
FLASHBACK (1)
πΉπΉπΉπΉπΉπΉ
γ
Meski ragu, tetapi Feya tetap berusaha untuk sesegera mungkin keluar dari toilet, dengan nafas yang sangat pelan, tengorokan perih dan pusing yang teramat sangat. Rasanya Feya ingin menangis, hatinya memanggil Hadi. Rasa lelah mulai melanda, dengan tubuh gemetar Feya berusaha agar sampai di pintu toilet kembali.
γ
Hadi, kamu di mana? Tolong..aku ingin pulang.
γ
"Nona, nona kamu kenapa?" Suara lelaki yang pernah terdengar di telinga Feya. Bukan Hadi, justru sosok tampan seorang pria dengan stelan jas mewah berwarna hitam yang sekarang telah memegang erat tangannya.
γ
"Tolong aku, kepalaku pusing. Perutku enggak enak". Permohonan Feya pada lelaki yang telah memegang erat tangannya.
γ
Tanpa berpikir dua kali, lelaki berstelan jas hitam langsung mengendong Feya. Membawa Feya keluar restoran.
γ
"Tuan, ada apa ini. Siapa dia?" Tanya seseorang yang berusaha mengejar langkah lelaki yang tengah menolong Feya.
γ
"Cepat perintahkan sopir untuk membawa mobil ke sini, aku harus membawanya ke Rumah Sakit". Perintah si lelaki stelan jas hitam.
γ
"Aku bawa mobil tadi". Suara lemah Feya sambil menatap si penyelamatnya.
γ
"Tidak masalah, nanti Tomo akan membawakan mobilmu. Berikan kuncinya padaku!" Suara tenang si lelaki.
γ
__ADS_1
"Tomo, kamu cari mobil nona ini dan bawa mengikuti kami!" Perintah tegas si lelaki penolong Feya.
γ
Dengan lembut, lelaki penolong Feya mendudukkan Feya di samping dirinya, memeluk Feya dengan erat, berusaha melindungi Feya dari rasa sakit yang sekarang menderanya.
γ
Sedikit lebih nyaman setelah di peluk dia. Terima kasih..
γ
"Dimana Rumah Sakit terdekat dari sini?" Tanya si lelaki penolong Feya dengan cepat pada sopir yang sudah stanby di belakang kemudi.
γ
"Tuan, bagaimana kalau ke Rumah Sakit YYY. Jaraknya lima kilometer dari sini." Jelas si sopir pada tuannya.
γ
Tuan bawa siapa itu? Kok terlihat sangat lemah, kira-kira habis diapain tuan ya? Tapi kalau enggak salah tadikan tuan ke sini mau ketemu orang penting deh. Kok malah sekarang bawa wanita ?Β Terjadi perdebatan di dalam hati si sopir.
γ
γ
"Baik tuan". Si sopir segera menjalankan kemudi mobil mengarah ke Rumah Sakit YYY seperti perintah tuannya.
γ
Siapa kamu sebenarnya, apa yang terjadi? Bagaimana kamu bisa selemah ini?
γ
"Berhenti". Pelan, Feya mengajukan permintaaan.
γ
"Kenapa, ada apa?" Tanya si penolong penuh kekhawatiran.
γ
__ADS_1
"Tolong berhenti". Permohonan Feya sambil menutup mulutnya.
γ
"Berhenti, cepat cari tempat berhenti!" Suara tegas si tuan sambil menepuk pelan bahu si sopir.
γ
Segera, mobil sedan mewah yang dikemudikan oleh si sopir menepi. Mencari tempat terbaik untuk menghentikan laju kendaraan. Tanpa menunggu lama, Feya segera membuka pintu mobil memuntahkan kembali isi perutnya bahkan, tanpa sadar air matanya pun mengalir, rasanya perutnya sangat tidak enak. Campur aduk dan sangat tidak nyaman, di tambah lagi tengorokannya yang semakin pedih.
γ
"Ya Tuhan, kamu kenapa?" Suara cemas si lelaki tampan yang menolong Feya sambil memegang rambut Feya agar tidak terkena muntahannya sendiri sambil memijat lembut tengkuknya.
γ
Apakah dia sedang hamil? Mana suaminya, kenapa membiarkan dia sendiri menanggung semua ini?
γ
----------
γ
Terima kasih kepada kaka-kaka readers semua atas support luar biasa kepada novel author selama ini. LIKE yang jumlahnya selalu bertambah (rasanya bangga banget, terima kasih kaka -kaka readers yang budiman). COMENT dari kaka-kaka readers pun membuat author semangat untuk menulis (apa lagi dengan kata-kata 'aku padamu'. Terima kasih kaka)
VOTEΒ kaka-kaka readers membuat author terharu, POIN dan KOIN dari kaka readers menjadi pemacu untuk readers harus memberi kualitas bacaan terbaik buat kaka-kaka semua (author wajib membuat kaka-kaka readers happy dengan kisah dari permaian si kembar ini).
Terima kasih kaka, terima kasih banyak.
γ
Sehat selalu kaka-kaka yang budiman dan jangan lupa untuk selalu berbahagiaπππ
γ
γ
γ
γ
__ADS_1