
KEMBALILAH
🌹🌹🌹🌹🌹🌹
 
Keputusan Feya sudah bulat, dia benar-benar menyerah untuk semua permainan ini. Pikirannya bahkan kesehatannya sangat terkuras untuk memenuhi keinginan sang kembaran. Leya bersenang-senang di sana dan dirinya terpuruk di sini. Cintanya bertepuk sebelah tangan, lelaki yang di sayanginya memilih mencintai kembarannya sendiri yang tidak lain adalah dirinya yang sedang berperan sebagai Leya. Parahnya, Feya tidak bisa jujur untuk semua itu dan semua harus di tangungnya tentu demi Leya.
 
Terserah, aku capek.
 
"Kembalilah !" Feya segera bersuara begitu tahu panggilan masuk teleponnya sudah di terima.
 
"Fe, ada apa ?" Leya di ujung telepon malah bingung menghadapi sikap Feya. "Say hallo dulu, tanya kabar dulukan bisa ?"
 
"Aku sedang tidak ingin berbasa-basi. Kamu dengarkan baik-baik ! Dave baru saja dari sini ". Feya menghembuskan nafas dalam. "Kali ini dia sangat serius, dia dengan tegas mengatakan akan memisahkanmu dari Hadi. Dia sangat mencintaimu !"
 
"Dave lagi, apa mau laki-laki itu ? Kenapa dia begitu konyol Fe, padahal kamu tahukan gimana cintanya aku sama tunanganku ". Ada nada tidak suka terdengar dari ujung telepon.
 
__ADS_1
"Kembalilah Le, aku sudah tidak sanggup lagi meneruskan permainan ini. Kepalaku pusing, tenagaku terkuras habis. Aku lelah dalam permainan ini. Aku benar-benar menyerah ". Suara Feya penuh keputus asaan.
 
"Tinggal 4 hari lagi Fe, masa iya kamu tega sama aku ?" Leya merengek.
 
"LEYA ". Mendadak nada suara Feya meninggi, bahkan Leya sempat terbuat kaget mendengarnya. "Kamu pikir ini main-main apa ? Dave sungguh-sungguh, dia serius dengan perasaannya. Jadi cobalah berhenti bersikap konyol, hubunganmu dan Dave sedang dipertaruhkan. Pulanglah besok dan kita sudahi semua ini !"
 
"Tapi Fe...... ", jelas masih ada usaha Leya untuk mencari celah menolak. Masa iya udahan aja ?
 
"Jangan paksa aku Le, aku sudah tidak mau perduli lagi. Aku lelah ada dalam posisi ini ".
 
 
"Maaf, aku tidak tersentuh dengan suara ibamu itu. Kalau kamu masih keras kepala juga, terserah saja. Tapi yang jelas aku sudah memperingatkanmu Le. Dan aku, aku tidak mau terlibat lagi dengan semua ini, aku keluar dari permainan konyol ini. Kamu suka atau tidak ? Uruslah semua sendiri ". Tanpa menunggu jawaban dari kembarannya, Feya memutuskan sepihak telepon yang masih di genggamnya kuat.
 
Keputusan Feya sudah bulat, dia keluar dari permainan masa kecil mereka. Apa pun yang terjadi kedepannya, Feya telah menasehati kembarannya, kembaran yang terlalu keras kepala, terlalu egois dan konyol hanya karena masalah memsak saja masih bertahan untuk tidak segera kembali. Walaupun Feya telah jujur menceritakan situasi yang di hadapinya, tapi Leya sama sekali tidak terganggu. Apa lagi takut.
 
__ADS_1
 
Dari awal aku sudah memperingatkan kamu, ternyata ini yang terjadi. Dan kamu masih terus bertahan dengan keinginanmu Le. Sekarang jalankanlah semua sendiri, jangan coba meminta bantuan aku lagi.
 
 
***************
 
Dave menatap bagian belakang villanya dari atas teras balkon lantai 2, perlahan mulai nampak konsep halaman belakang yang sedikit demi sedikit sudah tertata. Hamparan bunga mawah putih, Dave memandang ke arah sana sambil membayangkan sosok wanita cantik yang sangat menyukai jenis bunga tersebut, Dave tangah membayangkan Leya. Ya, Dave mengenal wanita itu dengan nama Leya.
 
Aku tidak akan membiarkanmu mengambil keputusan salah ini, aku akan menyelamatkanmu dari penyesalan seumur hidupmu Leya. Aku akan ceritakan semua pada Hadi, percayalah sayang aku akan membuat Hadi melepaskanmu !
Tekad Dave sudah bulat, sebuah rencana sudah di susunnya apik. Besok dirinya akan menceritakan semua pada Hadi, suka tidak suka, Hadi harus melepaskan Leya. Harus merelakan Leya pada lelaki yang mencintai juga dicintai oleh Leya. Leya layak bahagia dengan cinta sejarinya bukan cinta karena rasa kasihan belaka. Dave tidak akan membuat Lefya menyesal terlalu lama.
 
"Ada yang menganggu pikiran tuan ?" Tomo sangat penasaran dengan sikap diam Dave, terlalu aneh rasanya. Jelas pagi tadi Tomo bisa melihat betapa bersemangatnya sosok tuannya itu, bergaya rapi dengan senyum percaya diri hendak pergi ke suatu tempat. Sekarang saat hari sudah siang dan Tomo mendapati Dave malah kembali dengan wajah sendu seakan ada permasalahn besar yang sedang dihadapinya, sedang menghimpit hatinya.
 
"Tidak ada ", jawaban singkat Dave tanpa mau menatap mata Tomo. "Hanya saja besok ada hal penting yang harus saya selesaikan ". Dave mencengkeram kuat pagar pembatas di balkon lantai 2, pikirannya sedang menerawang entah kenama. Tomo hanya bisa memperhatikan sang tuan tanpa mengerti arti keadaan yang sebenarnya, apa lagi untuk tahu kalau ternyata sang tuan sedang memiliki sebuah rencana yang akan berdampak besar pada kelangsungan hubungan cinta sepasang anak manusia di luar sana. Entah apa yang akan terjadi besok ?
 
__ADS_1