TERJEBAK DALAM PERMAINAN SI KEMBAR

TERJEBAK DALAM PERMAINAN SI KEMBAR
Episode 97


__ADS_3

KANTOR PAPA


🌹🌹🌹🌹🌹🌹


γ€€


Sampai siang ini Feya masih sukses bertahan melalui semua pekerjaanya sambil menutupi kesedihan hatinya. Tidak ada satu pun yang tahu baik itu Menik si asisten pribadi ataupun para staf-stafnya yang lain tentang penyebab wajahnya yang masih terus memucat. Feya mulai terlihat sangat lelah.


γ€€


Menik memang tidak tahu pasti apa gerangan yang membuat Feya terlihat berbeda hari ini, tapi dari sudut pandangnya sendiri, Menik bisa melihat kalau Feya sedang tidak baik-baik saja. Selesai rapat bersama pihak Kementerian Perkebunan, Menik membawa Feya makan siang di restoran favorit Feya. Sayang, Feya hanya berhasil menelan 4 sendok isi piring makannya. Selebihnya, Menik melihat Feya hanya sibuk mengaduk-aduk isi piringnya tanpa berniat memakannya.


γ€€


Menik mulai khawatir, dirinya memang tidak tahu apa gerangan penyebab murungnya Feya hingga menghilangkan nafsu makan si pimpinan tempatnya bekerja ini. Tapi satu hal yang Menik tahu, ada yang salah dengan sikap yang di tampakkan Feya, pasti telah terjadi sesuatu hal hingga membuat Feya perlahan semakin pucat.


γ€€


"Ada apa sebenarny Bu ?" Menik sudah tidak sanggup lagi untuk tidak bertanya, terlalu penasaran tepatnya. Sangat sulit baginya menahan diri dari rasa khawatir dengan kondisi Feya.Β "Maaf saya lancang Bu, tapi jangan bilang Ibu gak kenapa-kenapa karena saya tahu itu pasti bohong ".


γ€€


Feya menatap Menik, mencoba tersenyum. "Memang saya kenapa Menik ?"


γ€€


"Dari pagi Ibu lesu sekali, gak mau sarapan dan gak mau dibuatkan sesuatu, padahal wajah Ibu sedikit pucat. Siang ini Ibu juga gak nafsu makan, Ibu hanya memainkan sendok di piring saja. Ibu banyak melamun ". Mendengar penuturan Menik, Feya menghentikan gerakan tangannya pada sendok di atas piring makannya.


γ€€


"Apa Ibu tahu, wajah Ibu lebih pucat dari pagi tadi ". Menik memperhatikan wajah Feya dengan seksama.


γ€€


"Kamu memperhatikan saya ya dari pagi ?" Lepas dari sendok makan, tangan Feya memilih mengengam gelas minumnya.


γ€€


"Iya tentu saja, Ibu itu atasan saya. Mana mungkin saya tidak perhatian ". Jawab Menik sungguh-sungguh.


γ€€


"Hahahaha". Tawa Feya pelan sambil memandang Menik. "Entahlah Nik, saya hanya merasa kurang sehat saja ".


Jawab Feya berdusta.


γ€€


"Ada apa Bu ? Ibu boleh kok cerita pada saya ".


γ€€


"Saya..... ", Feya menarik nafas panjang. "Saat kamu tahu telah menemukan sosok yang tepat untukmu tapi di waktu yang salah apa yang akan kamu lakukan ?"

__ADS_1


γ€€


"Maksud Ibu sosok lelakikah, pasangan hidup, begitu Bu ?" Menik sedikit ragu. Sedang Feya hanya diam menatap Menik tanpa menjawab.


γ€€


"Waktu yang salah itu apa Bu ? Apakah dia sudah terikat dengan orang lain ? Atau dia datang di saat kitanya yang terikat dengan orang lain ?" Menik melihat mata biru gelap Feya. Feya masih diam.


γ€€


"Saat dia telah terikat dengan orang lain dan dia ada dalam ikatan itu karena sadar dan keinginannya, maka saya rasa, saya tidak akan egois memaksakan diri Bu. Entah benar atau tidak bisa saja ada cinta dalam ikatan itu, berarti posisi saya sebagai penganggu, sangat tidak elokkan Bu ? Begitu juga sebaliknya Bu, saat kita yang telah ada dalam sebuah ikatan dan dia baru muncul, lantas kenapa kita lepaskan yang lama demi yang baru. Apa jaminan dia yang baru datang adalah yang terbaik untuk kita ?" Menik sangat serius.


γ€€


"Bagaimana kalau dari awal kamu sudah terjebak dalam kebohongan, kebohongan yang kamu ciptakan sendiri ?" Feya malah menanyakan pertanyaan baru pada Menik.


γ€€


"Saya akan bertanya pada hati kecil saya, Bu. Seberapa besar saya yakin padanya ? Kalau saya memang yakin, saya tidak akan ragu-ragu untuk jujur, sebab saya tidak mau kehilangan kebahagiaan saya hanya karena sebuah kebohongan ". Feya tertunduk menatap gelas yang masih tergengam di tangan kanannya. Jawaban Menik barusan cukup menyentil sudut hatinya.


γ€€


Jujur ? Apa aku berani jujur pada Dave, kalau aku sebenarnya adalah Feya. Feya si kaku dan bukan penyuka dunia gemerlap, Feya yang tidak ahli berdansa dan bersolek ria, Feya yang bukan ratu pesta, Feya yang sulit bergaul dengan lawan jenis ? Ahhhhggg... Apa aku mampu jujur bilang pada Dave kalau aku bukan Leya yang luar biasa, aku hanya Feya si wanita biasa ?


γ€€


"Bu... ", Menik mendapati Feya sedang termenung.


γ€€


γ€€


"Buuuuu.......", Menik mencoba mengembalikan Feya ke dunia nyata. "Bu...hape Ibu bunyi ". Menik menyentuh tangan kiri Feya. Feya tersadar dan langsung menatap handphonenya. Benar saja, ada pangilan masuk dari sang papa.


γ€€


"Ya Pa ". Suara Feya di buat senang.


γ€€


"Sayang, lagi sibuk nak ?" Tanya Papa di ujung telepon.


γ€€


"Enggak Pa. Baru saja selesai makan siang. Papa sudah makan ?"


γ€€


"Sudah Fe, Papa juga baru sudah makan ".


γ€€


"Ada apa Pa, ada yang bisa Feya bantu ?"

__ADS_1


γ€€


"Mama kangen tuh, katanya sudah lama kamu gak kerumah. Papa telepon Leya sepertinyaΒ  kembaramu itu sangat sibuk. Kalau bisa kamu nanti mampir kerumah nanti ya ?"


γ€€


Degggggg.....ada rasa berdosa besar dalam hati Feya mendengar nama kembarannya di sebut.Β Berarti Papa habis telepon Leya, dan Leya bohong.


γ€€


"Aku juga kangen Papa dan Mama. Maaf ya Pa, belakangan ini aku agak sibuk, jadi belum bisa ke rumah. Tapi hari ini aku bisa kok, selesai kegiatan siang ini selesai, aku ke kantor Papa ya. Nanti aku bareng Papa pulang ke rumah ". Feya berusaha membuat hatinya kembali tenang.


γ€€


"Ide bagus nak. Papa tunggu kamu di kantor ya ". Terdengar nada suara papa senang di ujung telepon.


γ€€


"Iya Pa..aku hanya tinggal mengerjakan 1 kegiatan saja lagi, paling lama 2 jaman deh. Setelah itu aku langsung ke tempat Papa ".


γ€€


"Baiklah, nanti hati-hati ya di jalan ". Dan Papa pun menutup teleponnya.


γ€€


γ€€


***************


γ€€


EPILOG....


γ€€


"Tuan, saya sudah berhasil menghubungi tuan Dave ". Beberapa saat sebelum sang majikan keluar untuk makan siang, si sekretaris yang tadi mendapat tugas menghubungi Dave Indra Barata, pengusaha sukses di dunia Property dari negara tetangga sebelah sudah masuk ke ruang kerja pemilik perusahaan Malika.


γ€€


"Apa tanggapannya ?" Tanya sang tuan antusia.


γ€€


"Sangat senang dan sangat berterima kasih atas undangan tuan. Beliau bersedia tuan. Sekitar 2 jaman lagi beliau akan sampai di sini ". Senyum bangga terkembang di sudut wajah si sekretaris. "Kita beruntung tuan, tuan Dave sedang mengerjakan proyek kondominiumnya di sini, di kawasan Lestari 1 "


γ€€


"Bagus, bagus...", ada angukan senang mengiringi setiap ucapan itu.


γ€€


γ€€

__ADS_1


__ADS_2