
LET'S PLAY
πΉπΉπΉπΉπΉπΉ
γ
Feya sedang mendengarkan isi proposal terbaru dari tokoh masyarakat di Desa Lempur tentang revitalisasi cagar budaya di desa meraka yang sedang dibacakan Menik, sekretarisnya. Tepat setelah Leya berangkat ke Negara H untuk rencana belajar memasaknya, Feya pun segera mengarahkan mobilnya agar secepat mungkin sampai di kantor. Dan syukurnya perhitungan waktu Feya sangat Pas, dia sampai di kantornya satu menit sebelum kegiatan doa pagi bersama yang harus dipimpinya mulai.
γ
Pagi ini setelah Leya berangkat, tidak ada hal-hal istimewa yang terjadi padanya. Semua berjalan seperti biasa, tidak bisa dibohongi. Memang hal inilah yang diharapkan Feya akan terus dan terus terjadi selama Leya sedang tidak di sini bersamanya. Sehingga dia tidak perlu repot-repot bermain peran seperti apa yang telah disiapakan Leya untuknya.
γ
"Apakah Ibu masih bersama saya?" Menik merasa saat ini Feya sedang tidak fokus padanya.
γ
"Oo, ya tentu saja. Lanjutkan Menik! Apa lagi yang mereka ajukan di dalam proposal itu?" Suara Menik sukses membuat Feya kembali ke dunia nyata. Membuat dia tersadar agar kembali fokus pada tanggung jawabnya saat ini.
γ
Menik pun kembali melanjutkan isi proposal tersebut dan saat itu Feya memang serius mendengarkan semua uraian-uraian terperinci dari proposal. Kemudian Feya tidak lupa memberi catatan pada Menik apa yang harus dilakukannya dan apa saja cara terbaik Dinasnya merespon isi proposal itu.
γ
Selesai dengan petunjuk lengkapnya pada Menik, Feya pun mengizinkan Menik kembali ke ruang kerjanya. Sedang dia sendiri sekarang beralih fokus pada beberapa laporan yang harus disiapkannya untuk bahan rapat di siang nanti. Entah sudah berapa lama Feya tengelam dengan kegiatannya, Feya benar-benar serius, Feya adalah pribadi yang bertanggung jawab penuh pada pekerjaan.
γ
Rasanya dia perlu sedikit rehat, melemaskan otot-otot pundaknya yang sedari tadi di paksa Feya untuk fokus berkerja sama dengan tangannya yang sibuk mengetik.
γ
Sepertinya segelas teh hijau dan beberapa potong buah segar sangat enak nih.
__ADS_1
γ
Feya pun meminta bantuan Menik untuk meminta bagian pentry membawakan teh hijau dan beberapa potong buah segar untuknya. Di saat Feya tengah menyeruput pelan teh hijaunya, sedang merasakan relaksasi yang sangat nyaman baginya, dan di saat itu teleponnya berbunyi.Β Leya, sudah landingkah dia?
γ
Cepat Feya mengangat teleponnya dan menyapa Leya, kembarannya itu.
γ
"Hallo Le". Feya memulai percakapan terlebih dahulu.
γ
"Hai sist, aku baru saja keluar bandara. Sekarang aku sedang menunggu jemputan yang akan mengantarkan aku ke apartemen yang aku sewa". Leya menjelaskan aktivitasnya saat ini pada Feya.
γ
"Loh kok nyewa apartemen Le? Kenapa gak di Hotel aja?" Feya jadi penasaran, tidak biasanya Leya memilih apartemen sebagai tempat tinggalnya saat harus berada di luar kota, apa lagi ini di luar negara mereka.
γ
γ
"Ooo, begituh. Trus bahan-bahannya gimana?" Feya ingin mendengar seberapa matang persiapan Leya.
γ
"Bahan masakannya nanti aku beli Fe, setelah selesai belajar. Jadi aku tahu apa tepatnya bahan-bahan yang harus aku beli". Jawab Leya semangat.
γ
"Okeh, gimana baik menurutmu aja deh. Yang jelas kamu harus serius, gak boleh bosanan!" Feya mengingatkan Leya.
γ
__ADS_1
"Tenang, aku nggak akan menyia-yiakan kesempatan ini Fe". Janji Leya pada feya. "Fe, nanti malam Hadi ngajak ketemuan tuh. Di restoran Family yang di jalan Damar, kamu tahukan?" Leya memulai instruksinya pada Feya.
γ
"Hah, ketemuan? Kok cepat banget sih, nggak bisa kamu bujuk Hadi supaya ketemuannya dua atau tiga hari lagi. Jangan malam nanti!" Feya sangat kaget dengan apa yang disampaikan Leya. Baru saja Feya berharap dia akan aman tanpa harus menjalankan permainan ini, tetapi sesaat kemudian dia malah mendapat instruksi bahwa nanti malam saatnya permainan akan di mulai.
γ
Rasa gugup mulai menjalar di diri Feya, seakan-akan dia tidak siap untuk melaksanakan tugasnya nanti malam. Feya bingung harus melakukan apa.
γ
"Sukur nanti malam, awalnya malah Hadi pengen ketemuan siang ini. Dia mau ke kantor aku, katanya dia mau ngajak aku buat perayaan. Hadi sukses menjadi penyedia perlengkapan apartemen baru di daerah X, itu adalah apartemen percontohan dengan konsep garden and millenial. Tapi karena aku pikir gak mungkin kamu akan tepat waktu dari kantormu ke kantor aku, jadi aku bilang saja sama Hadi kalau saat ini aku lagi di lapangan. Gak bisa bolak balik karena lagi ribet, akhirnya waktu perayaan dialihkan ke malam nanti. Hadi bakal nunggu kamu di restoran jam delapan malam". Leya memberi penjelasan terperinci pada Feya.
γ
"Gak ada pilihan lain Le?" Feya masih ragu bahwa dia siap memulai permainan ini.
γ
"Tenang Fe, kita sudah sering membahas ini. Kamu pasti bisa, gampang banget deh dan lagian gak bakal lama. Aku sengaja loh bilang kalau aku mau berangkat sendiri, jadi Hadi gak usah jemput. Nanti kamu bisa jadikan alasan kalau hari sudah malam dan kamu cukup capek setelah seharian di lapangan tadi. Jadi kamu bisa segera kabur dengan membawa mobil sendiri, enggak perlu di antar Hadi". Ujar Leya dengan yakinnya.
γ
"Hehhh", Feya menghembus nafas panjangnya. Sepertinya memang tidak ada pilihan baginya, cepat atau lambat semua akan terjadi, permainan akan dimulai.
γ
"Ya udah, aku akan datang tepat waktu nanti". Feya sekarang sudah pasrah untuk segera menjalankan perannya nanti malam.
γ
"Nah, gituh dong. Aku minta tolongnya sama kamu, aku percayakan semua sama kamu ya Fe". Ucap Leya sebelum mematikan saluran teleponnya.
γ
__ADS_1
γ