
HARI BERSAMA SAUDARA
🌹🌹🌹🌹🌹🌹
“Aku pulang ya “, Dave memeluk Feya lama. “Jangan khawatir, aku akan kembali empar hari lagi untuk menghalakan kamu “.
“Berjanjilah Dave “, Feya mendongak, matanya berkaca-kaca.
“Aku berjanji sayang, tunggulah aku. Bersabarlah Fe, tidak akan lama ya “. Dave mencoba memberi senyum terbaiknya pada Feya. Membujuk kekasih hatinya di tengah perasan kacaunya sendiri. Sejujurnya Dave sangat sulit untuk berpisah dari Feya. Tetapi, aturan tetap aturan. Dave berusaha menghormati keinginan calon mertuannya.
“Atau aku culik kamu saja Fe, kita nikah malam ini ?” Dave memiliki ide gila.
“Woyyyy....”, Leya datang memisahkan Feya dari pelukan Dave.
“Dengar ya Dave, aku cukup bersabar waktu Papa dan Mama minta aku mengalah dengan membiarkan kalian menikah duluan. Padahal kalau aku mau egois, kan bisa aku minta sama Papa supaya tanggal pernikahan kalian sama dengan aku dan Hadi. Kan tinggal sebulan lagi “, suara kesal Leya.
“Trus sekarang mau bawa Feya kabur, mau nikah malam ini ? Tidak boleh !” Leya menarik Feya ke belakang badannya, membuat jarak antara Feya dan Dave.
“Aku tidak izinkan !” Leya sungguh kesal.
“Masuk !” Leya menarik tangan Feya. “Dan kamu, pulang !” Telunjuk Leya ke wajah Dave.
__ADS_1
Feya patuh, berjalan dengan membiarkan Leya menarik tangannya. Membiarkan Dave pergi, pulang untuk meninggalkannya sementara.
Dan Dave, hanya tersenyum lucu melihat tingkah calon iparnya itu. Terlalu protektif, itu isi kepala Dave. Meskipun semua kata-kata Leya tersusun memarahi dirinya, tetapi Dave bisa melihat kalau semua itu hanyalah kedok. Dave lebih merasa kalau Leya sangat takut dirinya membawa Feya jauh, Leya belum siap berpisah dari wanita yang memiliki wajah sama persis dengannya.
“Baiklah Le, 4 hari ini bersenang-senanglah dengan kembaranmu ! Tapi, setelah itu aku minta maaf. Karena aku akan mendominasi kembaranmu, selamanya “. Dave melangkah memasuki mobil mewahnya. Tomo sudah menunggu di sana.
“Tom “. Mobil telah berjalan meninggalkan kediaman keluarga Maladi.
“Tolong jemput Mama dan si bungsu. Serta seluruh keluarga besarku !” Tomo melirik betapa bahagianya majikannya itu. “Dan tolong kamu siapkan semua isi kamar utama sesuai warna kesukaan Feya !”
“Ada lagi tuan “. Tomo tersenyum pada Dave melalui kaca kecil di atas setir mobil yang sedang di kemudiakannya.
“Bisakah kau membuat ranjangku besok menjadi sangat indah Tom ?” Tanya Dave penuh harap.
Mobil terus berjalan, Dave pulang dengan senyum lebar. Hatinya senang, hatinya sangat tenang. Setelah sekian lama, akhirnya Dave menemukan cinta sejatinya. Tempat dirinya akan berlabu dan hidup dalam kebahagiaan.
***************
"Leyaaaaaa ", suara kesal Feya pagi ini memenuhi sudut kamar wanita bermata biru gelap itu. Leya, si kembarannya itu sudah duduk manis sambil menarik selimut hangatnya. Mengajak dirinya untuk mandi, bersiap dan pergi. Leya ingin membawa kembarannya itu pergi ke salon, menyenangkan diri, bermalas-malasan sambil mempercantik diri. Setelah itu, berbelanja berbagai baju-baju terbaru, yang indah dan menggoda. Itu rencana Leya buat Feya.
"Aku mau tidur Le ", rengek Feya menarik kembali selimut hangatnya.
"Heh...calon manten. Kamu tidur-tidur saja kerjanya, ayo kita bersenang-senang. Kamu harus membuat Dave terpesona sampai mati padamu ". Sekali lagi Leya menarik selimut milik Feya. "Ayooooooo ", Leya menarik tangan Feya, memaksa kembarannya itu untuk bangun.
__ADS_1
"Iya, iya...jangan tarik-tarik, aku bangun ". Feya menguap, berjalan menuju kamar mandi.
Selang beberapa menit kemudian, Feya sudah siap. Leya menunggunya di ujung tangga lantai 1. Menarik tangannya dan membawanya langsung masuk ke mobil.
"Le, aku belum pamit sama Papa dan Mama, belum sarapan malah ". Feya nampak kesal. "Kamu itu kebiasaan deh. Setiap ada mau langsung paksa ".
"Gak boleh marah. Nanti jelek baru tahu rasa ". Leya acuh dengan segala kekesalan Feya.
"Papa dan Mama sudah tahu kok kalau aku ajak kamu bersenang-senang, dan mereka mengizinkan. Dan tentang makan pagimu, aku juga belum. Aku sengaja, soalnya aku pengen ajak kamu sarapan di luar. Pokoknya hari ini hingga 4 hari ke depan, kami milik aku ! Kamu saudara aku, aku mau habiskan hari sama kamu Fe ". Feya menatap wajah Leya lama, ada rona sedih di wajah cantik Leya terlihat oleh Feya.
"Le, sampai kapanpun aku milik kamu kok, hanya kamu saudaraku. Aku menikah dengan Dave bukan berarti kita putus hubungan. Aku dan Dave tetap tinggal di sini, Dave sudah membuatkan rumah masa depan untuk kami di Lestari 1. Kamu bisa berkunjung kapan saja ! Kita bisa ketemuan kapan saja ". Feya meletakkan tangannya di pipi Leya. "Kamu enggak akan pernah kehilangan aku, percayalah ".
"Fe....", Leya memeluk Feya. Lama mereka saling diam, saling berbagi perasaan sayang antar saudara, mengisi segala ketakutan akan rasa kehilangan dengan semua kebahagiaan terindah. Sampai kapanpun si kembar tidak akan berpisah.
"Jadi, kembaranku ini mau bawa aku kemana ?" Ucap Feya saat pelukan mereka telah terlepas.
"Ginih ". Leya langsung bersemangat. "Pertama kita cari sarapan ya ! Setelah itu ke salon terbaik langganan aku, terakhir memborong baju ".
"Baju, buat apa ?” Feya memasang wajah polos tidak mengerti sama sekali.
“Percuma aku jelaskan sekarang. Nanti saja ya Fe, yang jelas kamu tidak boleh bilang tidak !”
Jadilah pagi ini Leya sukses membawa kembaranya itu bermain bersamanya seharian. Wajah si kembar sama tersenyum bahagia. Keduanya senang dengan berbagai rencana yang akan mereka lalui bersama. Hari yang sangat berharga, hari di mana Leya bisa bersenang-senang bersama Feya, sebelum Dave resmi menjadikan Feya istrinya.
__ADS_1