TERJEBAK DALAM PERMAINAN SI KEMBAR

TERJEBAK DALAM PERMAINAN SI KEMBAR
Episode 41


__ADS_3

PERUTKU MENOLAK


🌹🌹🌹🌹🌹🌹


 


Dengan segala adegan yang dramatis saat menyantap hidangan pembuka, akhirnya Feya bisa berbangga diri. Segala usaha dikerahkannya, menu yang sangat terasa aneh di dalam lidahnya itu sukses juga di telan Feya, tetapi tentu dengan bantuan dorongan ekstra dari air mineral. Rasanya kalau boleh jujur, saat ini Feya sudah tidak sanggup lagi untuk menghabiskan makanannya


 


"Kenapa beb? Kok nggak habis?" Tanya Hadi heran dengan jumlah makanan yang nyaris utus di piring Feya.


 


"Aku, aku udah enggak sabar pengen menikmati main corsenya sayang". Ucap Feya yang di buat semanja mungkin. Semirip mungkin dengan gaya bermanja-manja Leya yang di ingat oleh Feya.


 


"Oooow, aku tau. Kamu pasti sangat penasaran menu enak apa yang akan segera dihidangkan pelayan buat kitakan?" Ujar Hadi bangga.


 


Udah tau, pasti ada dagingnyakan? Perutku udah nolak, jangan ya..kakak ipar jangan daging ya.


 


"Iya sayang, kamu mempersiapkan menu apa?" Feya berlagak sangat antusia.


 


"Sebentar, aku suruh mereka untuk mempersiapkan". Hadi pun memanggil para pelayan yang memang sedari tadi telah standby di depan pintu VVIP.


 


Kemudian masuklah seorang pelayan wanita dengan kereta dorong yang berisi menu utama untuk Feya dan Hadi malam ini, yang diikuti oleh pelayan ke dua dengan tugas sebagai penata hidangan.


 


Aroma masakan dengan daging sebagai menu utama langsung terasa di hidung Feya, keringat dingin mulai membasahi tangannya, perutnya mulai bergejolak. Pelan, perut Feya kembali berusaha memberontak atas aroma yang sebentar lagi akan di hidangkan di depannya.


 


Gawat, apa perutku masih bisa di paksa memakan daging lagi. Bagaimana kalau aku pake acara muntah, habislah aku. Leyaaaa..katamu gampang semua, tapi kenapa adegan makan daging seperti ini tidak kamu prediksi. Kejamnya kamu Le..

__ADS_1


 


"Silahkan tuan, selamat menikmati". Ucap sang pelayan yang bertugas sebagai penghidang makanan.


 


"Hemmmm", jawab Hadi singkat, sekaligus sebagai tanda agar kedua pelayan tersebut segera meninggalkan ruangan.


 


Tukan..apaku bilang, menu kesukaan Leya. Boleh nagis lagi ya, hiks, hikss, hikssss.


 


"Bola-bola daging saos tiram dengan kentang tumbuk dan brokoli fresh, aku hebatkan beb bisa menyiapkan semua ini untuk kamu". Jelas Hadi dengan bangga kepada Feya.


 


Kalau Leya sih iya, tapi ini aku, bukan Leya.


 


"Yaaa tentu sayang, kelihatannya sangat enak. Aku makin sayang sama kamu". Terdengar suara manja Feya yang sukses membuat dirinya sendiri tergidik ngeri, tetapi bagi Hadi sangat romantis.


 


 


Kira-kira apa lagi ya bahan obrolanku supaya sukses mengalihkan perhatian Hadi, jadi aku bisa bebas dari daging bulet ini.


 


Feya menyendok kecil daging tumbuknya, memberi saos tiram di atasnya dan memastikan sendokan pertama itu masuk ke dalam mulutnya.


 


"Sayang, apa acaramu besok?" Pertanyaan tidak penting Feya yang hanya bertujuan untuk mengalihkan perhatian Hadi.


 


"Besok mungkin aku akan kembali mengawasi projek beb, maaf ya, seperti ya besok kita tidak bisa bertemu". Suara Hadi penuh penyesalan.


 

__ADS_1


"Tidak apa sayang, aku mengerti. Kamu fokus saja bekerja ya, aku juga ada kegiatan di lapangan". Ucap Feya sambil memberikan Hadi senyum terbaiknya.


 


Yes, besok bebas. Gak perlu bermain peran. Senangnya.


 


"Tapi beb, sabtu besok aku bakal kosongkan waktu buat kamu, kamu bilang aja mau kemana. Aku akan penuhi semua". Hadi memberi tahu Feya.


 


"Hah, apah?" Tanya Feya tidak percaya.


 


Perasaan rasa senangnya belum sampe satu menit deh, kok malah sedih lagi.


 


"Kenapa? Kamu gak suka, iya?"? Hadi merasa heran dengan perubahan sikap Feya yang sangat mendadak.


 


"Bu, bukan sayang. Aku tuh sangat senang, bahagia banget bisa menghabiskan waktu sama kamu, mangkanya kaget". Elak Feya sambil memegang tangan Hadi, berusaha membuktikan rasa bahagianya.


 


"Kemana pun, aku akan penuhi". Hadi kembali mengingatkan Feya.


 


Feya menganggukan kepalanya penuh semangat, sementara hatinya meratapi diri dan perutnya menolak appatizer yang tadi ditelannya dengan paksa.


 


 


 


 


 

__ADS_1


 


__ADS_2