TERJEBAK DALAM PERMAINAN SI KEMBAR

TERJEBAK DALAM PERMAINAN SI KEMBAR
Episode 146


__ADS_3

TIDAK MAU BERPISAH


🌹🌹🌹🌹🌹🌹


 


"Iya...iya..ini aku ", Dave seketika berlari menjauh dari tepian balkon kamar rawatan Feya. Tanpa memperdulikan tatapan sekitar, tanpa permisi pada Papa dan Mama Feya, Dave berlari ke arah ranjang rawatan Feya. Mendadak tadi denyut monitor Feya melemah. Kesadaran Feya semakin menurun, dokter yang memeriksa Feya meminta semuanya. Meminta Papa dan Mama feya, juga si kembaran Leya agar mereka membiarka Feya pergi dengan tenang. Sepertinya sudah waktuya Feya untuk menghilang.


 


Tetapi tidak bagi Dave, Dave berteriak terus, memanggil Feya. Dave bersuara lantang menyatakan cintanya, berkali-kali jujur mengungkapkan perasannya. Hingga Dave sadar semua percuma, Feya tidak meresponnya. Sepertinya Feya memang ingin meninggalkan dunia ini.


 


Putus sudah asa Dave, hilang sudah harapan Dave. Permohonannya, pernyataan cintanya tidak mengembalikan Feya ke dunia nyata. Akhirnya pikiran Dave kalut, hidup tanpa wanita yang dicintainya pasti tidak akan mudah. Setan menguasai hatinya, Dave berencana lompat dari balkon. Dia akan mengikuti Feya kemana saja, sekalipun kealam baka.


 


Dan mukzijat terjadi, mendadak Feya membuka matanya dan bersuara. Feya memanggil Dave, Feya menghentikan Dave. Jadilah sekarang Feya berada dalam pelukan hangat dada lelaki yang sangat mencintainya itu. Dave meneteskan air mata haru, dia sungguh tidak pernah menyangka kalau Feya yang sesaat tadi dinyatakan hampir pergi, sekarang benar-benar kembali.


 


"Jangan coba-coba pergi !" Suara lemah Feya yang membuat Dave semakin mempererat pelukannya.


 


"Tidak, tidak akan. Aku, seumur hidupku akan mengikuti kamu. Aku akan ada di sisimu !" Janji Dave sambil mengecup puncak kepala Feya.


 

__ADS_1


"Feya, aku mencintaimu ". Suara tegas Dave membuat sang Papa dan Mama Feya tergangga. "Menikahlah denganku, aku akan mengikatmu seumur hidup dalam cinta tulusku. Aku tidak mau kehilangan kamu lagi !" Suara Dave begitu lembut.


 


Feya diam, badannya melemah dan Dave. Dave terus menunggu jawaban Feya.


 


Satu detik berlalu, Dave merasa Feya hanya diam tanpa suara. Tanpa jawaban yang sangat di tunggunya. Pelan Dave memberi ruang pada pelukan mereka, Dave sedang memperhatikan Feya. Entah kenapa, mata biru gelap itu terpejam lagi. Dave panik, dia pun mulai ribut berteriak memanggil dokter.


 


"Dokter....dokterrrr....tolong ". Lelaki paruh baya berjas khas seorang dokter berlari ke arah Dave, dengan di dampingi oleh 2 orang perawat wanita.


 


 


"Tolong beri kamu ruang, tuan bisa sedikit mundur ! Saya akan periksa !" Ucap dokter yang langsung memeriksa Feya dengan seksama.


 


Sementara itu, Papa dan Mama Feya masih sulit mencerna semuanya.


 


Jelas tadi dokter memberi waktu pada mereka untuk melepas Feya selamanya. Kemudian Dave mendadak marah, tidak terima dan histeris memanggil Feya. Dave sibuk bilang cinta pada sosok Feya yang sudah memutih dan mulai dingin. Tidak sampai di situ, Dave putus asa. Mengancam Feya juga akan pergi menyusulnya kalau Feya benar-benar meninggalkan Dave.


 

__ADS_1


Keajaiban terjadi, entah bagaimana cara Tuhan berkerja. Feya sadar, Feya berteriak memanggil Dave. Dave datang menghampirinya, memeluknya dan menyatakan cinta, Dave bahkan meminta Feya untuk bersedia menikah dengannya.


 


Mama menatap bingung pada sosok lelaki tampan yang terlihat sangat memuja putri kembarnya itu. Sedang Papa, Papa memilih mendekati Dave dan bermaksud mengajaknya berbicara.


 


"Mukzijat...ini sungguh-sungguh mukzijat ". Dokter telah selesai memeriksa Feya.


 


"Jelas tadi kondisi nona Feya sangat tidak baik, saya saja sampai meminta Bapak dan Ibu semua untuk mengikhlaskannya. Biarkan dia pergi dengan tenang. Tetapi lihat sekarang, nona Feya bisa kembali dari kematian ". Dokter mengeleng-geleng tidak percaya.


 


"Tuan Dave dan Bapak ". Dokter berdiri persis di depan Dave dan Papanya Feya.


 


"Nona Feya baik-baik saja. Dia sudah sadar, sekarang nona sedang tertidur. Kondisi lukanya belum pulih, jadi dia masih lemah. Tetapi secara keseluruhan dia sudah tidak apa-apa, Tuhan telah mengembalikan nona pada kita semua, masa kritisnya sudah lewat. Sekarang biarkan nona istirahat, biarkan dia tertidur !" Penjelasan panjang dokter sambil tersenyum cerah.


 


Refleks, Papa Feya menepuk pelan bahu Dave. Dua lelaki yang sama mencintai Feya ini saling tersenyum bahagia, Dave pun menunduk penuh hormat pada sosok ayah dari wanita yang dipujanya.


 


 

__ADS_1


__ADS_2