
FLASHBACK
πΉπΉπΉπΉπΉπΉ
γ
Leya lagi sama siapa sih? Kok kayaknya akrab banget? Dave masih berusaha mengenali sosok lelaki yang tengah berdiri dihadapan Leya. Sayang, Dave bukanlah tipe orang yang dapat dengan mudah mengenali orang lain hanya dari punggungnya saja. Terlebih Dave baru beberapa hari di Negara ini, di Kota ini. Jadi bisa dipastikan usahanya untuk mengenali si pemilik punggung tidak serta-merta berhasil, sosok lelaki itu masih menjadi misteri baginya.
γ
Hadi mulai mendekatkan bibirnya ke arah Feya, perlahan sangat perlahan.
γ
Heyyyy..laki-laki itu mau ngapain coba? Dave membesarkan bola matanya menyaksikan gerakan pelan dari sosok pemilik punggung yang masih menjadi misteri baginya.
γ
Gerakan pelan si lelaki di depan pintu apartemen Leya sempat terhenti. Terjadi dialog antara sepasang anak manusia itu.
γ
Dia gomong apa ya sama Leya? Dave sangat penasaran. Bagus aku samperin aja deh. Mana tau tuh orang punya niat enggak baik.Β Dave merasa harus mendekat ke arah apartemen Leya.
γ
Dan.....selanjutnya, Dave melihat bagaimana Feya yang di kenalnya sebagai Leya sedang memejamkan matanya, hingga mulai mendekatkan wajahnya pada sosok si lelaki.Β Apa-apaan...
γ
Dave kesal, tangannya mulai menggengam kuat.
γ
Berlanjut, saat ini mata Dave disuguhkan pemandangan yang langsung membuat emosinya meluap. Feya yang di kenal Dave sebagai Leya itu, terlihat perlahan, terus mendekatkan bibirnya ke arah sosok lelaki misterius. Terlihat Feya akan membalas. Ralat, akan berpartisipasi dalam adegan itu. Ya, itulah yang disimpulkan oleh mata Dave saat ini.
γ
Ku-kurang ajar. Jika di awal Dave merasa kesal, maka berbeda dengan saat ini. Sekarang Dave marah, sangat marah. Saking besarnya amarah itu, Dave sanggup memukul apa pun yang ada didepannya, amarah sudah memenuhi hatinya dan menjalar tepat ke puncak ubun-ubunnya.
γ
"Akan kuhajar lelaki itu, berani sekali dia". Dengan tangan tergenggam kuat, amarah memuncak, hati yang tidak senang. Dave pun melangkah, mendekati Feya dan Hadi, berencana menghajar Hadi habis-habisan. Menjauhkan bibir Hadi dari Leya, ya..begitulah rencana Dave saat ini.
γ
Dave melangkah dengan pasti, amarah telah membutakan hatinya. Dia tidak suka, entah kenapa? Dave belum sampai pada tahap berpikir, apa gerangan penyebab amarahnya. Yang jelas, saat ini dia harus menghajar lelaki misterius itu, cukup sampai di situ dulu.
__ADS_1
γ
Tunggu, tunggu..Dave tunggu. Jangan macam-macam kamu. Ada sisi lain selain rasa marah di dalam hatinya, sukses menghentikan langkah Dave.
γ
Memang dia siapa kamu, haaaaa? Mikir, mikir Dave ! Dave diam, menunduk.
γ
Pacar? Tunangan? Istri? Bukaaaan Dave. Hatinya terus mengajak Dave berdiskusi.
γ
Tunangan orang? Itu baru benar. Dave tersadar.
γ
"Sial, sial". Maki Dave kesal. Perlahan dirinya membalikan badan, membatalkan niatnya untuk menghajar sosok lelaki misterius di depan pintu apartemen Leya. Membuang keras keinginannya memukul lelaki yang dianggap Dave sangat tidak tahu diri itu.
γ
Tetapi kemarahan telah terlanjur memenuhi kepalanya, memang sedikit mereda. Tetapi belum hilang semua, hingga Dave melihat sebuah kotak sampah terbuat dari aluminium, tidak terlalu tinggi. Hanya beberapa centimeter di bawah lututnya.
γ
γ
Malang bagi si kotak, berguling ke sana kemari sambil mengeluarkan semua isi di dalam kotaknya, lengkap dengan beberapa penyokan di sana sini.
γ
"A-Apa itu? Suara Feya yang terdengar sedikit takut membuat Dave sadar, kembali ke dunia nyata.
γ
"Gawat, apa yang sudah aku lakukan?" Dave berlari cepat. Menjauh, tersadar kalau dirinya telah melakukan suatu kesalah. Entah kemana di simpannya tadi akal pikirannya. Yang jelas sekarang Dave merasa menyesal. Dengan sangat keras, Dave terus menekan tombol lift, lift terbuka, Dave menekan tombol paling bawah. Dia harus segera sampai keparkiran.
γ
Setalah memastikan sang tunangan yang tidak lain adalah Feya yang tengah bermain peran, masuk dan menutup pintu. Hadi langsung mencari asal suara keributan, bunyi keras yang sudah menganggu acara romantisnya bersama wanita yang di pikir Hadi adalah tunangannya.
γ
Ulah siapa ini? Hadi melihat sumber keributan yang ternyata berasal dari kotak sampah yang telah penyok di sana sini lengkap dengan isinya yang telah bertebaran. Apa maksudnya ini? Ini pasti di sengaja. Hadi penasaran.
γ
__ADS_1
Hadi melihat ke kanan dan ke kiri, tidak ada siapa pun, hanya dirinya sendiri. Siapa pelakunya. Lift tengah bergerak turun ke bawah.Β Bastmant, pasti pelakunya.
γ
Cepat, Hadi memaksa pintu lift yang lain terbuka, menunggu, menunggu dan tetap belum terbuka. Karena rasa penasaran yang teramat sangat, Hadi memilih turun melalui tangga darurat.
γ
Awas saja kalau sampai ku temukan pelakunya. Dengan hati kesal dan rasa penasaran, Hadi berlari menuruni tangga menuju bastment.
γ
"Ayo jalan!" Perintah Dave pada Tomo.
γ
"Sudah tuan? Kok sebentar?" Tomo heran melihat sang tuan sudah berada di dalam mobil kembali.
γ
"Jalan, jalan". Dave mulai meninggikan suaranya pada Tomo.
γ
Ini tuan kenapa? Tadi turun wajah senang, sekarang balik wajah kesal. Pake bentak lagi.
γ
"Baik tuan". Jawab Tomo dalam kebinggungannya.
γ
Hadi tertunduk sambil memegang kedua lututnya, dia sedang berusaha mengatur nafasnya yang tadi sempat tersengal-sengal akibat berlari menuruni puluhan anak tangga.Β Gila, capek banget.Β Hadi masih berusaha mengatur nafasnya agar kembali normal.
γ
Beberapa menit kemudian, Hadi sudah merasa tenang kembali. Nafasnya sudah berembus secara teratur, Hadi pun langsung berlari ke arah pintu keluar parkir. Memperhatikan sekeliling, melihat dengan seksama ke arah kanan, kiri, depan belakang, semua penjuru.
γ
Mobil Dave yang dikemudikan oleh Tomo telah berjalan jauh meninggalkan area parkir dan telah masuk ke tengah keramaian jalan raya.
γ
Kosong, tidak ada pergerakan apa pun di bawah sana. Hanya dirinya sendiri yang tengah berdiri bersama berbagai jenis kendaraan tanpa pemiliknya. "Sialllll...cepet banget tuh orang". Upat Hadi kesal atas kegagalannya mencari.
γ
__ADS_1
γ