
PENJELASAN
❤❤❤❤❤❤
Sudah lewat tengah malam, jam sudah menunjukkan pukul satu lewat tujuh menit. Suara jangkrik sudah berlomba-lomba menciptakan alunan lagu merdu di tanam, di luar aparteman Feya. Suara deru mesin kendaraan pun telah berganti tenang, sunyi. Tetapi Feya hanya sibuk membalik badannya sedari tadi, kadang ke arah kiri kadang ke arah kanan dan kadang menelentang. Dan mata biru gelapnya masih terbuka, sangat enggan untuk dipejamkan.
Apa benar keputusanku tadi, kenapa aku ragu buat melakukan semua ini? Gimana kalau aku gagal bermain peran, Hadi kecewa dan, dan hal buruk terjadi? Gimana kalau Hadi memutuskan mencari wanita lain? Meninggalkan Leya yang dirasanya telah berubah padanya?
Feya memijat pelan kepalanya, sepertinya sekarang dia sangat gampang menderita sakit kepala. Semenjak permintaan Leya untuk bermain peran semalam, semenjak itu pula hidupnya menjadi tidak nyaman. Ada beban berat yang harus ditanggungnya.
Di bahas lagi juga percuma, dibatalkan nanti malah Leya jadi down. Ah, pusing sekali rasanya. Sudahlah, aku sudah terlanjut mengiyakan. Sekarang biarkan semua berjalan seperti apa yang seharusnya, semoga semua berakhir bahagia seperti apa yang telah direncanakan Leya.
__ADS_1
*****
"Aku sudah mau jalan nih ke kantor kamu, kamu mau aku bawakan sesuatu gak? Makan siang mungkin?" Tanya Leya pada Feya di ujung telepon.
"Boleh juga, bawakan aku makan siang ya lengkap sama jus buah segar, jus buah naga". Pinta Feya kemudian.
Beberapa saat berlalu, dan benar saja tiga puluh menit kemudian Leya sudah duduk di ruang kerja Feya bersama Tiwi lengkap dengan menu makan siang mereka hari ini.
__ADS_1
"Tiwi, selama dua minggu saya gak masuk. Kamu harus menghandel semua kegiatan di kantor, terutama di lapangan. Komando tetap dari saya, keputusan tetap di tangan saya. Kamu harus selalu melaporkan semua perkembangan kantor pada saya setiap jamnya, kemudian saat para client mencari saya, kamu harus punya jawaban paling bagus untuk membuat mereka mengerti dan terima bahwa mereka belum bisa bertemu saya. Saat orang tua saya menghubungi kantor untuk mencari saya, kamu harus pastikan mereka juga mendapat jawaban bagus agar tidak tersinggung apa lagi penasaran tentang saya. Selama dua minggu ini kamu harus mengatur semua dengan baik. Khusus untuk Hadi, saat dia menghubungi kantor untuk berbicara dengan saya, maka cepat sambungkan ke saya. Tetapi bila keinginannya untuk berjumpa saya, maka segera kabari Feya. Feya yang tau harus berbuat apa. Ingat ya Wi, hubungi Feya secepatnya saat Hadi mencari saya kekantor. Trus, siapkan beberapa baju ganti saya di kantor, lengkap dengan sepatu dan parfum saya". Leya memberi penjelasan panjang dan terperinci pada Tiwi, sekretarisnya. Leya ingin semua berjalan seperti apa yang telah disiapkannya.
"Baik Bu". Jawab Tiwi.
"Kamu bisakan? Saya sangat mengandalkan kamu Wi!" Leya meminta kepastian pada Tiwi sekali lagi.
"Baik Bu, Ibu percayakan saja semua pada saya. Ibu tidak usah kawatir, saya pasti akan bantu Ibu". Tiwi menyanggupi semua perintah Leya padanya.
Leya merasa senang, satu tugasnya sudah di bantu oleh Tiwi. Leya sangat percaya pada Loyalitas sekterarisnya itu, jadi dia sama sekali tidak merasa ragu apa lagi cemas. Perusahaan di bantu Tiwi bukanlah hal yang perlu di khawatirkan, semu pasti berjalan lancar.
__ADS_1