TERJEBAK DALAM PERMAINAN SI KEMBAR

TERJEBAK DALAM PERMAINAN SI KEMBAR
Episode 54


__ADS_3

MENCARI ALASAN


🌹🌹🌹🌹🌹🌹


 


Lama Dave menunggu Feya keluar dari kamar mandi, ada rasa penasaran. Apa Feya baik-baik saja di dalam sana? Dave sempat berniat mengedor pintu kamar mandi, ingin memastikan Feya yang di kenal Dave sebagai Leya baik-baik saja di dalam sana.


 


Ah, tidak usah. Nanti dia malah mikir aku mau macam-macam. Dave menggurungkan niatnya tadi dan kembali memilih menunggu hingga Feya keluar kamar mandi. Dan benar saja, tidak lama Dave mendengar pintu kamar mandi telah di buka. Terdengar ada langkah kaki dibelakangnya. Pelan, Dave berusaha mencuri-curi pandang, melihat aktivitas Feya dan tentu saja, Feya tidak tahu kalau mata Dave sibuk menjelajahi tiap gerakan kakinya.


 


Feya duduk di meja rias saudara kembarnya, menyisir pelan rambut panjangnya yang masih basah. Feya sengaja melakukan hal tersebut, sebagai usahanya untuk sedikit mencari alasan menjauh dari Dave. Di awal, Feya merasa sudah siap, menyelesaikan mandinya dan keluar. Menemui Dave, berbasa-basi dan meminta Dave pergi. Toh dirinya sudah sehat, sudah tidak apa-apa, sudah tidak perlu bantuan Dave lagi.


 


Tetapi, apa mau di kata. Begitu pintu kamar mandi telah dibukannya, nyali Feya sukses menciut. Merasa tidak tahu arus apa, Feya segera melangkah ke meja rias kembaranya, mencari kegiatan terbaik untuk sedikit membuat dia terlihat sibuk di mata Dave.


 


Wanginya? Pancakekah itu? Lapeeeeerrr.


Perut Feya meronta, setelah sukses mengeluarkan isinya semalam, sekarang dia tersadar. Ternyata dia sangat kelaparan. Aroma wangi pancake buatan Dave, membuat perut keroncongan Feya meronta. Minta segera di isi.


 


Caranya kesana gimana? Aku gomong apa biar gak canggung? Feya ingin mengakhiri kegiatan menyisir rambutnya dan segera mendekati Dave, ralat pancake yang ada di depan Dave.


 


"Sudah?" Tanya Dave yang merasa heran melihat gelagat Feya. Hasil curi-curi pandangnya tadi, maka ditariknya kesimpulan kalau Feya hanya sengaja berlama-lama di depan cermin padahal dia sudah sangat lama pula selesai menyisir rambutnya.

__ADS_1


 


"I-iya sudah". Feya merasa terpojok, ketahuan sedang berpura-pura.


 


"Sini, aku buat pancake. Kita sarapan dulu! Kamu pasti sudah laparkan?" Dave mengajak Feya duduk didekatnya.


 


Amat sangat lapar...


 


Feya patuh, berjalan ke arah sofa yang telah di tunjuk oleh Dave. Dan untuk kali pertama, dalam keadaan sadar dan agak lapar. Feya memandangi sosok Dave, penolongnya semalam.


 


Tampan banget, anak dewa ya? Atau titisan dewa? Hehehe...


Okeh, fix..pasti dia ada hubungannya sama para dewa.


 


"Duduklah, jangan takut! Aku gak punya niat jahat kok". Dave merasa sikap diam Feya yang tengah menatap padanya adalah wujud sikap pertahana diri, berjaga, waspada dari Dave.


 


"Maaf". Feya hanya bisa meminta maaf karena sukses membuat Dave salah paham.


 


Feya duduk di samping Dave, hanya berjarak beberapa centi dari Dave. Canggung, tetapi Feya memang tidak tahu harus bersikap apa sekarang.

__ADS_1


 


Dave menyodorkan piring berisi dua potong pancake pada Feya dan meletakkan gelas susu yang tadinya hangat tepat di depan Feya. "Makanlah, tapi pelan-pelan ya. Di kunyah sampe halus, baru telan. Jangan sampe tengorokkanmu sakit lagi". Dave memberi arahan pada Feya.


 


Feya hanya diam dan mengangguk pelan menerima pancakenya dari tangan Dave. Mencium wangi khas pancake yang sudah tidak sabar ingin di santapnya. Pelan, Feya mempersilahkan mulutnya menikmati pancake tersebut.


 


"Emmmm...enaknya". Puji Feya dengan mulut penuh pada Dave.


 


"Iya, habiskanlah". Dave tersenyum mendapati pujian Feya barusan.


 


"Kamu hebat Dave, ini enak banget". Lagi Feya memuji pancake Dave, tetapi ucapan itu keluar setelah Feya sukses menelan semua pancakenya.


 


"Tengorokkannya enggak sakitkan?" Tanya Dave saat melihat kerongkongan Feya telah selesai menelan tadi.


 


"Enggak, sama sekali enggak sakit. Aku, udah sehat". Ucap Feya penuh semangat.


 


Dave tersenyum melihat tingkah Feya. Tingkat kecantikan Feya di mata Dave makin bertambah lagi, sepertinya Dave mulai menggagumi Feya.


 

__ADS_1


 


__ADS_2