TERJEBAK DALAM PERMAINAN SI KEMBAR

TERJEBAK DALAM PERMAINAN SI KEMBAR
Episode 143


__ADS_3

PERMOHONAN DAVE


🌹🌹🌹🌹🌹🌹


 


Feya sangat cantik, itu perasaan kali pertama yang mengisi hati Dave saat melihat wanita cantik itu sedang kerepotan dengan 2 kantung belanjaannya, sementara handphonenya bersuara ribut minta di angkat persis di dalam tas kerja yang tersemat di bahu kanannya. Dave tersenyum kagum, sedari jauh Dave terus mengamati Feya, tanpa pernah di sadari oleh gadis berambut panjang itu.


 


Dengan senang hati Dave menawarkan diri membantu Feya mengangkat kantong belanjaannya yang nyaris di letakkan Feya di atas aspal demi bisa menerima panggilan masuk yang terus berbunyi entah di bagian mana dalam tas kerjanya. Dave tersenyum saat ini, ingatannya sedang mengarah ke masa itu.


 


"Itu adalah saat pertama kita berjumpa ". Ucap Dave sambil memegang erat jemari Feya. "Dan aku langsung kagum sama kamu, Fe. Jelas pakaianmu saat itu bukanlah pakaian orang biasa. Aku berani tebak kamu baru pulang berkerja. Tetapi aku terheran-heran, bagaimana mungkin gadis cantik dan terlihat seperti wanita pekerja bisa memborong bahan belanjaan ". Ada senyum tipis di sudut bibir Dave.


 

__ADS_1


"Aku tebak, kamu pasti jago masak ". Dave mengusap lembut pungung tangan Feya.


 


Mata Dave memandang wajah Feya, wajah cantik yang beberapa hari ini menjungkir balikkan duniannya. Wajah cantik yang telah menyeretnya dalam permainan peran masa kanak-kanaknya bersama saudara kembara. Dan bodohnya, Dave telah jatuh cinta pada gadis yang sekarang terbaring diam. Wajah pucat, bibir memutih. Dave merasakan ketidak berdayaan, dia sangat ingin menjerit. Dia sangat ingin berteriak agar Feya segera membuka matanya.


 


Perlahan, tanpa bisa di hentikan, tetes pertama air mata lelaki tampan ini jatuh memghiasi sudut matanya. Mengalir di wajah yang terlihat nyaris putus asa. Dave masih memandangi Feya yang semakin putih bagai kertas yang belum tersentuh.


 


 


"Aku memutuskan pergi, awalnya aku berat. Karena aku masih berharap kamu akan mencariku dan membalas cintaku. Tapi kenyataannya, berhari-hari aku menanti. Kamu hilang entah dimana ". Dave meletakkan tangan dingin Feya dipipinya.


 

__ADS_1


"Tapi, saat aku tahu kamu dalam bahaya. Aku takut Fe, aku takut kehilangan kamu. Aku pernah kehilangan kamu, dan aku nggak mau kehilangan kamu lagi ". Air mata putus asa masih terus jatuh di wajah Dave.


 


"Aku mencintaimu, Feya. Aku sangat mencintaimu. Aku mohon jangan tinggalkan aku ! Berjuanglah, kembalilah padaku. Feyaaaaa...Fe....kamu bisa dengarkan suara aku ? Aku mohon kembalilah padaku ! Aku mencintaimu ".


 


Dave mencium telapak tangan Feya, mencium dalam dan lama di sana. Nampak jelas guratan garis di sana telah kehilangan banyak darah. Hati Dave meronta, dirinya tidak terima. Sungguh Dave tidak rela kalau Feya pergi selamanya.


 


"Tuhan, aku bukanlah hamba-Mu yang paling baik di muka bumi ini. Aku pernah mempertanyakanya kasih-Mu pada keluargaku saat kami berada di titik terendah hidup kami. Tuhan maafkan aku untuk masa itu. Aku memohon belas-Mu, maafkanlah aku. Tetapi, sekarang atas nama-Mu, aku bersumpah aku akan menjadi lelaki baik. Aku akan berusaha menjadi seorang hamba terbaik bagi-Mu. Aku akan pasrah atas semua kehendak-Mu, aku tidak akan bertanya apa-apa lagi untuk semua masa itu. Hanya saja, hanya saja tolonglah aku. Aku mohon, tolong sembuhkan wanita yang sangat aku cintai ini. Kembalikan dia padaku, aku mohon Tuhan. Aku mohon...kembalikan dia padaku ". Sepenuh jiwa, sebanyak yang Dave bisa, dia terus saja berbicara dengan tangan menegadah. Air matanya jatuh silih berganti, perasaannya sudah campur aduk. Dave hanya bisa memohon, merayu Sang Maha Kuasa demi keselamatan wanita yang sangat dicintainya.


 


"Fe...kembalilah padaku, aku sangat mencintaimu ". Dave berbisik pelan di telinga Feya sambil menghapus air mata yang masih saja berjatuhan dipipinya.

__ADS_1


 


 


__ADS_2