
SUDAH SEMINGGU
🌹🌹🌹🌹🌹🌹
 
Sudah seminggu Feya terbaring di Rumah Sakit milik Dave, kondisinya sudah mulai pulih. Sepertinya dokter berencana mengizinkan Feya pulang esok hari, andai dirinya tidak memiliki keluhan apa-apa lagi.
 
Selama seminggu ini, sosok Dave menjadi perawat terbaik untuk Feya. Terlalu baik malah, selalu setia 24 jam pada sosok si sakit. Selalu setia apapun demi Feya. Menyuapi Feya makan, mengelap bibir mungil itu dengan telaten, menyisir dan menata ulang rambut Feya versi dirinya, yang jelas rapi itu kata Dave. Sangat lama Dave di sana, bermain-main dengan rambut Feya hingga membuat Feya heran apa yang di lakukan Dave pada rambutnya.
 
Hanya itu saja ? Tentu tidak, bukan Dave namanya kalau hanya memberikan layanan sebagai perawat handal bagi Feya kalau cuma itu kemampuannya.
 
__ADS_1
Dave juga memijati kaki Feya, padahal Feya tidak perlu itu tetapi, Dave memaksakan diri hingga mau tidak mau Feya mengalah saja.
 
Memang perawat handal, selain memijat kaki Feya. Dave juga sangat pandai menghibur Feya, membuat Feya selalu tertawa hingga meminta agar Dave berhenti membuat lelucon. Dave sepertinya memang sangat tahu cara terbaik untuk membuat Feya senang.
 
Dave juga pandai loh menjaga Feya saat gadis cantik pujaannya ini sedang tertidur. Seperti siang hari ini, Dave berhasil membujuk Feya agar memejamkan mata biru gelapnya itu, dengan sedikit usapan lembut di kepala Feya, akhirnya Feya menyerah dan benar-benar tertidur. Pada saat Feya terlelap, maka di saat itu Dave akan memulai rutinitas pekerjaannya. Terduduk membuka laptop yang sengaja di arahkan ke ranjang Feya dengan Tomo sebagai pendampingnya.
 
 
Akhirnya, tidak bisa di pungkiri selama satu minggu ini, Tomo si sekretaris Davelah yang akan berkerja ekstra keras, bolak balik kantor dan Rumah Sakit. Memastikan sang tuan baik-baik saja, serta perusahaan tetap berjalan lancar tanpa kendala. Sungguh, Dave sangat tertolong. Kesetiaan Tomo memang tiada bandingannya.
 
__ADS_1
Lantas bagaimana dengan tuan dan nyonya Maladi ? Papa dan Mama si kembar ini sangat senang melihat anak gadis bermata biru gelap mereka mendapat banyak perhatian dari Dave. Pasangan suami isteri ini bisa tahu, Dave sangat mencintai Feya. Mama mendukung, seratus persen malah. Dave tipe lelaki yang menurut naluri keibuannya sangat cocok bersama Feya. Dave tahu bagaimana membuat Feya istimewa, Dave pandai membuat Feya belajar keluar dari cangkang ke kakuaannya. Jadi, kalau Mama jangan di tanya, mama pasti sangat mendukung Dave untuk menjadi menantunya. Apa lagi Mama merasa sangat dekat dengan ibunda Dave, Mama serasa mendapat sahabat yang seide dengan dirinya.
 
Nah, kalau tuan Maladi, Papanya si kembar ini. Beliau juga sangat menyukai Dave. Ingatkan, dulu sewaktu Feya pernah di tolong Dave di depan ruang sang papa ? Setelah berbincang panjang kali lebar, lelaki paruh baya ini pernah berguman, berharap lelaki seperti Dave bisa menjadi menantunya. Ya, karena Leya sudah ada yang punya. Jadi bisa di tebak maksud si Papa dong ?
 
Tetapi entah kenapa, Papa menyukai Dave. Pribadi lelaki muda ini sangat di kenalnya, Dave lolos menurut pandangan matanya. Hanya saja, si Papa juga tahu sepak terjang Dave di usia mudanya pada bisnis yang di jalankan Dave. Dave lelaki kaya, kaya raya malah. Papa bukan orang bodoh, meskipun Dave hidup tidak satu negara dengannya, tetapi Papa tahu seberapa hebat Dave dalam bisnis properti. Di sinilah letak kekhawatiran sang Papa. Lelaki kaya dan sukses, bisa di bilang salah satu penguasa di negara yang mereka datangi ini. Mencintai gadis kecilnya yang sedikit tertutup dan tidak biasa dengan hinggar binggar dunia bisnis, apa bisa ? Apa mereka sepadan ? Papa ragu.
 
Jadilah siang itu, dalam diam Papa memperhatikan Dave dengan seksama. Mencoba mencari jawaban untuk keraguannya demi kebaikan Feya.
 
 
__ADS_1