TERJEBAK DALAM PERMAINAN SI KEMBAR

TERJEBAK DALAM PERMAINAN SI KEMBAR
Episode 129


__ADS_3

PERSIAPAN


🌹🌹🌹🌹🌹🌹


 


"Jadi nyonya Fiella, saat anda berada di pelelangan itu nanti anda harus memperlihatkan sisi tertarik anda pada semua jenis benda cagar budaya yang mereka lelang, tetapi anda tetap di tuntut untuk bersikap santai. Yaaa, kayak anda minat tapi anda acuh, anda mau tapi bergaya gak butuh ". Ucap Pak Danu, Kepala Pihak Keamanan di negara yang Feya datangi saat ini.


 


"Wah..ribet juga ya Pak ". Protes Feya dengan aturan dari Pak Danu.


 


"Nyonya harus mengendalikan diri. Jangan sampai terbawa suasana ! Mereka langsung curiga saat nona memperlihatkan sikap ingin tahu ! Apa lagi sangat tahu ". Ucap Pak Danu serius.


 


"Maksudnya gimana ya ?" Feya malah balik bertanya.


 


"Berdasarkan latar ilmu dan pekerjaan nyonya. Kami bisa pastikan sangat kecil kemungkinan nyonya tidak akan mengenal satu persatu dari jenis benda yang akan di lelang besok. Nah, di sinilah poinnya, nyonya harus mengendalikan diri ! Sikap nyonya harus biasa saja, tidak ada perubahan mimik wajah ! Karena, kalau sampai hal tersebut terjadi semua akan selesai. Mereka pasti curiga !" Pak Danu kembali memasang wajah sangat serius.


 


"Begitu rupanya ". Ucap Feya sambil menganggukkan kepalanya tanda mengerti.


 


"Agak rumit memang, tetapi kami sangat berharap nyonya bisa mengendalikan emosi di sana nanti ". Sekali lagi Pak Danu mengingatkan Feya.


 


"Jujur saya masih belum terima Pak, seperti perkataan Bapak tadi. Saya dengan latar ilmu saya berusaha keras melestarikan semuanya, Lembaga yang saya pimpin malah melakukan penelitian dengan jangka waktu lama demi bisa menjaga benda yang memiliki sejarah peradaban dunia itu, sejarah tentang kita dan masa lalu kita dahulu. Tapi, orang-orang itu enak saja mencuri dan memperjual belikan begitu saja. Seakan mereka bisa bebas melakukan apa yang mereka suka terhadap kebenaran sebuah sejarah ". Feya terlihat cukup kesal.


 

__ADS_1


"Nah, ini...ini yang kami khawatirkan nyonya. Sikap kesal anda ini sangat bisa membuat anda dalam bahaya nanti. Tolong bersabar ya ! Kalau kita bisa menangkap dalang di balik lelang ilegal ini, maka kita bisa membuat proses transaksi tersebut batal. Semua benda cagar budaya akan aman dan kita sukses meringkus sindikat pencuri dan pencual barang-barang bernilai tinggi ini ". Pak Danu berbicara sambil membusungkan dadanya sebagai bentuk rasa percaya diri.


 


 


***************


 


"Tuan...", Tomo masih saja berusaha bersikap tenang menghadapi sikap sang tuan yang mulai sangat tidak senang di atas kursi kerjanya itu.


 


Jangan-jangan tuan memang mencintai nona Feya. Sejak awal meskipun yang tuan tahu nona Feya adalah Leya, tetapi tuan memang tulus mencintai sosok wanita itu. Hanya saja realitas kalau tuan ada dalam permainan saudara kembar ini yang membuat tuan ragu.


Tomo mulai menarik sebuah kesimpulan.


 


"Nanti saat sampai di rumah, tolong kau bilang pada Mama. Segeralah lakukan perkenalan antara saya dan siapapun wanita yang diinginkan Mama. Bila perlu langsung atur tanggal pernikahan saya dengan wanita tersebut !" Ucap Dave pelan sambil memejamkam matanya di sandaran tinggi kursi kerjanya.


 


 


"Apa lagi yang harus saya pikirkan ? Jujur Tom, sesaat tadi aku sangat senang waktu kau berhasil menemukan informasi kalau dia ada di negara kita, kalau boleh saya membuat sebuah pengakuan ? Awalnya saya berpikir, dia datang ke sini karena dia memiliki sebuah rasa tulus pada saya ". Dave membuka matanya.


 


"Namun setelah itu, kita sama-sama tahu bukan ? Kau yang bilang, dia tidak bisa ditemukan. Berarti dia sengaja Tomo, dia nggak mau saya tahu kalau dia ada di sini, saya rasa dia memang ingin menyembunyikan pada semua orang tentang kedatangannya ke sini ". Dave berbicara sambil menatap ke arah langit-langit ruang kerjanya.


 


"Tuan tidak merasa ini janggal ?" Sepertinya Tomo masih tidak bisa terima dengan semua spekulasi sang tuan.


 

__ADS_1


"Sudahlah...lupakan saja. Saya tidak mau ambil pusing lagi. Saya sudah menemukan penyebab saya masih ragu selama ini. Saya hanyalah orang yang tanpa sengaja masuk dalam sebuah permainan masa kecilnya Tom ". Dave memperbaiki posisi kepalanya, duduk dengan sikap sempurna dan menatap si asisten pribadinya ini dengan seksama.


 


"Sudahlah ". Sekali lagi Dave mengeluarkan suaranya pada Tomo. "Saya akan menerima wanita yang akan Mama pilihkan untuk saya !'


 


***************


 


"Bu....apa Ibu sudah mengerti dengan etika di dalam pelelangan besok ?" Tanya Pak Rojer saat Pak Danu dan semua personilnya sudah pergi dari ruangan tempat mereka berkumpul tadi.


 


"Ya Pak, jangan khawatir ! Saya sudah sangat mengerti ". Jawab Feya cepat.


 


"Kalau begitu semua bergantung pada Ibu ! Bersabarlah dan bersikap tenang. Semua tidak akan lama, begitu kita tahu dalang di balik lelang tersebut. Maka semua beres, kita bisa pulang dengan sebuah kesuksesaan ". Pak Rojer berbicara sambil mengangguk-anggukan kepalanya.


 


"Baiklah, saya akan berusaha ". Jawab Feya semangat.


 


"Kalau begitu Ibu silahkan beristirahat dengan tenang malam ini, kondisi prima dan pikiran yang tenang sangat di perlukan besok !" Ucap Pak Rojer sambil berdiri dari kursi yang di dudukinya.


 


"Besok jam 10 pagi kita berangkat ke lokasi lelang !" Pak Rojer kembali mengingatkan Feya yang di balas anggukan pelan oleh Feya.


 


"Selamat malam Bu Feya, selamat beristirahat ". Pak Rojer menunduk hormat saat Feya berjalan meninggalkan dirinya dan seluruh timnya yang masih bertahan di dalam ruangan tersebut.

__ADS_1


 


 


__ADS_2