
PERDANA (4)
πΉπΉπΉπΉπΉπΉ
γ
Feya sibuk mengutuki dirinya sendiri, mungkin karena terlalu gugup dia sampai melupakan hal penting. Untung saja ingatanya pulih di saat yang tepat. Tidak terbayang bagi Feya kalau tadi dia telah bertemu dengan Hadi, Hadi pasti langsung tahu siapakah dia sebenarnya.
γ
Feya berusaha membuka pintu restoran, ingin cepat-cepat kembali ke dalam mobilnya, menyelesaikan apa yang terlupakan olehnya. Tepat di saat dia Ingin membuka pintu tersebut, maka tepat di saat itu pula pintu restoran di buka dari arah luar. Masuklah seorang lelaki yang tanpa sengaja, Feya pun menabrak bahu lelaki tersebut, Feya menghentikan langkahnya dan lelaki itu pun menghentikan langkahnya.
γ
"Kamu?" Terdengar tanda tanya dalam suara khas nan seksi dari lelaki tersebut.
γ
Aduh, kok sampe nabrak bahu orang sih? Aduh Feya, jadi marah deh orangnya.
γ
"Maaf tuan, saya tidak sengaja. Maafkan saya tuan, saya sedang buru-buru. Sekali lagi saya minta maaf". Ujar Feya cepat, dia menundukkan kepalnya memberi hormat tanpa melihat wajah siapakah gerangam si lelaki yang tanpa sengaja telah tertabrak bahunya oleh Feya
γ
__ADS_1
Feya berlalu, dia harus bergegas sebelum Hadi merasa heran atas keterlambatannya. Kemudian, tepat di saat dia akan melangkah menjauh, terdengar suara lelaki yang tadi tertabrak bahunya oleh Feya. "Tunggu!"
γ
Tetapi Feya mengacuhkan panggilan tersebut dan lebih memilih berlalu, dia ingin segera kembali ke dalam mobil, menyudahi apa yang dilupakannya dan setelah itu segera menemui Hadi.
γ
"Apakah saya perlu mengejarnya tuan?"Β terdengar suara pria lain yang berdiri di belakang lelaki yang telah tertabrak bahunya oleh Feya. Rupanya lelaki itu tidak sendiri, ada seorang pria yang lebih mudanya darinya yang sedari awal telah berdiri di belakang lelaki tersebut.
γ
"Tidak, tidak usah". Cegah si lelaki.
γ
γ
Sekali lagi si lelaki menatap ke arah pintu tempat terakhir dia melihat Feya menghilang, andai saja urusannya malam ini tidaklah terlalu penting, maka dengan senang hati dia akan berlari mengikuti langkah Feya. Sepertinya lelaki ini sangat penasaran dengan sosok Feya. Terlihat jelas dengan ekspresi kagetnya saat mendapati bahunya tersengol Feya, nada suaranya penuh tanda tanya. Tetapi sayangnya Feya menyalah artikan suara penuh tanyanya tadi sebagai wujud marah. Dan keadaan diperparah dengan Feya yang tidak mau menatap wajah si lelaki.
γ
Siapakah dia sebenarnya?
γ
__ADS_1
"Mari tuan, sebelah sini". Lagi suara pria yang mengikuti si lelaki terdengar mengajaknya untuk terus berjalan ke arah tujuan mereka di salah satu sisi restoran.
γ
Lelaki tersebut hanya diam dan mengikuti langkah kaki didepannya. Untuk sementara rasa penasarannya harus di redam dulu, saat ini tugas penting tengah menunggunya, jadi dia harus kembali dan fokus.
γ
γ
*****
γ
Hai..hallo, hallo para kaka readers semua, kembali lagi author ingin mengucapkan terima kasih banyak atas support luar biasa dari para readers semua.
LIKE, COMEN, COIN DAN POIN dari readers semua membuat author merasa tersanjung, bangga diri ini mendapati kesetiaan para readers pada kisah si kembar. Apa pun cara yang readers pilih sebagai wujud mensupport author, dengan segenap hati author terima dan dengan segenap hati author ucapkan terima kasih.
Senang rasanya memiliki readers sebagai penyemangat author untuk selalu memberikan up terbaik.
Sekali lagi terima kasih banyak readers semua.
γ
Semoga para readers sehat selalu dan tidak lupa berbahagiaπ
__ADS_1
γ
γ