TERJEBAK DALAM PERMAINAN SI KEMBAR

TERJEBAK DALAM PERMAINAN SI KEMBAR
Episode 107


__ADS_3

UDARA MALAM


🌹🌹🌹🌹🌹🌹


γ€€


Feya memeluk bantal begitu erat seakan sedang berusaha mengalihkan semua beban berat yang tengah menghimpit dadanya, meringkuk sedih di atens ranjang meratapi cinta yang mulai memenuhi relung jiwanya. Namun sayang, cinta itu bukan untuknya melainkan untuk sosok kembarannya.


γ€€


Hari ini dan hari sebelumnya, sama-sama menguras tenaganya, sama-sama membuat dirinya terpuruk duka. Kalau semalam dia sukses pingsan atas semua masalah beratnya ini, tetapi untuk hari ini dia memang tidak sampai seekstrim itu, hanya saja kepalanya sudah sibuk berdenyut-denyut terasa menyakitkan bagi dirinya sendiri.


γ€€


"Kau mencintai sosok Leya, baik aku bisa terima itu karena semua ini terjadi karena permainan yang aku buat. Anggaplah aku begitu hebat dalam menjalankan peranku dan kamu sendiri belum pernah bertemu aku sebagai diriku apa adanya. Tapi Dave, kenapa setelah kamu melihat aku hari ini kamu masih bertahan dengan cintamu pada nnjΓ± ? Kenapa kamu tidak juga menyadari kalau aku adalah yang kamu cari ?" Feya menutup wajahnya dengan bantal yang tadi di peluknya membuat suara ibanya hanya berbentuk guman kecil saja.


γ€€


***************


γ€€


Leya gelisah di ranjangnya di apartemen sewaannya di Negara H. Lambat tapi pasti pikirannya tentang isi telepon terakhir kembarannya siang tadi, tentang Hadi dan Dave membuat Leya cukup getir. Memori Leya terus mengajaknya berpikir apa kali ini dia harus menguatkan tekadnya untuk mengakhiri semua ? Melupakan cerita impiannya bisa memasak, meskipun tinggal 4 hari lagi. Toh sampai detik ini dirinya selalu berakhir dengan amarah dan kekesalan dari koki pengajar.


γ€€


"Nyaris 2 minggu hasil kelas masaknya tidak seperti yang diharapkan, selalu dimarahin dan selalu disalahkan ". Leya sibuk mengupat kesal.


γ€€


"Bertahan di sini malah gak tenang ". Leya memutar tubuhnya, menganti posisi tidur dengan menghadap ke arah kanan memandang dinding bercat putih di hadapannya. "Ah, aku jadi pusing. Antara teori dan realita gak sama. Teorinya, kelas masakku ini adalah kelas yang paling mudah, iklannya adalah yang paling simpel. Dan sekarang, lihatlah realitanya semua tidak seperti itu kok. Semua terasa sulit, hari-hariku selalu gagal. Ihhhhhh, sebelllllll ". Leya memukul ujung bantal yang menjadi penyangga kepalanya beberapa kali. Perasaannya kacau, campur aduk tak menentu.


γ€€


***************


γ€€


Hadi melajukan jalan mobinya dengan santai malam ini, mungkin karena waktu sudah menunjukkan putaran jam yang cukup malam hingga Hadi bisa malangkah santai. Lalu lintas lengang, Hadi tidak menemui banyak saingan di gelap malam ini.


γ€€


Sejenak rasa penasaran kembali memenuhi relung hatinya, pembicaraan Dave tadi membuat Hadi sibuk menerka-nerka ada apakah gerangan sebenarnya ? Ini adalah hari pertama perusahaannya melaksanakan tugas di bagian desain interior kondominium milik Dave, sesuai kesepakatan kontrak kerja mereka. Jujur, timbul sedikit perasaan cemas, pikiranya membuat Hadi terpaksa menebak. Apa jangan-jangan ada masalah dengan kinerjanya ?

__ADS_1


γ€€


"Ah, ada apa ini ya ?"


"Tapi kalauΒ  di ingat-ingat wajahnya serius amat tadi. Masa iya di hari pertama aku berkerja sudah melakukan kesalahan ?"


"Aneh, kok bisa ya, selama ini aku cukup profesional rasanya. Bagaimana bisa sekarang malah melakukan hal fatal ?" Dengan tangan masih di stir mobil, Hadi sibuk berbicara sendiri.


γ€€


"Tapi kalau bukan karena kinerja perusahaanku, lantas karena apa ya ?" Di sebuah simpang, lampu merah dan secara otimatis Dave berhenti berguman karena sibuk mengerem mendadak.


γ€€


"Aku memang berteman dengan Dave, tapikan pertemanan kami belum seakrab itu juga rasanya sampai yang ingin di bahasa Dave ini ada unsur masalah pribadikan ?" Lampu merah telah berganti hijau, gumanan penasaran Hadi pun berlanjut kembali. Sesungguh kasihan otaknya yang sedang di paksa Hadi berpikir keras tentang penyebab Dave ingin mengajaknya berbicara serius. Ya, itulah yang di tangkap Hadi saat Dave berdiri di depannya tepat di saat Hadi ingin pamit undur diri setelah selesai bekerja malam ini.


γ€€


"Aku bukan takabur, tapi hasil pekerjaan perusahaanku bagus deh hari ini. Sungguh Dave, bagus kok cek aja kalau gak percaya !" Hadi sibuk mengeleng tidak habis pikir.


γ€€


γ€€


***************


γ€€


γ€€


"Paaaa.... ", betapa seriusnya tuan Maladi di meja kerjanya hingga kedatangan sang isterinya pun tidak di sadarinya.


γ€€


"Paaaaa.... ", sekali lagi sang isteri memanggil lelaki paruh baya yang masih menyisakan ketampanan di wajah tuanya itu.


γ€€


"Isteriku tercinta ternyata, kenapa sayang ". Meskipun usia rumah tangga pasangan suami isteri ini sudah tidak muda lagi tapi kalau masalah kemesraan mereka tetap menjadi jaganya.


γ€€


"Udah malem, kok masih kerja ? Mama udah gantuk ini ".

__ADS_1


γ€€


"Sebentar ya sayang, Papa masih membaca ini ". Tuan Maladi mengangkat sebuah file yang sedang di bacanya.


γ€€


"Masalah pekerjaan ?" Tanya sang isteri penasaran.


γ€€


"Rencananya perusahaan kita memang mau menjalin kerja sama dengan perusahaan ini. Semoga saja jadi ". Tuan Maladi menyempatkan diri tersenyum pada sang isteri. "Pemuda sukses yang sangat menarik ". Puji tuan Maladi menatap sang isteri yang terlihat bingung mendengar pujian si suami.


γ€€


"Namanya Dave, sayang. Pemuda tampan ini yang nolong Feya kemaren Ma. Kalau dia gak bergerak cepat Papa yakin anak gadis kita itu pasti sudah kenapa-kenapa sama kepalanya, orang sepersekian senti saja lagi kepala Feya bakal menghantam tembok loh Ma ". Si isteri yang di ajak berbicara terlihat membelalakan mata saking terkejutnya.


γ€€


"Syukurlah dia datang di saat yang tepat Pa ".


γ€€


"Papa kadang masih tidak percaya Ma, di jaman seperti sekarang ini masih ada anak muda yang begitu santun meskipun dia orang sukses yang super kaya raya ".


γ€€


"Gimana kalau kita undang dia makan malam di sini Pa di rumah kita, ya sebagai ucapan terima kasih kita atau pertolongannya sama Feya ". Tuan Maladi menganguk setuju.


γ€€


"Cocok..sekalian ada masalah bisnis yang perlu Papa diskusikan sama dia. Kamu memang isteri cerdasku sayang, tahu saja apa yang cara terbaik untuk mengucapkan terima kasih kita ". Tuan Maladi memeluk isteri tercintanya dan mengajak wanita ya semasa mudanya itu teramat sangat cantik hingga membuat dirinya bertekuk lutut dalam balutan cinta, untuk kembali ke kamar tidur mereka, pekerjaannya sudah selesai.


γ€€


Malam semakin larut, sang rembulan semakin bangga memamerkan kilau cahaya megahnya di antara gelapnya langitΒ  malam itu. Sebagian besar penduduk bumi sedang bertahan di atas ranjang masing-masing dengan semua pikiran dan rasa penat masing-masing. Bahkan ada juga yang tidak ragu berharap segala kebaikan untuk esok pagi mereka di tengah perjalanan kisah suka dan duka yang selalu menyertai siapapun itu dan dimanapun itu akan sirna terbawa udara malam. Semoga saja...


γ€€


Selamat malam semua, selamat beristirahat dalam cinta yang begitu berharga....


γ€€


γ€€

__ADS_1


__ADS_2