TERJEBAK DALAM PERMAINAN SI KEMBAR

TERJEBAK DALAM PERMAINAN SI KEMBAR
Episode 113


__ADS_3

BERAKHIR SUDAH


🌹🌹🌹🌹🌹🌹


γ€€


Dan inilah Hadi sekarang, menangis bagai anak kecil di sudut sofa dobel tempat dirinya didudukan oleh Feya barusan. Bartender itu memang tidak bohong, dia memang memesankan taksi online untuk Hadi dan memastikan Hadi sampai dengan selamat di apartemen Leya.


γ€€


"Kau munafik, kau begitu menjijikkan. Tega membohongiku dengan belas kasihan ". Dengan sisa tenanganya Hadi berusaha memaki Feya.


γ€€


"Kasihan, kau pikir aku apa, ha ? Hingga kau senang mengasihaniku ?" Hadi memegang erat tangan kanan Feya. "Aku jatuh cinta padamu tapi kau malah membuat aku begitu hina ".


γ€€


"JAWAB !" Bentak Hadi pada Feya.


γ€€


"Sa, sayang...sakit ". Feya berusaha melepaskan gengaman Hadi di pergelangan tangannya. "Lepaskan, ini sakit !" Tapi Hadi tidak bergeming.


γ€€


"Sakit kau bilang ? Lantas bagimana denganku ?"Β  Hadi menarik paksa lengan Feya hingga mau tidak mau Feya mengeser diri hingga mendekat ke arah Hadi.


γ€€


"Kau mau kemana dengan tas besar itu ?" Hadi memaksa Feya menatap matanya.


γ€€


"Tidak kemana-mana sayang, sungguh ". Feya berusaha menyakinkan Hadi.


γ€€


"Jangan coba membodohiku lagi, kau sudah bosan denganku, bosan mengasihani aku. Jadi memilih kabur ke laki-laki lain. Iyakan ?" Hadi sengaja mengeraskan gengamannya di pergelangan tangan Feya.


γ€€


"Sa, sakit. Tolong lepaskan !" Feya mulai sedikit cemas.


γ€€


"Ini kau bilang sakit ? Lantas bagaimana dengan aku, apa kau pikir aku tidak sakit ? Kau wanita kurang ajar, sialan, kau tega sekali padaku selama bertahun-tahun ". Feya memaksa dirinya sekuat tenaga untuk menelan sulivanya sendiri, makian Hadi padanya telah membuat kecemasan Feya sudah berubah menjadi ketakutan.


γ€€


"Jangan begini, aku mohon ! Beri aku kesempatan menceritakan semuanya, aku bisa jelaskan ! Ini tidak seperti yang kamu lihat. Sungguh !" Feya berusaha menarik nafas panjang, tangannya mulai terasa dingin.


γ€€


"Kau milikku, hanya milikku ". Hadi memaksakan diri mendekatkan wajahnya ke wajah Feya. Refleks, dengan menggunakan tangan kirinya Feya mendorong dada Hadi menjauh.


γ€€


"Hadi sadar ". Feya benar-benar berusaha mendorong kuat dada Hadi. Walaupun semua tahu, itu hanyalah gerakan percuma saja. Hadi yang sudah mabuk sudah tidak bisa mengendalikan dirinya lagi, tubuhnya terlalu kuat bagi seorang Feya.


γ€€


"Hadi, aku mohon..... ", dan Hadi tidak memperdulikan betapa takutnya Feya saat ini.


γ€€

__ADS_1


***************


γ€€


Dave sudah hampir sampai di lantai apartemen Leya, entah kenapa setelah selesai membersihkan diri dan menganti baju dari noda kopi yang sengaja di tebarkan Hadi padanya. Pikiran Dave terus saja mengingat sosok Feya yang di kenalnya sebagai Leya.


γ€€


Firasatnya menyatakan ada yang tidak beres, tapi otaknya tidak mampu menjelaskan apakah gerangan hal tersebut. Yang jelas Dave sangat yakin kalau dirinya harus segera sampai di apartemen Leya, secepat kilat.


γ€€


Tinggggg......


Pintu lift terbuka, Dave berlari sekuat tenaga ke nomor apartemen Leya, satu belokan ke kanan dan Dave pun sampai.


γ€€


"Jangan...jangan Hadi ". Dave berhenti sesaat padahal hanya tinggal beberapa langkah lagi. Suara ketakutan Feya sontak membuat darahnya mendidih.


γ€€


"To.....", entah bagaimana suara Feya tiba-tiba hilang seketika.


γ€€


Dave membesarkan bola matanya, pintu apartemen Leya yang tidak tertutup menyuguhkan pemandangan di luar prediksinya. Hadi sedang terduduk di atas tubuh Feya tepat di atas sofa ruang tamu sambil menutup rapat mulut wanita cantik itu. Entah apa yang sedang berputar di dalam kepala Hadi yang nampak jelas sangat kacau, dengan tampang lusuh, mata sembab dan kondisi mabuk berat.


γ€€


"Kau.... ", Dave menarik bagian belakang bahu Hadi, menjauhkannya dari Feya. Hadi memberontak, berusaha melepaskan diri dari Dave.


γ€€


"An***g kau... ". Teriak Hadi marah. "Kau menganggu aku dan tunanganku saja ". Hadi berusaha memukul Dave. "Aku ingin bercinta denganya\, kau mau apa setan ?"


γ€€


γ€€


Sambil mengelap tetesan merah yang berasal dari sudut bibirnya, Hadi masih memyempatkan diri mengejek Dave. "Kenapa kau marah, ha ? Dia tunanganku, aku bebas mau ngapain aja, termasuk mau tiduri dia ".


γ€€


"Kesabaranku sudah habis ", sekali lagi Dave menjangkau Hadi, memaksanya berdiri dan menghadiahkan satu bogem mentah di perut Hadi.


γ€€


"Aaaaggggkkkhhhhh.... ", Hadi merintih kesakitan saat tubuh mabuknya kembali jatuh di atas karpet ruang tamu Leya dengan tangan yang tanpa sengaja menyentuh keras gelas berisi lemon hangat, yang tadi sempat di buatkan Feya untuknya.


γ€€


Pranggggkkkk...serpihan gelas jatuh berderai.


γ€€


Mendengar suara kesakitan Hadi dan suara pecahan kaca, Feya tersadar dari ketakutannya tadi. Hadi, si calon kakak iparnya telah membuat Feya menangis kecewa. Sungguh dalam alam mimpi apapun Feya tidak pernah menyangka semua akan berakhir setragis ini, hasil permainan perannya akan sekacau ini. Hadi mabuk dan mengamuk, memaksa Feya menerima ciumannya. Hadi terus memaki dirinya dan menyudutkannya hingga...hingga....


γ€€


Feya mengeleng, "sudah, sudah, hentikan ". Suara Feya terdengar bergetar.


γ€€


Dave berjalan ke arah sofa tempat Feya duduk tersudut dengan sisa air mata di wajah cantiknya. Wajah Feya terlihat pias.

__ADS_1


γ€€


"Ada aku, ada aku...jangan takut ya ". Dave memeluk tubuh Feya yang ternyata gemetaran di sudut sofa. Feya segera membenamkan wajahnya di dada Dave.


γ€€


Hadi yang sedang berkelung kesakitan melihat bagaimana nyamannya Feya berada dalam pelukan Dave. Jangan di tanya bagaimana besarnya rasa cemburu Hadi, hatinya terluka bahkan mungkin kadar lukanya lebih dalam dari kesakitannya saat ini. Hadi tidak bisa terima, wanita yang di dalam pikirannya adalah tunangannya itu sedang menyembunyikan wajahnya dalam dada bidang lelaki lain.


γ€€


Lama Feya berdiam di dalam pelukan Dave, sampai... "Dave, dia..dia ". Feya berbicara tidak jelas di dada Dave. "Dave, aku. Aku ini.... ".


γ€€


"Shiiittt....", Dave mengelus punggung Feya. "Jangan bicara dulu, kamu tenang dulu ya. Jangan takut ya ".Β  Dave mengecup kening Feya dalam. "Sudah, tidak apa-apa lagi ".


γ€€


Hancur sudah pengharapan Hadi pada cinta sucinya, melihat sosok wanita yang dikiranya adalah sang tunangan ada dalam pelukan laki-laki lain. Begitu erat mereka berbagi, begitu intens si lelaki mencium kening tunangannya. Harga diri dan cinta Hadi seakan musnah sudah. Hilang sudah impiannya hidup berbahagia bersama kekasih hatinya, tanpa berpikir panjang. Hadi mengapai pecahan kaca yang berasal dari gelas dia atas meja.


γ€€


Entah apa yang merasuki benak Hadi, tanpa ragu dirinya berencana mengakhiri hidup sendirinya.


γ€€


"Aku tidak akan melepaskanmu kecuali nyawaku sendiri yang melepaskanmu, aku...", suara Hadi berhenti. Feya cepat melepaskan diri dari pelukan Dave dan mencari keberadaan calon kakak iparnya itu.


γ€€


"Ya Tuhan, Hadiiiiii ". Jerit Feya mendapati Hadi terduduk tidak berdaya mengarah ke anak tangga lantai 2, baju Hadi bersimpah darah dan wajah Hadi mulai putih tidak berdarah.


γ€€


***************


γ€€


Hayoooo pasti kaka-kaka readers yang budimam pada kezel auto ngemeskan ma author, heheheheπŸ˜…βœŒ


Pas lagi seru-serunya, pas lagi deg-degannya sampe tingkat dewa. Ehhh..malah berhenti ceritanya.


γ€€


Hehehehehe......


γ€€


Ihhh, masih sempat cekikikan lagi kamu tor, pasti itu yang kaka-kaka readers rasakan dalam hatinya saat ini.


γ€€


Maaf ya kaka-kaka readers budiman yang paling author sayangi, tapi si kembar untuk hari ini sampe sini dulu. Kita lanjutkan kamis lagi, insyaallah.


γ€€


Lah.....lama amat tor, sengaja ya mau buat penasaran, sampe berhari-hari gituh ?


γ€€


Wkwkw....enggak kok kaka-kaka semua, sumpah.


γ€€


Jadi see you di up berikutnya ya kak, terima kasih atas kesetiaan kaka-kaka semua sama novel author ini. Sehat selalu kaka dan jangan lupa berbahagia πŸ™

__ADS_1


γ€€


γ€€


__ADS_2