TERJEBAK DALAM PERMAINAN SI KEMBAR

TERJEBAK DALAM PERMAINAN SI KEMBAR
Episode 59


__ADS_3

MEETING DAVE


🌹🌹🌹🌹🌹🌹


 


"Di sini?" Dave bertanya pada Tomo, saat melihat Tomo telah membukakan pintu mobil untuknya.


 


"Benar tuan, di restoran ini". Tomo menjawab pertanyaan sang tuan.


 


Dave turun dan melangkah memasuki restoran. Menemui resepsionis dan menanyakan reserfasi atas nama orang yang telah membuat janji dengannya. Sang resepsionis yang memang ditugaskan menunggu kedatangan Dave segera saja mengantarkan sang tamu ke meja yang telah di pesan.


 


"Apakah dia sudah datang?" Tanya Tomo pada si resepsionis.


 


"Sudah tuan, baru saja. Mari tuan silahkan". Resepsionis pun menunjukkan arah kepada Dave yang di ikuti oleh Tomo di belakangnya.


 


"Tuan, orang yang tuan tunggu telah datang". Resepsionis memberitahukan kedatangan Dave yang telah berada di belakangnya.


 


Cepat, orang tersebut berdiri, mengucapkan terima kasih dan menyambut kedatangan Dave. Dengan sikap sangat ramah, lelaki yang menjadi teman meeting Dave mengulurkan tangannya dan memperkenalkan diri.


 


"Perkenalkan tuan, saya Willihadi Leskmana. Tuan panggil saya Hadi saja". Suara ramah Hadi.


 


"Saya Dave Indra Barata, cukup panggil saya Dave ya". Sekarang giliran Dave yang memperkenalkan diri.


 


"Senang sekali rasanya saya bisa bertemu tuan, senang sekali. Suatu kehormatan bagi saya". Terlihat beberapa kali Hadi mengoyang tangan Dave saat mereka berjabat tangan. Sejujurnya Hadi tidak pernah menyangka Dave akan memilih perusahaannya untuk memberi kesempatan siang ini.


 


"Hahaha, tuan Hadi terlalu melebih-lebihkan". Tawa Dave sambil berusaha merendah atas pujian Hadi.


 


"Hadi tuan, panggil saya Hadi saja". Hadi meralat panggilan Dave pada dirinya.


 


"Kalau begitu panggil saya Dave". Jawab Dave kemudian.


 

__ADS_1


"Wah, mana bisa tuan. Tuan ini bukan orang sembarangan". Hadi menolak permintaan Dave, segan itu yang terasa di hatinya.


 


"Heyy, ayolah. Kita ini sebenarnya seumuran loh. Jadi kita panggil nama saja. Supaya lebih akrab".


 


"Benarkah?" Hadi coba menilai wajah Dave. Iya sih, sepertinya tuan Dave ini memang seumuran denganku.


 


"Baiklah tuan, ehh..maksud saya Dave. Kita panggil nama saja".


 


Hadi mempersilahkan Dave duduk dan mereka mulai bercerita sana-sini, memesan cemilan dan minuman pendamping, saling berbasa-basi. Hingga akhirnya tanpa mereka duga, telah terjalin keakraban. Dave merasa Hadi pribadi yang ulet dan jujur, dia merasa Hadi bisa menjadi temannya. Apa lagi dia baru di Kota M, jadi belum memiliki kenalan di sini.


 


Sedang Hadi yang tahu siapakah seorang Dave tentu saja kagum, dengan sepak terjang seorang Dave, ternyata dia pribadi yang sangat rendah hati. Tidak angkuh, apa lagi menyombangkan diri. Hadi merasa Dave adalah teman yang asyik kedepannya.


 


"Baiklah, mari kita mulai" sekarang Dave terlihat serius.


 


"Tomo". Dave pun memanggil Tomo yang duduk tepat di meja belakangnya.


 


 


Hadi menunduk memberi hormat pada Tomo dan Tomo pun membalas dengan angukan hormat yang sama.


 


Maka, mulailah kegiatan meeting pada siang itu. Dave memperlihatkan beberapa gambar-gambar kondominium yang menjadi proyek pembagunannya saat ini di Kota M pada Hadi. Hadi pun mengeluarkan 5 kertas sketsa bergambar dengan konsep berbeda pada Dave.


 


"Izinkan saya, Dave". Hadi meminta izin untuk memulai presentasinya.


 


Dan kemudian, "jadi ini ada 5 gambar berbeda yang telah saya buat. Susuai dengan tema kondominium anda, yaitu garden and familly, maka saya mengajukan 5 konsep berbeda untuk tiap-tiap kawasan tersebut. Pertama, interior dengan konsep healty and familly. Konsep ini Dave, akan kita tampilkan kawasan dengan interior yang berisi fasilitas kesehatan yang terbuka untuk semua, untuk keluarga dari usia berapa pun. Ya seperti ini". Hadi menunjuk sketsa joging treak dan area khusu sepada pada Dave. "Nah, ada fasilitas olahraganya". Hadi memulai penjelasannya sambil melirik wajah Dave. Dave terlihat serius mendengarkan.


 


"Kedua, konsep party and familly. Ini kusus untuk keluarga yang sangat suka party, pesta. Interior di kawasan itu kita buat untuk siapa saja bisa bebas melakukan party. Umum, remaja, dewasa, orang tua. Intinya buat siapa saja".


Hadi kembali melirik Dave, terlihat Dave masih serius mendengarkan dia menjelaskan.


 


"Ketiga, konsepnya just me. Untuk yang ketiga ini, interiornya akan menampilkan sisi para millenial yang berjiwa bebas. Jadi interiornya akan menampilkan kesimpelan yang bisa mempermudah aktivitas keseharian mereka. Praktis lebih teparnya". Hadi terus memberi penjelasan pada Dave, lengkap satu persatu dari konsep pertama hingga konsep kelimanya. Terperinci dan terpampang jelas pada masing-masing sketsa gambar.

__ADS_1


 


Dave menganggukkan kepalanya, menyimak serius semua penjelasan Hadi. Jujur dia sangat menyukai semua tawaran yang diajukan Hadi. Berkelas, berkarakter, benar-benar mencerminkan dirinya sebagai pemilik semua kawasan kondominium itu. Tetapi sesuai dengan keinginan pasar, pasang pasarnya sangat luas, bisa individu, keluarga, pecinta olahraga, kaum millenia, yang suka pesta, sampai pada lansia. Semua interior itu bisa menjulang harga propertinya nanti.


 


"Bagus, saya suka". Puji Dave pada Hadi.


 


"Satu lagi. Di ujung kawasan itu". Dave menunjuk satu gambar. "Ada villa saya, tapi saya belum memiliki konsep buat interiornya. Kamu bisa bantu". Sekarang Dave telah memperbaiki cara bicaranya pada Hadi. Dave merasa Hadi adalah tipe orang yang menyenangkan.


 


"Iya, tentu saja bisa. Kenapa tidak. Itu invesmu atau rumah masa depan buat nyonya?" Mendapatkan Dave telah merubah cara berbicara pada dirinya, maka Hadi pun mencoba bersikap layaknya teman pada Dave.


 


"Hahaha", terdengar tawa Dave mendapat pertanyaan barusan dari Hadi. "Jujur, aku belum tahu. Entahlah, Tuhan punya rencana apa buat aku. Tapi yang jelas, sekarang aku jadikan investasi saja dulu. Kedepan who's know?" Jawab Dave sambil mengangkat kedua bahunya santai.


 


"Yes, yes..aku paham". Jawab Hadi sambil mengerakkan jari telunjuknya di depan Dave.


 


"Jadi, apa aku boleh melihat villamu. Agar aku bisa membuat opsi interior untuk kamu?" Tanya Hadi kemudian.


 


"Besok?" Dave langsung menjawab.


 


"Okeh, besok pagi. Aku akan langsung ke lokasi. Kita janjian jam 9 di sana?" Hadi memberi tawaran.


 


"Bagus, aku tunggu kamu di sana?" Dave setuju dengan penawaran Hadi.


 


"Baik Hadi, aku suka presentasimu. Bagus, keren, aku setuju". Dave langsung mendealkan semua hasil pemaparan Hadi padanya. "Selanjutnya, Tomo yang akan menghubungi kamu".


 


"Seriusss?" Hadi merasa tidak percaya. "Wow, suatu kehormatan bagi perusahaan aku bisa bekerja sama dengan tuan Dave". Hadi benar-benar merasa ini sebuah berkah. "Terima kasih Dave, terima kasih. Terima kasih telah berkenan untuk kerja sama dengan perusahaanku. Aku akan serius dalam proyek ini. Sepenuh jiwa". Janji Hadi pada Dave.


 


"Oke, i truse you. Dan besok jangan lupa". Dan Dave berdiri sambil mengulurkan tangan pada Hadi.


 


 


 

__ADS_1


 


__ADS_2