
APA SALAHKU
πΉπΉπΉπΉπΉπΉ
γ
Feya sudah sedari tadi merebahkan diri di ranjang besar Leya, mencoba berbalik ke arah kanan dan kiri, berharap bisa membuat matanya mau terpejam. Tetapi sebanyak apa dirinya berbalik badan ke kanan dan ke ke kiri, sebanyak itu pula waktu berlalu dan matanya belum juga terpejam. Ada sesuatu yang tengah menganggu pikirannya.
γ
Besok sabtu, besok sabtu. Hatinya selalu mengulang kata yang sama.
γ
Gimana cara aku selamat dari Hadi? Seharian loh. Feya sangat ingat janji Hadi yang akan bersamanya seharian.
γ
Dari pagi sampe siang boleh enggak di anggap seharian? Boleh aja ya? Feya berusaha mencari cara terbaik untuk menyenangkan dirinya sendiri.
γ
Ini semua karena ke konyolan Leya. Dia sih senang di sana, aku? Aku malah terjebak di sini. Feya mulai merutuki Leya, lebih tepatnya kesal.
γ
Lelah berbaring dan tidak juga sukses membuat matanya terpejam, akhirnya Feya memilih duduk bersandar pada kepala ranjang sambil memainkan handphonenya. Feya membuka beberapa chat dari group kantornya, membaca asal, hanya untuk melengkapi waktu saja.
γ
"Dave". Tiba-tiba Feya teringkat pada Dave. "Bukaknkah Dave janji mau lihat aku malam ini? Sebegitu sibukkan dia sampai lupa?" Feya merasa sedih. Bersemangat melalui malam demi menunggu Dave, tidak tahunya malah Hadi yang datang. Tidak sesuai keinginannya. Ahhhh... Feya menghembuskan nafas panjangnya.
γ
"Apa aku telepon aja ya?" Sejujur ya Feya ingin dengar langsung dari Dave alasan dia tidak bisa datang malam ini. "Tapi nanti kalau dicuekin gimana? Malukan?" Dan Feya pun merasa ragu.
γ
Coba saja dulu. Setidaknya kamu tau apa responya, apa alasannya? Iya kan? "Iya juga sih, daripada penasaran. Bagus aku tanya langsung". Akhirnya, Feya sudah mengambil keputusan.
γ
Terdengar nada sambung di saluran telepon Feya, dia sedang menunggu Dave, orang yang di telepon menerima panggilannya.
γ
"Ya". Terdengar suara dingin dan acuh di ujung telepon.
γ
"Dave?" Sejenak Feya merasa ragu.Β Salah nomor ya? Kok yang angkat kasar gituh sikapnya?
γ
"Udah tau tanya". Jawab Dave ketus.
γ
Kok...Feya merasa binggung.
__ADS_1
γ
"Ada apa?" Tanya Dave masih dengan suara kesalnya.
γ
"Apa aku menganggu?" Sekarang Feya yakin dirinya telah menganggu Dave yang sibuk.Β Pasti ganggu dia yang lagi kerja, mangkanya marah.
γ
"Bagus kalau tau". Jawab Dave sesuka hatinya.
γ
Heh, yang ada aku hampir mengganggu adegan romantismu tadi. Cih. Sial, siallll...Upat Dave kesal.
γ
Aku gomong apa lagi ya? Kok Dave beneran nggak suka terima telepon aku. Apa aku matikan aja lagi? Feya tidak bisa menerka penyebab kekesalan Dave padanya.
γ
"Maaf". Hanya itu yang mampu Feya ucapkan.
γ
"Heh, buat apa?"Β Buat kemesraan kamu sama lelaki itu, siapa dia hah? Tunangan kamu, iya?
γ
"Sudah mengganggu kamu". Jawab Feya pelan.
γ
γ
Aku harus gimana ya? Kok jadi gini sih. Aku salah apa ya?
γ
"Aku mau tanya?" Ucap Feya kemudian.
γ
"Penting? Kalau tidak lupakan saja. Aku sibuk". Dave masih saja bicara ketus terhadap Feya.
γ
Tanya enggak ya? Tanya aja deh, kan udah terlanjut nelepon juga.
γ
"Emmm, itu, a-apakah kamu enggak jadi datang". Tanya Feya sangat penuh keraguan.
γ
"Kenapa aku harus datang?" Jawab Dave sesuka hatinya. Buat liat kamu bermesraan, iya? Ahhhh....Dave kembali teringat kejadian di depan pintu apartemen Leya tadi. Bagaimana Feya yang di kenal Dave sebagai Leya sedang, Sial, sial, sial. Dave kembali mengupat di dalam hatinya.
γ
__ADS_1
Ke-kenapa? Dave kok berubah jadi kasar, aku, aku salah apa Dave? Feya sangat terkejut menerima jawaban Dave.
γ
"Sudah?" Tanya Dave yang terlihat mulai bosan meladeni telepon Feya.
γ
"Ma-maaf ya aku sudah ganggu". Feya tidak tahu lagi harus menggucapkan apa.
γ
Kemudian, tanpa menunggu jawaban dari Dave, Feya langsung memutuskan telepon secara sepihak.
γ
"Ke-kenapa Dave? Aku salah apa? Aku, aku pikir kamu beda dengan laki-laki lain. Ternyata kamu sama saja, akhirnya kamu merasa bosankan menjadi temanku. Itukan penyebab kamu mendadak kesal, marah. Itukan alasan kamu batal lihat aku malam ini?". Feya menatap binggung layar di handphonenya. Walaupun layar tersebut telah menghitam, tetapi Feya tetap menatap penuh tanda tanya. Begitu banyak yang tidak mampu di jawab oleh Feya atas perubahan sikap Dave yang terlalu mendadak.
γ
"Pagi acuh, siang kawatir, malam tidak perduli. Aku salah apaaa?" Feya mulai merasa frustasi sendiri karena gagal menemukan jawabannya.
γ
γ
***********
γ
Hai..hallo kaka-kaka readers budiman.
Apa kabar kaka-kaka readers dimana pun berada? Pasti sehatkan kak?
Alhamdulilah, semoga selalu sehat ya kak. Dimana pun, kapan pun. Aamiin.
γ
Kaka-kaka readers, terima kasih ya. Di luar dugaan, LIKE pada novel author ini sudah mencapai puluhan ribu. Jumlah yang sangat fantastis. Terima kasih banyak kaka-kaka readers semua, dari hati yang paling dalam author ucapkan terima kasih banyak.
γ
Bagi seorang penulis, ini sungguh suatu penghargaan yang luar biasa. Author terharu, ada rasa bangga karena kaka-kaka semua menyukai novel author ini.
γ
Semoga kaka-kaka readers budiman selalu setia pada novel author ini, selalu sampe kapan pun, hehehehe.
γ
Okeh kaka-kaka readers, selamat membaca.
γ
Sehat sell dan jangan lupa berbahagiaπ
γ
γ
__ADS_1