TERJEBAK DALAM PERMAINAN SI KEMBAR

TERJEBAK DALAM PERMAINAN SI KEMBAR
Episode 164


__ADS_3

RUMAH PENUH CINTA


🌹🌹🌹🌹🌹🌹


 


“Ke mana ?” rengek Feya sekali lagi pada Dave saat lelaki tampan itu hanya tersenyum pada rasa penasaran Feya.


 


Sudah beberapa hari berlalu sejak acara lamaran Dave saat itu. Sebuah acara makan malam keluarga yang Dave di kemas serapi mungkin, hingga akhirnya berakhir lamaran yang ternyata menjadi tranding topik. Dave sengaja membagikan video lamarannya pada Feya kesalah satu televisi swasta. Dan siapa sangka, percintaan milyader kaya dari negara tetangga ini begitu membuat jiwa-jiwa wanita di luar sana penasaran. Semua sibuk bertanya, siapakah gerangan wanita yang berhasil menaklukkan hati Dave. Siapakah gerangan wanita yang telah memupuskan harapan mereka untuk memiliki cinta sejati dari Dave.


 


Dan setelah tahu siapakah wanita cantik pemilik hati Dave, semua langsung diam. Sosok cantik Feya tergambar sangat pas bersanding bersama Dave. Latar keluarga Feya, hingga sejarah karir Feya, semua orang membahas itu. Akhirnya kata wajar Dave takluk di hadapan Feya pun muncul. Mereka kagum pada Feya dan iri pada nasib baik Feya.


 


“Ayooooo... bilang !” Feya mulai kesal. Matanya di sipitkan, pipi di gembungkan dan bibir maju ke depan. Feya merajuk.


 


“Astaga Feya, jangan goda aku “. Dave nampak membulatkan matanya.


 


“Bodo “. Ucap Feya kesal. Jelas dian sedang kesal, berkali-kali bertanya malah di diamkan saja. Eh, sekarang malah di bilang mengoda. Feya benar-benar kesal.


 


“Baik..kamu yang mulai ya, kamu yang goda aku ya ?” Dave mulai memperlambat laju mobil.


 


“Bodooooo “. Suara kesal Feya.


 


“Okeh fix “. Dave menepi, menghentikan mobil dan mematikannya.


 


Dave langsung menarik Feya agar mendekatkan wajahnya pada wajah Dave. Kemudian, Dave mempersingkat jarak bibir mereka. Dave langsung menyatukan bibirnya di bibir Feya. Lama dan bermain-main hingga sadar Feya mulai kehabisan nafas.


 

__ADS_1


“Jangan memasang wajah mengemaskan seperti tadi, aku belum bisa mengendalikan diri dari godaanmu, Fe “. Suara serak Dave yang membuat Feya malu setengah mati. “Aku cinta padamu sayang “. Dan Feya hanya mampu menunduk malu sambil memegang kedua pipinya yang terasa panas. Jelas Feya tidak demam, tetapi jelas juga Feya bisa merasakan kalau sekarang pipinya sedang memerah panas. Semenjak hari di mana Dave meminta Feya untuk menjadi istrinya. Feya selalu di perlakukan Dave dengan begitu istimewa. Dave tidak memaksa Feya menjadi sosok lain untuk bersama di dalam hari-harinya. Feya tahu, Dave memang memuja dirinya dengan apa adanya. Dan entah bagaimana, Feya jujur pada hati kecilnya. Dia sangat mencintai calon suaminya itu.


 


Beberapa waktu berlalu, Feya masih malu. Matanya sesekali mencuri lihat ke arah Dave yang tersenyum di wajah tampannya. Hingga akhirnya Feya tahu, ke manakah Dave akan membawanya pagi hari ini.


 


Kawasan Lestari 1, Dave memarkirkan mobil di depan Villa besar. Tomo muncul dari mobil di belakang yang ternyata juga sudah parkir. Para pengawal turun, membukakan pintu untuk Dave dan Feya.


 


“Ke, kenapa kita ke sini ?” tanya Feya sambil melihat halaman Villa. Ada taman luas dengan rumput lembut di atasnya. Feya menatap tiap inci halaman itu, entah kenapa Feya merasa yakin kalau dia mengenali konsep taman halaman depan.


 


“Ini adalah rumah kita nanti sayang saat aku telah resmi menyuntingmu dan menjadikan kamu istri hebatku “. Ucap Dave sambil memeluk Feya.


 


“Be, benarkah ?” Feya ragu, atau lebih tepatnya tidak percaya.


 


 


“Tapi Dave, bagaimana dengan pekerjaanmu dan, dan Mamamu di sana ?” Feya berhenti melangkah.


 


“Feya, tentang pekerjaan jangan khawatir. Aku bisa berkerja dari sini, dari sisimu. Dan andaipun aku harus pergi ke Negaraku, kan ada transportasi yang bisa aku pakai dalam waktu singkat. Feya “. Dave meletakkan tangganya di bahu Feya. “Aku akan segera pulang padamu, karena kamu adalah rumahku “.


 


“Untuk Mama, aku minta maaf. Mama tidak mau aku bawa pindah ke sini, tetapi Mama berjanji sesekali akan mengunjungi kita. Mama berat berpisah dari si bungsu yang manja itu. Mama terlalu cemas, kalau anak manja itu di tinggal, dia tidak akan baik di sana”. Senyum Dave sambil menggelengkan kepala.


 


“Apakah tidak apa ?” tanya Feya masih ragu.


“Tentu saja Feya sayang “. Ucapan Dave ini membuat Feya merasa senang. Entah kenapa, kata sayang yang belakangan ini di ucapkan Dave untuk dirinya terdengar sangat indah di hati Feya.


 


“Dengar Fe, apapun untuk membuat kamu bahagia akan aku lakukan. Aku sangat cinta padamu, dan kamu adalah belahan jiwaku. Sejauh apapun aku pergi, jiwaku akan menuntun aku pulang padamu, percayalah !” ucap Dave jujur.

__ADS_1


 


Feya memeluk Dave lama, diam di dada bidang itu dan berbagi debaran jantung. Seumur hidupnya, bahkan di dalam mimpi saja, Feya tidak pernah berani berkhayal kalau dirinya akan dicintai sedemikian tulus, sedemikian manis.


 


“Sekarang, maukah nyonya Dave, aku bawa tour rumah kita ini ?” Dave merasakan ada anggukan kepala Feya di dadanya.


 


Dave menggenggam tangan Feya, membawa Feya menyusuri tiap sudut rumah masa depan meraka nanti.


 


“Dave...,” Feya menatap mata Dave. “Bagaimana, bagaimana kamu bisa ingat semua pembicaraan kita saat itu ?” Feya dan Dave sedang berdiri di balkon teras lantai 2. Balkon yang langsung mengarah ke pemandangan alam di depan sana, hutan di bukit Lestari. Tidak cuma itu, desain dari halaman belakang di buat persis keinginan Feya. Di tata sama seperti apa yang pernah Feya khayalkan. Feya tertegu, semua memang sama seperti khayalannya tentang rumah masa depan.


 


Penyusunan interior di lantai satu, penataan isi kamar, hingga furnitur di dapur, semua tidak ubah dengan impiannya. Isi di ruang lepas lantai 2, penyusunan barang-barang di kamar baca, gaya klasik untuk kamar utama, hingga keasrian halaman belakang, Dave benar-benar membuat seperti mau seorang Feya.


 


“Bagaimana mungkin Dave ?” Feya mengerakkan tangan kanannya ke arah segala penjuru, kemudian memandang Dave lama. Feya masih terheran-heran.


 


“Bagi istriku, tidak ada yang tidak mungkin. Apa lagi kalau itu bisa membuat dirinya bahagia, itu akan sangat mungkin. Karena tujuan hidupku hanya satu, membuat Feyaku selalu bahagia menjadi istriku “. Dave tersenyum pada Feya.


 


“Ohhh, Dave “, Feya menghambur dalam pelukan Dave. “Kenapa kamu begitu baik padaku ? Kenapa kamu bisa sangat tulus padaku ?” suara Feya penuh haru.


 


“Karena kamu adalah belahan jiwaku, Fe ! Karena kamu adalah hidupku, nyawaku !” ucap Dave sambil mencium puncak kepala Feya. “Kamu adalah segala-galanya dalam hidupku “.


 


“Sampai kapanpun cintai aku ya !” pinta Dave sambil mempererat pelukannya di tubuh Feya.


“Sampai ajal menjemputku, cintaku hanya padamu calon suamiku “. Dan kali ini, Feya berhasil mengucapkan semua isi hatinya dengan lancar. Dalam malu dan sedikit tersipu, Feya mengucapkan janji hatinya pada Dave.


 


 

__ADS_1


__ADS_2