TERJEBAK DALAM PERMAINAN SI KEMBAR

TERJEBAK DALAM PERMAINAN SI KEMBAR
Episode 162


__ADS_3

KEPUTUSAN


🌹🌹🌹🌹🌹🌹


 


Dave sudah duduk bersama sang Mama di kediaman keluarga Feya. Setelah Dave meninggalkan apartemennya, Papa dan Mama Feya membawanya pulang. Feya patuh, sadar diri telah bersalah, tanpa ada sedikitpun terbersit apa yang telah terjadi.


 


Pembicaraan di mulai, tuan Maladi menjelaskan semua yang dilihatnya dengan mata kepalanya. Meskipun percaya sang anak tidak mungkin melakukan hal-hal yang tidak senonoh. Tetapi tetap saja, lelaki paruh baya ini merasa Dave telah melanggar privasi anak gadisnya.


 


“Saya sadar, anak lelaki saya telah bersalah pada keluarga tuan. Dia terlalu mencintai anak gadis tuan, hingga sanggup berpikir hanya sejengkal saja. Saya sangat memohon tuan dan nyonya mau memaafkan anak lelaki saya ini. Saya sendiri tidak menyangka, Dave begitu tergila-gila pada Feya sampai sanggup terbang ke sini tanpa seizin saya “. Mamanya Dave tidak menggunakan kata besan seperti di Rumah Sakit dulu untuk menyapa tuan dan nyonya Maladi. Mama cukup tahu diri, berusaha bijaksana karena ulah percintaan anak lelakinya.


 


“Saya tahu mereka tidak berbuat apa-apa, tetapi tetap saja. Mereka itu bukan suami istri, berada dalam kamar yang sama walaupun satu di mana dan satu di mana. Hanya saja, menurut saya tetap tidak elok “. Papa berbicara sambil menatap Dave. Sedang Feya yang mengguping dari ruang sebelah sedang mengerutu kesal.


 

__ADS_1


Andai saja Papa tahu gimana Leya dan Hadi, aku yakin sudah di hajar habis Hadi sama Papa. Batin Feya gemes.


 


“Jadi apa yang harus kami lakukan tuan ?” Mamanya Dave segera mempersingkat suasana yang tidak enak itu.


 


“Saya minta, Dave segera melamar Feya. Buat pengumuman di publik kapan akan menikahi anak saya dan kita sebagai orang tua harus segera mempersiapkan segala sesuatunya !” Papa mengangguk yakin, Mamanya Feya tersenyum setuju.


 


Sedang Mamanya Dave nampak sangat antusia, wajah senangnya sama sebahagia wajah si anak lelakinya itu. Mungkin kalau boleh berteriak keras, Dave pasti sudah teriak senang sambil melompat ke sana kemari saking gembiranya. Moment inilah yang di tunggunya, restu orang tua Feya dan perkenan mereka untuk menerima Dave sebagai menantunya, sebagai suami Feya satu-satunya.


 


“Pa, kalau 2 minggu apa tidak terlalu cepat ? Sementara Leya ?” Mamanya Feya bersuara pelan.


 


“Leya itu sudah terikat pada Hadi, dia tidak pernah meragukan dirinya sendiri untuk menjadi istri Hadi. Tapi kalau Feya, Mama lihatkan kejadian ini. Dia ragu akan kesederhanaan pada dirinya apa pantas bersama Dave, tetapi di balik itu. Dia begitu mendambakan Dave. Jadi lebih bagus kita percepat saja Ma “. Suara sang Papa juga tidak kalah pelan. Namun, tetap saja. Dave dan mamanya bisa mendengar semuanya. Dan pasangan ibu dan anak ini memilih bersikap tidak mendengar apapun. Hanya diam dan acuh, meskipun senang bukan main.

__ADS_1


 


“Leya pasti setuju Ma, Papa yakin Leya juga tidak akan mau kembarannya itu menolak cinta lelaki di depan Mama itu “. Papa masih bersuara pelan.


 


“Jadi, kita nikahkan saja mereka ma ?” sang Papa menatap dalam mata istrinya.


 


“Baiklah, Mama ikut saja mana yang paling baik “. Suara Mama pasrah.


 


“Nah, begitu tuh besan. Kita segerakan saja pernikahan anak kita ini !” tanpa ragu Mamanya Dave bersuara lantang. Membuat Papa, Mamanya Feya bahkan Dave ikut melongo takjub.


 


Akhirnya sebuah kesepakatan di mulai, Feya berdebar-debar mendengar dari suang sebelah. Senang, haru dan panik. Feya sangat malu, berdiri diam dari tempat persembunyiannya.


 

__ADS_1


 


__ADS_2