TERJEBAK DALAM PERMAINAN SI KEMBAR

TERJEBAK DALAM PERMAINAN SI KEMBAR
Episode 38


__ADS_3

PERDANA (6)


🌹🌹🌹🌹🌹🌹


 


"Selamat menikmati tuan, nona". Ujar sang pelayan ramah sebelum meninggalkan ruangan. Para pelayan ini akan memberi waktu bagi Hadi dan Feya untuk menikmati hidangan pembuka mereka durasi beberapa menit, sebelum nanti mereka akan memohon izin untuk masuk lagi untuk menghidangkan menu utama.


 


"Terima kasih", jawab Hadi singkat.


 


"Beb, aku sengaja pilihkan croquette daging wortel ini sebagai appetizernya. Tadi aku minta agar wortelnya di serut kasar". Ucap Hadi sambil mengangkat tangan kanan Feya dan menciumnya.


 


Feya terkejut, dia tidak siap dengan adegan barusan. Janggal, sangat janggal bagi Feya sehingga tanpa disadarinya, Feya hanya memberi tampilan wajah datar, ekspresi tidak nyaman atas perlakuan Hadi tadi.


 


Ihhh, kok nggak kasih aba-aba sih. Leyaaaaaa, Hadi cium tangan aku, aku gak sukaaaa.


 


"Kenapa?" Tanya Hadi heran melihat wajah Feya yang terlihat seakan tidak suka.


 

__ADS_1


"Kamu nggak suka dengan menu itu?" Tanya Hadi kembali sambil terus memegang tangan kanan Feya.


 


"Hah, enggak..bukan", jawab Feya cepat.


 


"Lantas, kenapa raut wajahmu berubah beb? Bilang sama aku, kamu maunya apa? Atau aku panggilkan chefnya ke sini biar kamu bisa jelaskan spesifikasi menu yang kamu mau!" Hadi mencoba menerka-nerka penyebab perubahan ekspresi Feya.


 


Aduh, kelihatan jelas ya perubahanku. Lah iya lah wajahku berubah, aku nggak mau kamu pegang-pegang, apa lagi nyosor-nyosor, trussss...aku enggak suka daging tauuuuu. Ihhh, gimana cara makannya coba?


 


"Sayang, kamu jangan aneh-aneh deh. Aku itu cuma lagi kurang enak badan aja". Feya berusaha berkelit.


 


 


"Ka-kamu, kamu ngapain", Feya berusaha melepaskan diri dari pelukan Hadi. Dia memaksa ingin beranjak dari pangkuan Hadi.


 


Wahh, enggak beres ini..tolongggggg, Tuhan tolong kirim siapa saja buat nyelamatin aku. Aku enggak sudi diginiin ma Hadi.


 

__ADS_1


"Tenang beb, aku cuma mau memastikan kamu nggak kenapa-napa. Kamu ini kenapa sih sebenarnya, biasanya juga kalau kamu kurang enak badan aku giniin, kok sekarang kayak gak suka?" Hadi merasa heran melihat sikap Feya yang sedari tadi dipikirnya adalah Leya, wanita yang sangat dicintainya, mulai berusaha keras ingin melepaskan diri dari pelukan Hadi, dari pangkuan Hadi.


 


AKU BUKAN LEYA.....jelas aja aku enggak suka diperlakukan seperti ini.


 


"Sayangggg, aku malu", Feya berusaha mencari alasan. "Sudah ah, nanti di lihat orang", Feya masih bersemangat melepaskan diri dari pangkuan Hadi.


 


"Sepertinya kamu memang kurang sehat, sejak kapan kamu malu dengan caraku? sikap kamu tidak seperti biasa". Ujar Hadi sambil memegang dagu Feya agar menatap padanya.


 


Pelan, pelan, pelan, Sangat perlahan. Hadi mendekatkan wajahnya ke wajah Feya, mendekatkan bibit mereka. Feya panik, mencari cara menghentikan adegan yang sedari awal masuk ke ruang VVIP ini telah dihindarinya. Memberontak hanya akan membuat Hadi curiga, karena bagi mereka yang tahu hubungan percintaan Leya dan Hadi, maka mereka tahu bagaimana romantisme kisah cinta dua anak manusia itu. Jadi memang sangat aneh dan akan menimbulkan tanda tanya besar kalau seorang Leya menolak bibir Hadi berada dibibirnya.


 


Tetapi itu Leyakan, sementara yang sedang berpikir keras dalam pangkuan Hadi saat ini adalah Feya. Tentu saja Feya menolak. Ciuman pertamanya, masa iya berakhir di bibir calon kakak iparnya sendiri. Lantas Feya harus apa, pasrah? Dia sangat tidak sudi, menolak hanya akan membuat kehebohan setelah itu.


 


Masih ada waktu Fe, cepet mikir! Jangan nanit, pliss!


 


 

__ADS_1


 


 


__ADS_2