TERJEBAK DALAM PERMAINAN SI KEMBAR

TERJEBAK DALAM PERMAINAN SI KEMBAR
Episode 95


__ADS_3

RINDU


🌹🌹🌹🌹🌹🌹


 


Feya menangis memeluk bantal di atas ranjang di apartemennya, entah bagaimana caranya air mata itu terus saja jatuh mengalir tanpa berniat berhenti. Dadanya terlalu sakit, ada sesak yang menghimpit hingga Feya begitu sulit bernafas. Rasa cinta yang tanpa disadarinya kapan telah hadir dihatinya terhadap Dave telah membelengu jiwanya membuat Feya meratapi permainan peran ini.


 


Pengakuan cinta Dave membuat Feya sangat bahagia, namun mendengar nama Leya sebagai wanita yang di puja Dave membuat Feya terpuruk. Hancur sudah cinta yang seumur hidupnya baru kali ini terasa sangat manis baginya. Dicintai oleh lelaki yang sangat mengerti diri kita sungguh impian hidup Feya. Tapi bisakah dirinya tidak hanya bermimpi, namun memang benar-benar dimiliki dan memiliki Dave ?


 


Aku mencintaimu Dave, tapi apa kamu akan menerima aku apa adanya kalau tahu aku bukan Leya. Bisakah kamu menerima aku sebagai Feya, Dave ? Feya yang selalu nomor 2 di banding Leya.


 


Sesak di dadanya tidak juga menghilang, menghadirkan rasa rindu yang belum pernah Feya alami sebelumnya membuat Feya lelah dan akhirnya memilih mengalah. Feya tertidur dalam tangisannya dalam duka cinta yang menurut Feya salah.


 


 


***************


 

__ADS_1


Dave terus meneguk cairan berwarna pekat yang mengandung kadar alkohol cukup tinggi dalam gengaman tangannya, seperti Dave berencana mabuk malam ini. Pikirannya kacau, hatinya teriris mengingat kebodohannya tadi. Begitu lugunya dia mengakui rasa cintanya pada Leya, bagai pemuda ingusan Dave berharap Leya akan menerima cintanya. Tapi apa, pernyataan tulus dan kejujuran cintanya berakhir penolakan. Leya menolaknya dengan segenap jiwa, mencampakkannya begitu saja serta terus memilih bertahan bersama Hadi, tunangannya yang Dave yakini tidak pernah di cintai oleh Leya. Entah kenapa, Leya terus bertahan bersama lelaki itu dan mengabaikannya, sosok lelaki yang benar-benar mencintainya, yang bisa mengerti Leya hingga detail terkecil wanita cantik itu. Dave merasa kacau, perasaannya begitu sakit karena sosok wanita yang di kenalnya bernama Leya.


 


Tomo masuk ke kamar Dave tepat di saat Dave menceracau tidak jelas. Seharian Tomo di lapangan, mengecek persiapan penataan dan pemasangan interior yang akan di lakukan perusahaan Hadi pada real estel milik sang tuan di kompleks Lestari 1. Tomo sangat fokus sampai lupa apa gerangan kegiatan sang tuan seharian ini. Tapi alangkah terkejutnya Tomo saat mendapati Dave dalam kondisi mabuk, Dave terlihat kacau, bahkan lebih mirip orang yang sedang berputus asa.


 


"Tuan, ada apa ?" Tomo sampai di depan Dave saat Dave nyaris jatuh. Cepat Tomo memegang Dave dan membantunya. "Duduklah tuan". Tomo memaksa Dave duduk di sofa.


 


"Dia menolakku, kau tahu ? Dia menolakku ". Ucap Dave yang menurut Tomo sangat tidak jelas.


 


"Tuan kenapa ?" Tomo menjauhkan gelas minuman Dave dari tangannya.


 


 


"Cukup tuan, anda sudah sangat mabuk ".


 


"Kau......", Dave berusaha berdiri. Sepertinya dia berencana mau mukul Tomo. Tapi sayangnya, jangankan bisa sukses memukul, bahkan berdiri sempurna dengan kedua kaki saja Dave tidak bisa.

__ADS_1


 


Dave jatuh tidak sadarkan diri di atas sofa.


 


***************


 


Leya masih tekun mengolah beberapa bahan dasar yang telah disiapkan di oleh pihak penyelengara kelas memasak. Kali ini menu omelet sayur dan daging menjadi materi terbaru Leya. Simpel sekali, itu kesan yang Leya dapat saat koki pengajar mempratekkan cara membuat omlet tersebut, Leya menghafal urutan tahap demi tahap proses pembuatan. Jangan di tanya seberapa besar semangat Leya malam ini, seluruh kemampuannya telah di kerahkannya demi berhasil menyajikan menu kali ini.


 


Peracikan selesai, bahan-bahan telah di tempatkan Leya pada porsi masin-masing, sekarang tinggal memadukan dan memastikan dirinya berhasil, tanpa melakukan kesalahan apapun.


 


Wajan anti lengket sudah siap di atas kompor, Leya berusaha melakukan semuanya secara perlahan. Dia tidak ingin gegabah hingga salah apa lagi gagal. Semua sudah terasa lebih baik, meskipun jauh dari kata berhasil, namun setidaknya dalam satu minggu ini Leya sudah sedikit ada kemajuan. Masakannya pernah di puji dari segi rasa bukan tampilannya. Kemudian, Leya menuangkan adonanan omeletnya perlahan, dirinya merasa sudah mengikuti alur cara memasak sesuai contoh di awal. Tapi memang dasar Leya tidak memiliki jiwa masak sedikitpun, dia memasukkan adononan omeletnya tetap di saat wajan masih dingin. Alhasil bisa di bayangkan bukan apa yang terjadi selanjutnya.


 


Leya nyaris menangis mendengar teriakan kesal dari si koki pengejar, sungguh heran Lelaki dengan gerakan gemulai itu melihat ada manusia seperti Leya di kelasnya. Hanya memastikan wajan panas atau belum saja tidak bisa.


 


"Kau ini, apa yang kau tidak punya fill sedikitpun dalam memasak. Aku heran bagaimana bisa kau begitu lamban hanya untuk sesuatu yang sangat mudah ". Upat kesal si koki pengajar.

__ADS_1


 


 


__ADS_2