TERJEBAK DALAM PERMAINAN SI KEMBAR

TERJEBAK DALAM PERMAINAN SI KEMBAR
Episode 126


__ADS_3

ADA APA INI ?


🌹🌹🌹🌹🌹🌹


 


Leya dan Hadi baru saja meninggalkan apartemen Feya, cukup lama kembaran Feya ini bersama Hadi menghabiskan waktu di apartemennya. Berjam-jam mereka bertiga saling bercerita, melepas semua unek tersimpan di hati masing-masing,  hingga akhirnya menghilangkan kekakuan yang sempat terbentuk dari sebuah permainan peran.


 


Sekarang Feya telah bernafas lega, dirinya sudah tenang. Urusan Leya dan semua kesalah pahaman antara dia dan Hadi telah selesai. Feya dan calon kakak iparnya itu sudah biasa lagi, sudah akrab lagi seperti dulu.


 


Feya merapikan semua meja makannya, kemudian lanjut mencuci piring dan semua peralatan masak yang tadi di pakainya untuk mengolah bahan makanan buat menjamu Leya dan Hadi tadi.


 


Feya cukup santai, tangannya terlihat serius menyabuni satu persatu tumpukan piring kotor itu. Hingga....


 


"Fe..Dave itu tampan ya ?" Tiba-tiba Feya ingat dialog dirinya dan sang kembaran saat mereka sedang di dapur tadi.


 


"Kamu enggak pernah komunikasi sama Dave lagi ?" Feya mengelengkan kepalanya ke kanan dan ke kiri. Sepertinya dia sedang berusaha menghenyahkan semua isi percakapan dirinya dan Leya tadi.


 


"Kalau kamu mencintainya, kenapa kamu diam saja ?" Dan akhirnya hilang sudah konsenterasi Feya. Tangannya mendadak berhenti padahal jumlah piring kotor itu sudah tidak seberapa lagi. Pertanyaan Leya yang terakhir itu, benar-benar membuat dirinya terganggu. Tergiang terus memenuhi isi kepalanya.


 


"Entahlah, aku sendiri tidak tahu ada apa sebenarnya dengan kami ?" Tanya Feya pada diri sendiri.


 


************


 


"Sudah malam nak, kenapa kamu masih bermenung juga di sini ?" Tanya sang Mama pada Dave, yang kali ini kembali menemukan Dave sedang duduk sendiri di balkon kamarnya.


 

__ADS_1


"Masih belum gantuk Ma ". Jawab Dave cepat sambil mengeser dirinya untuk memberi ruang pada Mama agar bisa duduk di sebelahnya.


 


"Dave, besok adalah batas waktu bagi kamu untuk memutuskan pasangan hidupmu. Mama harap waktu yang nyaris habis ini sudah kamu pakai sebaik mungkin ". Mama menatap Dave yang hanya diam. "Kamu ingatkan perjanjian kita, kalau sampai waktu 3 hari kamu belum juga punya calon isteri, maka Mama akan melanjutkan acara memperkenalkan gadis-gadis cantik, sukses dan berpendidikan di negara ini buat kamu. Bila perlu, Mama langsung yang akan pilihkan gadis baik-baik tersebut buat kamu ".


 


"Kamu pasti suka dengan pilihan Mama ". Ucap Mama sambil menepuk-nepuk pelan tangannya yang nerada di atas paha Dave.


 


"Masih ada waktu satu hari Ma ". Suara Dave terdengar malas ".


 


"Iya kan tadi Mama cuma mengingatkan !" Kata Mama pelan.


 


"Sudahlah, kamu pikirkan saja dulu. Karena kamu pasti tahu kalau Mama serius Dave !" Mendengar kata-kata sang Mama, Dave pun mengerakkan matanya dan memandang Mama serius.


 


"Maaf ma, aku mau tidur dulu ". Elak Dave sesaat kemudian, yang berhasil membuat Mama tersenyum dan melangkah pergi meninggalkannya.


 


 


Dave pun merebahkan tubub lelahnya, membiarkan dirinya beristirahat setelah saharian ini pikirannya campur aduk. Berputar silih berganti ke mana-mana, kesemua kisah dirnya dan Feya yang hingga saat ini masih saja membuatnya ragu.


 


 


***************


 


Dave sedang berjalan tenang menyusuri lereng bukit hijau. Senandung menghiasi langkah kakinya, sepertinya ketenangan alam pagi ini membuat perasaan Dave bahagia.


 


Sedikit demi sedikit, Dave semakin dalam masuk ke dalam deretan hijaunya pohon rindang, hingga tanpa terasa kakinya mulai kelelahan. Dave pun memilih berhenti di sebuah hamparan rumput luas.

__ADS_1


 


"Eh, itukan Feya ?" Guman Dave bertanya pada diri sendiri saat menyadari kalau diriny tidak sendiri di tengah keasrian lereng bukit itu.


 


"Apa yang di lakukannya di sini ?" Dave kembali bertanya pada diri sendiri sambil mencoba memperhatikan sekitar.


 


"Aneh....", kata Dave setelah memastikan kalau Feya hanya sendiri di tengah hamparan luas rumput indah bagai permadani ini.


 


Dave memberanikan diri berjalan ke arah Feya, mendekati wanita cantik itu yang sepertinya tidak menyadari kedatangan Dave ke arahnya.


 


"Feyaaaa ". Panggil Dave sambil berusaha semakin mendekatkan dirinya pada Feya.


 


"Feya, ini aku ". Panggil Dave sakali lagi.


 


Sayangnya Feya hanya diam, mengabaikan kehadiran dirinya dan memilih duduk tanpa bersuara.


 


"Feya ", kali ini Dave berhasil sampai di belakang Feya, Dave pun mencoba menyentuh pundak Feya.


 


Feya membalikkan wajahnya, menatap Dave dengan tatapan mengiba. Dave terkejut, matanya melotot tidak percaya. Wajah yang sedang memandanginya itu terlihat sangat pucat, sangat ketakutan.


 


"Kamu kenapa Feya ?" Tanya Dave bingung.


 


"Tolong aku Dave ". Jawab Feya sebelum tiba -tiba terjatuh dan terlihat tidak sadarkan diri.


 

__ADS_1


 


__ADS_2