Hadi mencegah Dave mengambil minuman Feya.


γ€€


Tiba-tiba Dave membesarkan bola matanya pada Feya. Seakan memberi tanda agar Feya melepaskan minuman itu untuk dirinya.


γ€€


Itu mata kenapa melotot ke aku sih. Isssh, nih orang kenapa sekarang malah buat aku kesal aja. Feya berusaha mengacuhkan Dave.


γ€€


Dave terlihat tidak sabar, ini mau ditolongin malah diam saja. Akhirnya Dave mengangkat gelas cappucino dingin Feya dan langsung menyeruputnya.


γ€€


Dave.......apa sih maunya? Kok senang bener buat aku kesal. Feya.


γ€€


Wah main minum aja, padahalkan punya tunanganku. Protes Hadi dalam hatinya.Β Sudahlah, biarkan saja. Nanti malah tersinggung dan berimbas pada kerja sama kami. Lebih baik aku pesankan yang baru saja buat Leya.


γ€€


"Nggak papah beb". Hadi terlihat menyentuh bahu Feya.


γ€€


"Iya, kan bisa di pesan lagi". Jawab Dave santai.


γ€€


"Tom". Dave memanggil asisten pribadinya. Tomo pun langsung mendekat kearah Dave.


γ€€


"Pesankan teh hijau satu ya!" Dave memberi perintah pada Tomo.


γ€€


Loh, kok tau aku suka teh hijau. Feya menatap senang pasa Dave.


γ€€


"Enggak Tom, Leya enggak doyan itu". Hadi melarang Tomo. "Cappucino aja lagi!" Hadi memberi perintah pada Tomo.


γ€€


Tomo memandang Hadi, kemudian beralih ke arah Dave. Dan akhirnya dia hanya mengangguk pelan sambil berlalu dari hadapan wanita yang dikenalnya sebagai Leya, Hadi dan sang tuan.


γ€€


γ€€

__ADS_1


__ADS_2