TERJEBAK DALAM PERMAINAN SI KEMBAR

TERJEBAK DALAM PERMAINAN SI KEMBAR
Episode 121


__ADS_3

NASEHAT MAMA


🌈🌈🌈🌈🌈


γ€€


"Ceritakan tentang dia !" Pìnta Mama pada Dave.


γ€€


"Tidak ada apa-apa Ma ". Jawab Dave malas.


γ€€


"Daveeee ". Mama masih bersikeras ingin tahu.


γ€€


"Lupakan saja Ma, anggap saja tadi mereka salah dengar ". Dave masih bertahan dengan menolak keingintahuan sang Mama padanya.


γ€€


"Dave ", ucap Mama lembut.


γ€€


"Kamu itu sudah bukan anak kecil lagi, kamu itu adalah lelaki dewasa. Kamu pasti bisa membedakan mana benar dan mana salah. Mana ragu dan mana realitas, jadi dengarkan nasehat Mama ini ! Pikirkanlah baik-baik, jangan sampai kamu melepaskan sesuatu yang berharga hanya karena keraguan saja. Jangan sampai saat keyakinan kamu timbul, semua sudah selesai. Kamu baru saja melepaskan bagian penting dari hidupmu. Kamu baru saja menyesali kehilanganmu. Percayalah nak, itu bukanlah hal yang menyenangkan untuk kamu lalui ". Gagal mencari tahu, akhirnya Mama memilih menasehati Dave dari rasa ragunya.


γ€€


"Kalau iya, cepat kejar ! Kalau tidak cepat lupakan ! Kamu jangan sia-siakan umurmu untuk sesuatu yang tidak pasti ". Mama masih sabar menasehati Dave.


γ€€


"Makasih ya Ma ", jawab Dave sambil tersenyum. Sungguh senang mendengar semua nasehat Mama tadi. Meskipun Mama tidak tahu cerita lengkapnya, tetapi cara Mama mengajak Dave berbicara benar-benar mengena dihatinya. Dave suka itu.


γ€€


"Ya sudah....istirahatlah nak. Tenangkan pikiranmu malam ini ! Mama beri kamu waktu selama 3 hari untuk memikirkan semuanya, dan selama 3 hari ini Mama tidak akan menyelenggarakan acara pertemuan kamu bersama para gadis-gadis terbaik di sini.Β  Tapi kalau 3 hari berlalu, dan kamu masih ragu. Maka acara perkenalan para gadis-gadis cantik dan terbaik yang Mama tahu akan tetap Mama lanjutkan. Kecuali...", Mama membelai rambut Dave sebelum lanjut berbicara.


γ€€


"Kecuali kamu yakin sama pilihan hatimu, Mama harap kamu serius, kejarlah dia. Mama yakin dia sangat berharga bagimu !" Mama berdiri setelah mendapat ciuman selamat malam di pipi kanannya dari Dave. Mama meninggalkan Dave yang masih bertahan di balkom kamarnya, Mama ingin Dave membuat keputusan terbaik untuk masa depannya sendiri.


γ€€


***************


γ€€

__ADS_1


Bagaimana ? Suara Feya terdengar ragu saat pihak keamanan memberikan penjelasan padanya via telepon tentang kemungkinan artefak Suku J telah di temukan keberadaannya.


γ€€


"Kami belum yakin juga Bu, tetapi dari informasi terakhir ada kemungkinan jika artefak tersebut, sekarang berada di tangan sindikat penjual barang-barang kuno dan bersejarah ". Jelas Kepala pihak Keamanan Kota tempat Feya mendampingi Suku J melaporkan kehilangan artefak mereka beberapa hari yang lalu.


γ€€


"Lantas saya harus bagaimana ?" Feya masih belum paham.


γ€€


"Akan ada pelelangan barang-barang kuno 3 hari lagi di negara tetangga. Mereka akan mengumpulkan para kolektor barang-barang antik di acara tersebut. Hasil penyelidikan kami, acara itu berkedok kegiatan amal, tetapi sebenarnya itu hanyalah penyamaran mereka untuk mengelabui Aparat Pemerintah dan Keamanan di sana ". Sesaat si Kepala Keamanan ini berhenti berbicara di ujung telepon. Membuat Feya gemes saja karena rasa penasarannya belum terpuaskan.


γ€€


"Hallo, halloooo.....Pak, gimana tadi ?" Suara Feya terdengar penasaran.


γ€€


"Ooo, maaf Bu. Kebetulan saya ada tamu tadi ". Feya menyadari kalau lelaki yang meneleponnya sudah kembali di ujung telepon, melanjutkan ceritannya bersama Feya.


γ€€


"Karena hal itu, saya menelepon Ibu pagi ini. Saya mengharapkan bantuan Ibu untuk membantu kami mengidentifikasi benda tersebut ".


γ€€


γ€€


"Ibu akan kami daftarkan salah satu peserta lelang tersebut. Ibu akan kami beri identitas baru agar bisa bebas melenggang di sana. Saya harap dengan cara ini kita bisa membongkar sindikat yang sangat meresahkan dan merugikan banyak orang itu Bu ". Feya terlihat mengangguk mengerti.


γ€€


"Ya, tentu saja saya mau membantu ". Feya terlihat bersemangat. "Tapi saya sangat buta dalam dunia penyamaran. Jadi tolong ajarkan saya ". Pinta Feya sebelum Kepala Keamanan ini mematikan teleponnya.


γ€€


"Untuk itu, Ibu jangan ragu, jangan cemas ! Besok kami akan datang mengunjungi Ibu di kantor. Kita akan mendiskusikan semuanya ". Akhirnya setelah mendapat persetujuan dari Feya, panggilan masuk di handphonenya pun berakhir. Si penelepon menutup teleponnya.


γ€€


γ€€


***************


γ€€


EPILOG....

__ADS_1


γ€€


Acara makan malam Feya bersama kedua orang tuanya berjalan lancar, meskipun di awal sang Papa masih merasa ada kekurangan karena sosok anak kembar mereka, Leya tidak muncul, tetapi setidaknya Feya masih meluangkan waktu untuk mereka. Itu merupakan kebahagiaan tersendiri bagi Papa dan Mama.


γ€€


"Senangnya bisa makan malam sama Mama dan Papa ". Ucap Feya sambil bergelayut manja di lengan sang Mama. "Kapan-kapan kita makan di luar lagi ya Ma, Pa ". Pinta Feya dengan senyum manisnya.


γ€€


"Iya nak, Papa dan Mama juga senang ". Papa membelai rambut panjang Feya. "Semoga nanti saat kamu sudah menikah, kita masih bisa seperti ini ".


γ€€


"Papa tenang saja, aku akan mencari suami yang juga mencintai Papa dan Mamaku, kalau dia tidak mau. Ya, udah, aku kick aja ". Jawab Feya polos.


γ€€


"Hussstttt...", kamu ini gomong apaan sih Fe ". Ternyata Mama tidak suka dengan ucapan Feya barusan.


γ€€


Awalnya Feya ingin mendebat sang Mama, tetapi semua batal saat Feya mendengar nada dering handphonenya berbunyi.


γ€€


"Bentar ya Ma, Pa ". Feya pun menerima panggilan masuk tersebut.


γ€€


"Ya hallo...Pak ". Ternyata Feya mengenali panggilan masuk tersebut. Rupannya Kepala Pihak Keamanan yang menelepon dirinya.


γ€€


"Selamat malam Bu ?" Jawab Si Bapak ramah.


γ€€


"Saya ingin mengabarkan perkembangan dari laporan Ibu tentang artefak Suku J yang hilang tempo hari".


γ€€


Feya tidak jelas mendengar ucapan terakhir dari si penelepon. Karena waktunya yang bertepatan dengan kedatangan mobil Feya yang di antar langsung oleh petugas parkir.


γ€€


"Sebentar !" Ucap Feya cepat. "Tolong jangan di tutup ".


γ€€

__ADS_1


γ€€


__ADS_2