TERJEBAK DALAM PERMAINAN SI KEMBAR

TERJEBAK DALAM PERMAINAN SI KEMBAR
Episode 61


__ADS_3

KERAGUAN LEYA


🌹🌹🌹🌹🌹


γ€€


Feya telah selesai mandi, rasanya sangat segar. Badanya pun sudah kembali rileks berkat guyuran hangat dari shower Leya. Faya pun memilih baju santai untuk dipakainya sore ini.


γ€€


Feya turun ke dapur, karena rasa marahnya atas kesimpulannya pagi tadi terhadap Dave. Maka, satu panci penuh bubur buatan Dave sengaja di bawanya ke kantor. Feya sengaja meminta kepada Menik untuk membagi-bagikan bubur salmon tersebut, dengan alasan sayang, mubazir.


γ€€


Dan sore ini, Feya menyesali keputusannya itu. Andai saja dia tidak membawa semua, pasti dia bisa kembali menikmati bubur buatan Dave untuk menu makan malamnya.Β Ahhh, nyesal deh. Padahal enak banget. Nico aja doyan.


γ€€


Feya memandang isi kulkas, sedang menimbang-nimbang menu apa yang akan diolahnya untuk makan malamnya nanti. Kata Dave enggak boleh pedes dan harus yang lunak dulu. Feya mencoba mengingat arahan Dave tadi pagi padanya.


γ€€


"Kalau gitu masak omelet brokoli isi fish roll aja deh". Guman Feya pada dirinya sendiri.


γ€€


Feya menyiapkan semua bahan, mengolahnya dengan telaten. Hingga akhirnya jadilah menu makan malamnya kali ini, omelet brokoli with fish roll. Feya memandangi hasil masakannya dan menghirup dalam aroma wanginya.


γ€€

__ADS_1


Feya menghidangkan menu makan malamnya lengkap dengan segelas air putih hangat. Dan sekarang dia telah siap dengan sendok di tangan. "Mari makan". Ucap Feya senang.


γ€€


γ€€


**********


γ€€


"Telepon enggak ya?" Leya sibuk hilir mudik di dalam kamar apartemen sewaannya selama tinggal di Negara H itu, sambil menatap handphone di tangannya. Mungkin sudah hampir 2 menit Leya sibuk berjalan kesana kemari.


γ€€


"Nanti di telepon malah dimarahi lagi". Leya menjadi sedikit takut. "Tapi enggak di telepon, akunya cemas". Sepertinya Leya sangat galau. Satu sisi penasaran dan di sisi lain ketakutan.


γ€€


γ€€


Bolak-balik, jalan kesana kemari. Leya masih bertahan dengan rasa penasarannya, penasaran tapi takut. Begitu kira-kira. Sebenarnya Leya sangat penasaran bagaimana kondisi Feya saat ini. Terakhir saat dia tahu Feya sempat sakit akibat permainan perdana mereka semalam, hatinya benar-benar merasa tidak enak. Tidak tenang, rasa bersalah tidak terkira. Semua yang di pikir Leya sudah sangat sempurna bisa kacau dalam sekejam. Bahkan nyaris mengarah kebahaya bagi kesehatan Feya.


γ€€


Bagaimana mungkin dirinya bisa lupa tentang apa yang bisa dan tidak bisa Feya makan. Jujur Leya sangat merasa bersalah saat ini, dia ingin tahu keadaan Feya, dia ingin meminta maaf pada Feya. Tetapi dirinya terlalu takut pada kemarahan Feya.


γ€€


Leya belum pernah mendengar nada suara Feya sedingin pagi tadi, saat Feya meneleponnya. Hatinya langsung menciut, Leya tahu kalau Feya sangat marah padanya. Teramat sangat marah lebih terpatnya, padahal Feya bukanlah pribadi pemarah dan Leya sangat ingat. Seumur-umur, baru pagi tadilah Feya serius memarihnya. Lantas bagaimana sekarang? Leya masih ragu.

__ADS_1


γ€€


Leya memilih meletakkan handphonenya di meja rias, dia pun berlalu ke dalam kamar mandi. Mungkin setelah kepala diguyur air dingin dari shower, sisi berani dari dalam hatinya akan timbul. Dan dia bisa menghubingi Feya.


γ€€


γ€€


**********


γ€€


Hai..hallo kaka-kaka readers semua.


Apa kabar kaka? Semoga kaka readers dimanapun berada dalam keadaan sehat. Jaga kesehatan ya kak, jaga diri, apa pun kegiatan kaka, plissssssssss. Jangan lupa jaga kesehatan.


γ€€


Semoga kaka readers, author dan seluruh rakyat Indonesia selalu dalam lindungan Allah, Tuhan Yang Maha Kuasa.


γ€€


Terima kasih buat support kaka-kaka readers, apa pun itu wujudnya. Terima kasih banyak.


Selamat membaca kaka dan jangan lupa berbahagiaπŸ™


γ€€


γ€€

__ADS_1


__ADS_2