
NEKAT
🌹🌹🌹🌹🌹🌹
 
Feya sudah sedang memainkan jarinya di dada Dave. Sedang sibuk membuat huruf yang membentuk kata cinta di dada lelaki yang memang di cintainya itu.
 
Dave dan Feya sudah tertidur di atas ranjang, Dave memeluk Feya, memeluk erat kekasih hatinya itu setelah Feya menerima cintanya. Senyum semeringah selalu terkembang di wajah Dave.
 
“Bagaimana mungkin kamu bisa datang ke sini ?” Feya masih mengerakkan jemari lentiknnya di dada Feya.
 
“Aku begitu kacau Fe, 2 hari kemaren tanpa kamu membuat aku hilang akal. Dan hari ini, aku sudah tidak bisa menunggu lagi “. Dave mengecup puncak kepala Feya.
 
“Aku juga “. Suara Feya malu.
 
“Benarkah sayang ?” suara lembut Dave membuat Feya semakin malu.
 
“Iya, aku sampe berpikir kamu di sana sedang bersenang-senang dengan wanita lain. Kamu sudah melupakan aku “.
 
“Mana mungkin Fe..dalam alam bawah sadarku saja, aku tidak akan sanggup melihat wanita lain “.
 
“Dave “, Feya mendongakkan kepalanya. Dave langsung mengecup dalam kening Feya.
 
“Apa kamu tidak akan menyesal memilihku ?”
 
“Feya, apa kamu akan pergi meninggalkan aku lagi ?” suara Dave sangat gusar.
 
“Aku, aku “, Feya terbata-bata ragu.
 
“Kalau kamu berencana pergi meninggalkan aku. Biarkan aku mati saja “. Suara Dave sungguh-sungguh. “Aku hanya mau kamu, dan kamu menolakku. Jadi aku tidak mau hidup lagi “.
 
“Ja, jangan bodoh “, Feya meletakkan tangannya di pipi Dave. “Kamu yang bilang akan mencintaiku dan mau aku jadi istri hebatmu. Kalau kamu mati, aku gimana ?”
 
__ADS_1
“Apa artinya itu ?” Dave berpura-pura lugu.
 
“Artinya, aku mencintaimu, Dave. Dan aku mau jadi istri hebatmu “. Feya segera menyembunyikan wajahnya di dada Dave. Malu, senang dan sedang di mabuk cinta.
 
“Jangan berani-berani meninggalkan aku !” Ucap Feya tegas.
 
“Tidak akan nyonya Dave. Aku janji, selama nafasku masih berhembus, aku akan akan selalu ada di sisimu. Mengikutimu dan jadi bayanganmu. Aku hanya milikmu Feya dan kamu hanya milikku. Kamu hanya akan jadi ibu dari anak-anakku “.
 
Feya membuat gerakan menganggukkan kepala di dada Dave. Sebuah gerakan yang mewakili isi hati terdalamnya. Sungguh Feya sangat bahagia, cinta sejati yang berawal dari terjebak dalam permainan peran dan sekarang dia merasa melambung bahagia.
 
**************
 
EPILOG
 
“Tuan, sudah malam “. Tomo memarkirkan mobil di parkiran apartemen Feya. Pesawat sang tuan baru saja mendarat. Dan bagai orang kesetanan, Dave memaksa dirinya melajukan mobil secepat kilat.
 
 
“Tuan, bisa jadi nona Feya sudah tidur. Mengingat kesehatan nona baru saja pulih, apa tidak sebaiknya kita kembali besok pagi ?” Tomo memberi sebuah ide.
 
“Tapi Tom, aku rindu padanya “. Rengek menolak.
 
“Kalau tuan memaksa apa tidak kasihan nona Feya ?” masih mencoba membujuk. Padahal dalam hatinya, Tomo sedang berdecak heran. Belum pernah, seumur-umur dirinya mengabdi pada Dave, Tomo mendengar apa lagi melihat, sang tuan merengek kacau karena seorang wanita. Setahu Tomo, justru selama ini para wanitalah yang begitu sabar merengek manja, berharap bisa di pandang Dave, syukur-syukur malah dapat cinta Dave.
 
“Aku gak sanggup tunggu besok Tom, bisa gila aku kalau harus melalui malam ini tanpa melihat Feya “. Tolak Dave. “Aku akan mengecek di atas !”
 
“Baiklah, terserah tuan “. Tomo mengalah. Percuma saja bagi dirinya berdebat dengan lelaki yang sedang di mabuk cinta. Tomo tahu, dirinya pasti kalah.
 
“Saya akan temani tuan “. Tomo telah membukakan pintu mobil bagian belakang, Dave turun dan mengangguk pelan.
 
“Sepertinya tidak ada orang tuan “, sudah 3 kali bel di bunyikan, tetapi suasana sepi. Tidak ada sahutan, apa lagi sosok yang di harap membukakan pintu. “Mungkin nona sekarang masih di rumah orang tuannya “.
 
__ADS_1
“Tunggu, aku akan hubungi Hadi “.
 
Secepatnya Dave menghubungi Hadi, dan tidak pernah menunggu waktu lama. Panggilan Dave di terima.
 
“Hadi, bisakah kau tanya Leya. Di mana Feya sekarang ?” Dave tanpa basa basi langsung bertanya begitu Hadi menerima panggilan masuknya.
 
“Ooo, baiklah. Terima kasih “. Tomo memperhatikan sang tuan hanya berbicara singkat dengan Hadi. Dan panggilan pun di putus.
 
“Feya ada di dalam Tom. Bisa jadi dia sudah tidur, karena itu gak dengar suara bel “. Dave memandang pintu apartemen Feya.
 
“Kalau begitu mari tuan “. Tomo menunduk hormat, mengajak Dave untuk berjalan meninggalkan apartemen Feya.
 
“Apa ?” Dave nampak tidak suka.
 
“Tuan tidak berniat mengganggu tidur nonakan ?” Tomo mengerutkan keningnya penasaran.
 
“Tentu saja tidak “. Dave memasang wajah cemberut. “Aku akan masuk ke dalam. Apa kau lupa aku tahu kode pintunya Feya “.
 
“Sekarang pulanglah ke hotel. Aku akan di sini !” suara Dave yakin.
 
“Tapi tuan ?”
 
“Jangan membantah ! Kalau aku perlu kamu, aku akan menghubungi kamu. Sekarang pergilah, aku mau masuk !” Dave membuat Tomo tidak punya pilihan lain, selain mematuhi dirinya.
 
“Baiklah tuan, tetapi saya mohon, tuan jangan membuat keributan “. Tomo serius sangat khawatir.
 
“Sialan kau “. Dave marah. “Kau pikir aku mau merampok apa ? Aku itu mau menemui calon istriku, calon nyonya mudamu. Sekarang jangan banyak mulut, pergilah !”
 
Dan akhirnya Tomo mengalah, membiarkan sang tuan dengan segala kenekatannya dan berjalan lurus menuju lift. Patuh meninggalkan tuan dan kembali ke hotel tempat mereka seharusnya berada.
 
 
__ADS_1