
MAKAN MALAM KELUARGA
🌹🌹🌹🌹🌹🌹
“Ini semua masakan Feya loh nak, Dave “. Mamanya Feya sedang membantu Bibi menyiapkan hidangan menu makan malam keluarga mereka di atas meja makan. Malam ini, setelah puas membawa Feya berkeliling di villa megah milik Dave, yang dalam hitungan hari akan segera di jadikan sebagai istana cinta dirinya dan Feya. Maka, Dave pun mengantar Feya pulang. Siapa sangka, kedua calon mertuanya itu mengundang Dave makan malam bersama. Sebuah kegiatan yang sangat dinantikan Dave, karena dengan acara makan malam ini, berarti kedua orang tua calon istrinya itu memang telah menerima dirinya sepenuhnya.
“Saya sejak awal sudah tahu Ma, Feya itu istimewa. Dia pandai masak “, puji Dave tulus pada calon istrinya yang sedang di kamar atas, mengganti baju.
“Kok masih saya sih Dave ? Masih kaku gituh. Padahal kamu itu sudah jadi anak lelaki kamu loh “. Mama menyentuh bahu Dave.
“Maaf Ma, sa..eh, aku. Aku masih sering salah “. Dave tersenyum malu.
__ADS_1
“Iya Dave, biasakan dirimu !” sekarang giliran Papanya si kembar yang berkomentar.
“Oo, iya. Apa kamu ingat waktu itu Papa pernah bilang, suatu hari akan mengundang kamu secara pribadi ke rumah untuk makan bersama ?” Dave mengangguk cepat untuk jawaban bagi calon mertua lelakinya itu. “Dan siapa yang sangka ya. Tuhan begitu baik pada lelaki tua ini “. Papa tersenyum pada Dave. “Hari ini kamu benaran datang ke rumah ini dan makan bersama kami, tidak cuma itu, kamu bahkan sebentar lagi akan resmi menjadi bagian keluarga Maladi “.
“Tuhan sangat baik padaku Pa. Mengizinkan aku masuk dalam keluarga besar Papa, dan mengizinkan aku mencintai gadis kecil kesayangan Papa “. Dave mendongak ke sisi tangga, Feya sedang berjalan turun di sana. “Aku sangat mencintai dia, Pa “. Dave tersenyum lebar, menatap langkah Feya yang berjalan ke arahny.
“Membicarakan aku ya ?” Feya sudah duduk di samping Dave.
“Ma... “, suara protes Feya.
“Apa ? Kamu protes kembaranku ?” Leya sangat kaget. “Seorang Feya protes, ngegara gak boleh ke temuan sama calon suaminya, buahahahaha “. Suara tawa Leya sangat bahagia bisa mencemeeh kembarannya.
“Bu, bukan gituh kok. To, tolong jangan salah paham “. Suara gugup Feya sambil tertunduk malu.
__ADS_1
“Sayang, jangan goda Feya. Sekarang dia sudah punya bodyguard, bisa di hajar kita nanti “. Hadi berbicara di sela tawanya sambil merangkul Leya.
“Sa, sayang...me, mereka menggoda aku “, Feya meletakkan tangannya di punggung tangan Dave. Muka merah dan suara terbata-bata, mengadu pada calon suaminya. Membuat Dave langsung berbunga-bunga.
“Kakak ipar, tolong jangan goda calon istri saya “. Dave berdiri dan menunduk hormat pada Leya. Papa dan Mama si kembar melongo, Hadi langsung memilih diam.
“Hahahahaha... “, Papa dan Mama si kembar saling pandang sambil tertawa senang.
“Leya, kamu tidak bisa semena-mena sekarang pada Feya. Adik iparmu ini protektif sekali pada kembaranmu. Hati -hati “. Suara riang Papa sambil menghapus air matanya. Sungguh lucu suasana makan malam keluarga kecilnya hari ini. Suasana riang yang sangat di impikan, melihat kedua anak gadis kesayangannya sudah menemukan jodoh terbaik. Terlebih Feya, si gadis yang biasa tenang dan tertutup ini, sekarang telah bersama lelaki yang sangat memujanya.
“Ahh, Mama senang sekali malam ini “. Mama menggenggam jemari Papa, haru dan bahagia bercampur satu.
Makan malampun berlanjut, gelak tawa masih berlanjut. Semua senang, semua riang, semua benar-benar hanyut dalam suasana hangat sebuah keluarga.
__ADS_1