TERJEBAK DALAM PERMAINAN SI KEMBAR

TERJEBAK DALAM PERMAINAN SI KEMBAR
Episode 125


__ADS_3

PERMINTAAN MAAF


🌈🌈🌈🌈🌈


γ€€


"Tuan, Pak Hadi kembali menelepon ". Ezza segera menyerahkan handphone sang tuan kembali pada yang punya.


γ€€


Ahhh..buat apa dia meneleponku ?


Ada keraguan di hati Dave untuk merespon panggilan tersebut.


γ€€


"Apa tuan mau saya menerimanya lagi ?" Tanya Ezza kemudian.


γ€€


"Tidak, biar saya angkat. Karena kalau saya tolak, saya yakin Hadi akan mengulang terus sampai bisa berbicara dengan saya ". Jelas Dave pada Ezza.


γ€€


Ezza tidak paham, apa yang telah terjadi antara sang tuan dan lelaki yang menjadi pimpinan perusahaan yang sedang bekerja sama dengan Dave saat ini. Tetapi kalau itu memang berefek dengan tidak sukanya Dave, Ezza pasti akan sanggup melakukan apapun untuk kebaikan sang tuan.


γ€€


"Mana ?" Dave meminta handphonenya pada Ezza.


γ€€


"Ya ". Dave memulai pembicaraan dengan sangat irit kata, begitu dia sudah menekan timbol hijau di layar handphonenya.


γ€€


"Maaf aku menganggu kesibukanmu ". Hadi langsung bersuara cepat saat tahu kalau kali ini Dave langsung yang menerima panggilan masuknya.


γ€€


"Ya, ada apa ?" Sepertinya perbendaharaan kata-kata Dave memang sangat minimalis.


γ€€


"Aku sudah sehat Dave, dan terima kasih karena sudah menolongku waktu itu ". Ucap Hadi sungguh-sungguh.


γ€€

__ADS_1


"Aku hanya mau memastikan kita bisa bersaing secara sehat. Hingga akhirnya aku tahu, aku malah hanya jadi pecundang di akhir cerita ". Ucap Dave kesal.


γ€€


"Ini bukan salahmu Dave, bukan salah kita dan bukan salah Feya. Ini mutlak kesalahan Leya, Leya terlalu kekanak-kanakan dengan sikap egoisnya. Aku bahkan sangat marah padanya, dan aku benar-benar memohon maaf padamu atas namanya ". Ucap Hadi sepenuh jiwa.


γ€€


"Leya sangat menyadari betapa fatal efek permainan mereka. Dan dia meminta maaf atas semua Dave. Dave, aku mohon, tolong kamu maafkan tunanganku itu ". Ucap Hadi kemudian.


γ€€


"Bagaimanapun, aku sudah memaafkannya, toh semua sudah terjadi. Setidaknya Leya sudah mengakui kesalahannya dan semoga dia tidak pernah berencana mengulang semua ini ". Jawab Dave sambil menghembuskan nafas panjang.


γ€€


"Aku hanya berharap semua bisa kembali seperti biasa ". Ucap Dave pelan.


γ€€


"Aku tidak yakin Dave...karena sekarang aku belum bertemu calon adik iparku. Entah apa yang sedang berkecamuk di hatinya saat ini, atas semua ulah Leya padanya ?" Hadi mengeleng pelan di ujung telepon, Leya memegang erat jemari Hadi. Dan Dave, Dave sayangnya tidak bisa melihat semua itu.


γ€€


"Aku harap Feya baik-baik saja ". Suara Dave terdengar tulus.


γ€€


γ€€


"Kenapa ?" Tanya Hadi heran. Tahulah Hadi kalau ternyata antara Dave dan Feya sudah tidak saling berkomunikasi.


γ€€


"Entahlah ". Dave terdengar cukup gusar. "Aku sendiri ragu ".


γ€€


**************


γ€€


Hadi dan Feya saling beradu pandang, mereka terlihat cukup cangung. Sekian detik berlalu, Feya cepat berusaha menetralkan kekakuan di antara mereka.


γ€€


"Masuklah !" Feya sedikit mengeser posisi badannya dan memberi jalan pada Hadi dan kembarannya.

__ADS_1


γ€€


"Duduk dulu ". Feya pun meninggalkan kembarannya dan sang tunangan, berangkat ke dapur untuk membuatkan minuman.


γ€€


"Silahkan !" Ucap Feya ramah setelah menata gelas minum berisi teh hangat serta 2 piring cake pandan sebagai teman minum teh.


γ€€


Hadi menatap Feya sesaat, lalu mengangguk dan mengangkat gelas minumnya. Hadi sedang menikmati air teh hangat buatan calon adik iparnya. Sedang Leya, mendadak dia berdiri dan berjalan ke arah Feya. Tanpa aba-aba Leya mendudukkan dirinya persis di sebelah kembarannya itu.


γ€€


"Maafkan aku kembar ". Leya memegang erat jemari Feya.


γ€€


"Kamu tahukan, betapapun marahnya aku padamu, aku pasti akan memaafkanmu. Tapi kali ini, bukan masalah aku akan memaafkanmu seperti biasa atau tidak. Hanya saja apakah kamu sadar dengan perbuatanmu ? Kamu selalu merasa kamu nanti akan begini, nanti akan begitu. Namun kamu enggak mengkaji, kalau kamu melakukan ini apa yang akan terjadi ? Kalau kamu begitu apa pula yang akan terjadi ? Kamu enggak mau memikirkan konsekuensi setiap perbuatanmu Le " Feya menghela nafas dalam.


γ€€


"Aku, Hadi, Dave, kami semua masuk dalam permainan permainan ini ". Suara Feya terdengar kesal.


γ€€


"Apa kamu tahu Le situasi yang aku hadapi ? Dave dan Hadi saling baku hantam ? Apa kamu melihat gimana pucatnya Hadi saat dia melukai pergelangan tangannya ? Dan apa kamu bisa paham gimana pertengkaran antara aku dan Dave demi membuat dia tutup mulut ! Agar dia berhenti dengan spekulasinya kalau kamu mencintainya !" Leya hanya tertunduk lesu. Sedangkan Hadi, dia lebih memilih diam membiarkan Feya mengeluarkan semua unek-uneknya. Apa lagi yang di katakan Feya adalah sebuah kebenaran. Bahkan ada satu poin lagi, tentang dirinya yang nyaris merengut kehormatan calon adik iparnya itu belum diutarakan oleh Feya.


γ€€


"Aku salah, hikss, hiksss ". Leya mempererat gengamannya di jemari Feya, "aku tahu, aku sangat bodoh. Aku egois dan aku masih kekanak-kanakan. Aku salah, aku sangat merasa bersalah. Aku mohonΒ  Fe, tolong maafkan aku ". Air mata Feya semakin menjadi berjatuhan. Derai kesedihan terlihat jelas di kedua mata biru itu.


γ€€


"Kamuuuu....ah ", Feya menghentikan suaranya saat memandang mata Leya yang penuh penyesalan.


γ€€


"Permainan peran ini bukan hal sepele beb, apa lagi di usia kita yang sudah dewasa ini. Segala sesuati bisa terjadi, termasuk aku yang bisa sangat cemburu mendapati Dave begitu mengenalmu, dia mengaku bisa hafal semua gerak-gerikmu. Dan Dave begitu mencintaimu, aku kalut beb. Sesuatu yang aku kira benar itu rasanya sangat menyakitkan ". Ucap Hadi serius.


γ€€


"Maafkan aku, aku sangat menyesal ". Ulang Leya lemah penuh sedih.


γ€€


γ€€

__ADS_1


__ADS_2