TERJEBAK DALAM PERMAINAN SI KEMBAR

TERJEBAK DALAM PERMAINAN SI KEMBAR
Episode 69


__ADS_3

PERJUMPAAN YANG TIDAK DIHARAPKAN


🌹🌹🌹🌹🌹🌹


γ€€


"Sampai beb". Ucap Hadi saat membukakan pintu mobil untuk Feya.


γ€€


"Ini villa si tuan itu sayang?" Tanya Feya sambil memandang gerbang megah yang baru saja dilewatinya tadi.


γ€€


"Iya benar. Di sini villa pengusaha dan penguasa dunia property yang aku ceritakan itu beb". Jawab Hadi kemudian.


γ€€


"Besar, bangunannya villanya mewah banget beb". Feya masih serius memandangi bangunan super besar di depannya itu.


γ€€


Rumah keluarga aku saja kalah besar sama ini. Guman Feya dalam hati.


γ€€


"Ayo kita masuk". Ajak Hadi sambil memegang tangan Feya.


γ€€


"Sayang, boleh aku ke sana sebentar?" Tunjuk Feya pada ujung kiri Villa. "Aku penasaran mau lihat sebelah sana".


γ€€


"Ya udah, jangan lama ya". Hadi pun mengizinkan Feya pergi ke tempat yang dimaksudnya.


γ€€


***************


γ€€


"Tuan, Hadi sudah sampai". Tomo memberitahu kedatangan Hadi pada sang tuan.


γ€€


Dave yang tengah membaca beberapa dokumen pun menghentikan kegiataannya dan segera berdiri, berencana menyambut kedatangan Hadi di pintu masuk villanya.


γ€€


Tomo merapikan semua dokumen sang tuan, barulah setelah itu berniat menyusul sang tuan ke teras depan.


γ€€


"Sudah sampai rupanya". Dave menyapa Hadi duluan tepat di saat Hadi telah sampai di anak tangga terakhir teras.


γ€€


"Iya, baru saja". Jawab Hadi sambil mengulurkan tanganya kepada Dave. Dave menerima uluran tangan Hadi dan mengajaknya masuk ke dalam villa besar yang masih kosong itu.


γ€€


"Sebentar Dave". Hadi menghentikan langkah Dave.


γ€€


"Kenapa?" Tanya Dave heran.


γ€€


"Sebelumnya aku minta maaf. Aku kesini gak sendiri". Hadi terlihat agak ragu menjelaskan pada Dave.


γ€€

__ADS_1


"Oya..sama siapa kamu?" Tanya Dave sambil mencari sosok keberadaan orang lain di belakang Hadi.


γ€€


"Aku kesini bareng tunangan aku". Hadi mulai menjelaskan. "Jadi gini Dave, beberapa hari terakhir ini aku sibuk banget. Kebetulan proyek yang aku kerjakan nyaris di luar kota semua, sehingga waktu untuk bersama tunanganku bisa di bilang tidak ada. Karena itu hari ini aku menjanjikan akan seharian bersama dia dan kebetulan dia juga libur kerja. Jadi, aku bawa dia kesini".


γ€€


"Ooo, gak masalah. Santai saja". Jawab Dave setelah bisa memaklumi situasi yang dihadapi Hadi. "Mana dia?" Tanya Dave kemudian.


γ€€


"Itu, di sana". Tunjuk Hadi pada ujung kiri villa.


γ€€


Dave memandang ke arah yang di maksud, terlihat sosok wanita dengan rambut panjang tergerainya tetapi tidak terlalu jelas.


γ€€


"Sebentar ya aku panggil". Hadi pun meminta izin pada Dave untuk memanggil Feya yang sepengetahuan Hadi adalah tunanganya, Leya.


γ€€


"BEB, SINI". Suara keras Hadi memanggil Feya.


γ€€


Feya berbalik saat merasa Hadi memanggilnya, sambil berjalan ke arah Hadi, Feya pun tidak lupa menyertakan senyum manis diwajahnya.


γ€€


"Sini, aku kenalkan sama pemilik kawasan ini". Ajak Hadi saat Feya telah berdiri tepat dihadapannya.


γ€€


"Dia enggak marah aku ikut?" Feya sedikit ragu menerima ajakan Hadi.


γ€€


γ€€


Selesai menyusun dokumen sang tuan, Tomo pun segera menyusul Dave ke teras depan. Rasanya enggak asing deh? Tanpa sengaja Tomo, asisten pribadi Dave melihat adegan Hadi mencium tangan kanan Feya, dan Tomo pun merasa kenal terhadap perempuan yang tengah di gandeng Hadi itu.Β Oh iya, itukan..


γ€€


"Dave". Hadi memanggil Dave yang berdiri membelakangi dirinya dan Feya.


γ€€


Si-siapa? Mungkinkah itu Dave?Β Feya langsung terdiam.


γ€€


Dave membalikkan badannya, menatap Hadi dan wanita yang tengah digandengnya. Dave terdiam, rasanya dia tidak percaya. Sepersekian detik dia hanya menatap pada Hadi dan Feya secara bergantian.


γ€€


Apa-apaan ini? Kenapa malah wanita ini yang muncul bersama Hadi? Dave terlihat tidak percaya.


γ€€


Dave, dia? Feya pun tidak kalah terkejutnya.Β Dari sekian banyak manusia di dunia ini, kenapa malah berjumpa Dave di sini? Dalam situasi seperti ini.


γ€€


"Dave, kenalin. Ini Leya, tunangan aku". Dengan bangga Hadi memperkenalkan Feya pada Dave.


γ€€


"Beb, kenalin. Ini tuan Dave pemilik kawasan ini". Jelas Hadi pada Feya.


γ€€

__ADS_1


Cepat Feya berusaha mengatur nafasnya, dia harus berusaha memulihkan diri dari keterkejutannya tadi, dia harus tenang. Sedikit saja dia bersikap tidak wajar, maka bisa berakibat pada permainannya. Apa lagi Hadi tidak pernah tahu kejadian sebenarnya tentang malam perdana dirinya mulai berperan sebagai Leya.


γ€€


"Hai tuan Dave". Sapa Feya Ramah. "Perkenalkan nama saya Leya". Feya berusaha bersikap sangat seakrab mungkin.


γ€€


Hey..tuan Dave ya? Ooow, jadi tunanganmu ini tidak tau cerita di malam itu. Apa yang kamu sembunyikan? Dave.


γ€€


Loh, kok formal gini? Apa nona Leya menyembunyikan sesuatu terhadap tunangannya? Tomo.


γ€€


"Nona Leya. Cukup panggil saya Dave saja". Ucap Dave sambil menatap tajam pada Feya.


γ€€


Ke-kenapa jadi begini? Ya Tuhan, kenapa malah berjumpa Dave di sini? Feya masih sulit mempercayai semua ini.


γ€€


"Kalau begitu, panggil saya Leya saja". Jawab Feya cepat tanpa berani membalas tatapan mata Dave.


γ€€


"Beb, inilah dia pengusaha dan penguasa sukses dunia property dari negara tetangga yang aku ceritakan selama ini". Hadi memuji sepak terjang dan kehebatan Dave di dunia property.


γ€€


"Wah, beliau ini sangat luar biasa ya sayang". Feya berpura-pura terlihat antusias dengan cerita Hadi barusan.


γ€€


Beb, sayang. Apa maksud semua ini? Kurang ajar, mau pamer. Iya? Cih. Hadi sibuk mengutuk di dalam hati.


γ€€


Ada yang salah deh. Tomo hanya diam menyaksikan tiga anak manusia yang sedang berdialog di depannya saat ini.


γ€€


"Terima kasih tuan, eh, Dave sudah mempercayakan interior property kawasan ini pada tunangan saya ini. Percayalah, Hadi sangat handal dibidangnya". Ucap Feya sambil membungkuk hormat pada Dave.


γ€€


Mendengar dan melihat sikap hormat Feya pada Dave, Hadi merasa tersentuh. Segera Hadi merangkul erat Feya dan tersenyum penuh ketulusan pada wanita itu.


γ€€


Cukuuup. Aku bisa emosi lama-lama lihat mereka mesra-mesraan seperti itu. Dave mulai pun kesal.


γ€€


"Tom, segera bawa Hadi berkeliling di kawasan kita. Bantu dia untuk semua keperluaannya". Dave ingin segera berlalu dari hadapan Hadi dan Feya, hatinya mulai gerah melihat pemandangan dua sejoli itu.


γ€€


"Baik tuan". Jawab Tomo cepat.


γ€€


Dave berlalu, menaiki lantai dua villanya tanpa mengucapkan sepatah kata pun pada Hadi atau pun Feya. Meninggalkan Hadi yang terlihat bersemangat untuk segera memulai aktivitasnya bersama Tomo, dan meninggalkan Feya yang terdiam. Merasa sedih melihat cara Dave mengacuhkannya.


γ€€


Malam kemaren mengacuhkan aku, sekarang pun cuekin aku. Ahh, kenapa ada rasa sedihnya melihat cara Dave memperlakukan aku? Feya pun menatap Dave yang mulai hilang diantara susunan anak tangga.


γ€€


γ€€

__ADS_1


γ€€


γ€€


__ADS_2