TERJEBAK DALAM PERMAINAN SI KEMBAR

TERJEBAK DALAM PERMAINAN SI KEMBAR
Episode 72


__ADS_3

KHAYALAN FEYA


🌹🌹🌹🌹🌹🌹


γ€€


Feya cepat mengatur nafasnya, berusaha keras menyembunyikan debaran keras jantungnya dari Dave. Feya terlihat berusaha mengembalikan sejumput rambutnya yang tadi sempat di sentuh Dave kembali kebelakang telinganya.


γ€€


Kamu cantik sekali Le, kamu benar-benar cantik. Dave terus memuji Feya yang di kenalnya sebagai Leya di dalam hatinya.


γ€€


"Trus, hanya itu saja idemu?" Dave kembali mengingatkan Feya tentang lahan kosong di bagian belakang Villanya.


γ€€


"Hehehe". Feya cengar-cengir sambil menutup mulutnya. "Tidak, masih banyak". Jawab Feya semangat.


γ€€


"Hemmm". Dave menganguk dan menunggu Feya melanjutkan semua idenya.


γ€€


"Nah, jalan setapak berbentuk batu refleksi itu nanti akan berujung di sebuah pendopo. Di sana". Tunjuk Feya pada suatu arah di lahan kosong Dave.


γ€€


"Oke". Dave terlihat menyimak.


γ€€

__ADS_1


"Pendopo itu berisi sofa besar yang empuk dan nyaman". Ucap Feya sambil mengkhayalkan dirinya tengah duduk di sofa empuk. Feya terlihat tersenyum sambil terus memejamkam mata.


γ€€


Apakah ada aku dalam hayalanmu? Dave.


γ€€


"Hey, senyum-senyum sendiri. Menghayal jorok ya?" Dave menyentuh bahu Feya pelan.


γ€€


"Eh, siapa juga yang coba. Kamu tuh". Feya segera berdiri tegap dan memasang tampang serius.


γ€€


"Iya juga enggak papa, tapi jangan bawa-bawa aku ya". Dave memasang sikap sok tidak sudi.


γ€€


γ€€


"Hahahaha". Dave tertawa senang bisa menjahili Feya. "Apa, kenapa memukulku? Berarti benar, kamu membawa-bawa aku dalam hayalan yang sangat tidak benar".


γ€€


"Daveeeeee". Feya terlihat bersiap akan kembali memukul lengan Dave. Tapi sayang gerakannya kalah cepat, sebelum tangan Feya sampai di lengan Dave. Dave terlebih dahulu menangkap tangan yang terasa sangat pas berada di dalam gengamannya.


γ€€


Di awal Feya masih terlihat berusaha melepaskan tangannya dari Dave, Feya masih berkeinginan memukul lengan Dave sebagai wujud kekesalannya karena Dave menjahilinya tadi. Tetapi saat ini, suasana berubah menjadi canggung. Feya hanya berani diam, menatap tangan kekar Dave yang tadi di pukulnya. Naik ke arah bahu Dave, hingga lurus menatap mata Dave.


γ€€

__ADS_1


Ya Tuhan, betapa cantiknya dia. Dave menatap lekat ke arah mata Feya, pelan turun menyusuri setiap inci wajahnya, hingga berhenti tepat di bibir tipis Feya. Seperti apa rasanya bibir seksi itu, apakah semanis madu? Dave mulai berspekulasi sambil terus menatap penuh tanda tanya hanya pada bibir Feya.


γ€€


Feya sudah mulai merasa ada yang salah, seluruh indranya memberi sinyal untuk menjauh dari Dave, secepatnya. Tetapi bukan melakukan apa yang di perintahkan otaknya, Feya malah membalas tatapan intens Dave pada dirinya.


γ€€


Dave melepas tangan Feya, beralih membelai lembut pipi kanan Feya dengan punggung tangannya. Astaga, kenapa aku ini.Β Dave berusaha menghentikan kekonyolannya, berusaha menghentikan apa yang sangat ingin dia lakukan sebelum batas pengendalian dirinya terhadap Feya hilang. Namun yang terjadi, Dave malah terus membelai pipi Feya yang sekarang mulai merona lagi.


γ€€


Pelan, Dave mendekatkan wajahnya pada telinga Feya dan " aku sangat suka saat bisa membuat wajahmu seperti ini". Bisik Dave pelan di telinga Feya.


γ€€


Feya menarik nafas cepat, hembusan nafas Dave sangat jelas di telinganya. Memberi sensasi lain yang dia tidak bisa di cari arti semua itu oleh Feya. Fe, sadar. Hentikan semua ini. Ingat permainanmu!" Hati kecil Feya sedang berusaha mengembalikan tingkat kesadaran Feya.


γ€€


Feya menatap wajah Dave, tampan sangat tampan. Mata hijaunya yang sangat Feya suka. Lucu seperti mata kucing. Itu yang selalu Feya katakan pada dirinya, hidung mancung yang sekarang perlahan mendekat ke wajahnya, bibir mengoda yang hanya berjarak beberapa centi meterΒ  lagi dari bibirnya. Eh, tunggu..apa ini? Apa yang akan dilakukannya?Β  Β 


γ€€


Akhirnya, kesadaran Feya kembali memenuhi otaknya, bekerja tetap di saat bibir Dave hampir menempel di bibirnya.


γ€€


"De-Dave". Feya berusaha menjauhkan wajahnya dari Dave. Kemudian mendorong Dave pelan hingga membuat jarak di antara mereka. Saat jarak tercipta, Feya melangkah meninggalkan Dave yang hanya menatap Feya dengan perasaan kesal. Perasaan yang tidak bisa diartikannya.


γ€€


Ah, aku benar-benar sudah gila. Kenapa aku begitu tertarik pada wanita yang berstatus tunangan orang? Dave mengusap kasar wajahnya.

__ADS_1


γ€€


γ€€


__ADS_2