TERJEBAK DALAM PERMAINAN SI KEMBAR

TERJEBAK DALAM PERMAINAN SI KEMBAR
Episode 157


__ADS_3

MEMIKIRKAN DIA


๐ŸŒน๐ŸŒน๐ŸŒน๐ŸŒน๐ŸŒน๐ŸŒน


ใ€€


Feya terduduk di apartemennya, dirinya baru saja selesai membersihkan dapur dari kegiatan memasaknya beberapa waktu tadi.


ใ€€


Pikiran Feya mulai menggodanya untuk menekan nomor telepon Dave. Suara hatinya mengatakan hanya dengar suaranya saja, itu sudah cukup !


ใ€€


Feya memutar-mutar handphonenya. Menimbang baik dan buruk tentang ide di dalam kepalanya.


ใ€€


โ€œApa gak papah aku telepon ya ?โ€ Berbicara pada layar hitam handphonenya.


ใ€€


โ€œApa Dave gak anggapa aku aneh gituh ? Katanya butuh waktu seminggu untuk mikir. Ini,baru juga 3 hari sudah galau sendiri โ€œ. Feya menggelengkan kepalanya.


ใ€€


Sebuah hembusan nafas panjang, akhirnya Feya memutuskan membatalkan keinginan terdalamnya untuk menghubungi Dave. Perasaan takut dan perasaan galau, akhirnya Feya memilih memasrahkan semua.


ใ€€


โ€œSemoga kamu bisa merasakan, betapa aku merindukanmu Dave โ€œ, ucap Feya pelan dan melangkah menaiki anak tangga, Feya memilih masuk ke dalam kamarnya.


ใ€€


***************


ใ€€


Detik berlalu, menit terus berjalan seiring putaran arah jarum jam. Hingga sampailah pada hitungan jam, dan lihatlah sosok gadis cantik bermata biru gelap itu, sudah lebih satu jam Feya hanya sibuk membolak balik buku bacaan di dalam pangkuannya. Sambil bersandar di kepala ranjang, Feya hanya asyik membaca asal. Entah pada apa, yang jelas hanya melihat dan membaca sepintas, seakan bukan hal penting dan hanya pengalih perhatian yang ternyata juga gagal.


ใ€€

__ADS_1


โ€œAh....โ€, Feya menatap lembar buku yang tebalnya melebihi jilid kamus terjemahan bahasa asing itu, bisa nyaris selesai di bacanya.


ใ€€


โ€œIni buku cerita apaan coba ?โ€ Feya malah bertanya heran sendiri.


ใ€€


โ€œIhhh....aku ini kenapa sih ?โ€ Feya menutup keras buku di tangannya kesal.


ใ€€


โ€œHampir jam 10, bagus tidur aja deh โ€œ. Merasa gagal dengan keinginan hatinya yang sebenarnya.


ใ€€


Feya memposisikan bantal yang tadi di pakai sebagai penyangga tubuhnya untuk menjadi bantal di bawa kepalanya.


ใ€€


Dengan posisi tubuh lurus, mata menatap langit-langit. Feya sedang sibuk merangkai perasaannya 3 hari terakhir ini.


ใ€€


ใ€€


Feya cepat membalikkan badannya ke sisi kanan.


ใ€€


โ€œApa iya Dave ?โ€ tanya Feya pada tembok di depan matannya.


ใ€€


โ€œTuan Dave pasti sangat cinta sama Ibu, sampe bisa begitu marahnya sama Monternio โ€œ. Suara Menik sekarang berputar di memori Feya.


ใ€€


โ€œKalau cinta kenapa iyain aja syarat dari aku gak usah pake komunikasi โ€œ. Aku kesal sendiri masih dengan menatap dinding di depan mataku.


ใ€€

__ADS_1


โ€œSeharusnya tetap nekad dong, gak tahu apa aku kangen ?โ€ Masih marah pada Dave.


ใ€€


โ€œIhhhh, Dave..... โ€œ, gumam kesal sambil memeluk guling. โ€œKamu itu..... โ€œ,


ใ€€


Suara gumaman Feya mendadak berhenti, teralihkan dengan bunyi bel di pintu apartemennya. Feya ragu, jarum jam di dinding kamarnya memberitahukan kalau ini sudah cukup malam. Bukan jam tamu bagi orang yang bukan keluarga. Dan jelas keluarganya tidak ada yang menghubungi untuk memberitahukan bahwa siapapun itu, mereka berencana mampir ke rumahnya malam ini.


ใ€€


Satu suara bel berlalu, Feya menelan ludah dalam bingung.


ใ€€


Suara bel kedua, dan Feya tetap tidak berniat membukakan pintu.


ใ€€


Hingga bunyi bel ketiga, Feya duduk bersila dan berusaha memasang telinga baik-baik. โ€œSiapa ya malam-malam gini ? Apa aku buka saja, mana tahu penting ?โ€ sambil berpikir. โ€œTapi... ?โ€ Ragu sendiri.


ใ€€


Beberapa detik berlalu, ternyata si tamu yang tadi sibuk menekan bel di pintu depan apartemen Feya sepertinya sudah berlalu. Feya merasa tidak lagi menemukan tanda-tanda keberadaan siapapun itu orangnya. Suasana kembali senyap, sunyi seperti awal, seperti hatinya.


ใ€€


Feya masih duduk bersila di atas ranjang, baru saja berencana kembali ke posisi awal, tidur seperti rencana awal.


ใ€€


Tetapi mendadak Feya merasa ada yang salah. Entah berkhayal atau memang nyata, Feya merasa matanya menemukan gerakan pelan di gagang pintu kamarnya.


ใ€€


Glekkk...


Feya menelan air ludahnya. Perasaannya mulai gelisah, asa pertanda tidak benar di depan pintu kamarnya.


ใ€€

__ADS_1


ใ€€


__ADS_2