
SITUASI TRAGIS (2)
πΉπΉπΉπΉπΉπΉ
γ
"Lama menunggu ?" Dave mendapati Hadi telah duduk sambil memainkan handphonenya di sudut kafe tempat mereka janjian. "Maaf, ternyata butuh waktu bagiku untuk menemukan tempat ini ". Cerita Dave jujur.
γ
"Ooh, tidak masalah kok. Aku justru baru saja sampai. Mungkin beda 4 atau 5 menit saja darimu ". Hadi mempersilahkan Dave duduk.
γ
"Sendiri ?" Tanya Hadi setelah menyadari tidak ada sosok Tomo, si sekretaris Dave bersamanya seperti biasa.
γ
"Iya ". Jawab Dave singkat.
γ
"Mau minum apa ?" Hadi merasa ada aura keseriusan di wajah Dave.
γ
"Kopi hitam saja ", jawab Dave sambil meletakkan handphonenya di atas meja.
γ
Sesaat kemudian pramusaji datang untuk mencatat pesanan dari Hadi dan Dave. Sambil menunggu minum pesanan masing-masing datang Hadi dan Dave terlihat membahas perkembangan hasil pekerjaan perusahaan Hadi di kawasan kondominium milik Dave. Andai ada yang mengenali kedua lelaki tampan ini, pasti bisa di tebak kalau percakapan mereka ini hanyalah basa-basi saja. Sekedar pembahasan tidak penting yang tidak ada hubungannya dengan penyebab mereka janjian bertemu sore ini.
γ
Tidak berlangsung lama, tepat setelah pramusaji membawakan pesanan Hadi dan Dave selesai. Maka pembicaraan serius pun di mulai.
γ
"Jelas bukan tentang hasil pekerjaanku yang ingin kita bahas hari ini ?" Tebak Hadi langsung sambil meneguk green tea latte pesanannya.
γ
"Bukan ", Dave menarik nafas dalam.
γ
"Lantas ?" Hadi meletakkan gelas minumnya kembali ke atas meja.
γ
"Ini tentang Leya ". Dave kembali menarik nafas dalam.
γ
"Maksudnya ?" Mendengar nama sang tunangan, Hadi merubah posisi duduknya menjadi serius.
__ADS_1
γ
"Kamu benar-benar mencintai Leya ?" Dave menatap mata Hadi, sedang berusaha mencari jawaban terjujur yang ada di balik mata hitam pekat itu.
γ
"Tentu saja ", jawab Hadi cepat. "Sepenuh jiwaku, Leya adalah nyawaku ".
γ
"Bagaimana dengan Leya ?" Hadi mengerutkan keningnya dengan pertanyaan Dave barusan.
γ
"Leya mencintai aku. Kami akan segera menikah ". Suara Hadi terdengar tegas dan menyakinkan.
γ
"Kamu yakin ?" Dave malah meragukan jawaban tegas Hadi tadi. "Seberapa kenal kamu sama Leya, Di ?"
γ
"Maaf Dave, tapi aku ngerasa kamu agak lancang deh ". Sekarang Hadi terlihat kurang nyaman berbicara bersama Dave.
γ
"Ya aku tahu, aku pun sudah berpikir sampai ke situ. Kamu pasti tidak akan senang dengan pokok bahasan kita ". Dave berusaha terlihat santai. "Tapi Di, semua ini harus di selesaikan saat ini juga ! Demi kebaikan kamu dan Leya ".
γ
"Baiklah, silahkan kamu bicara ! Tapi tolong langsung ke pokok pembahasan, jangan muter-muter. Tu de poin aja !". Hadi seakan sudah tidak sabar
γ
γ
"Kamu mencintai gadis bermata biru terang itu, ya aku percaya itu. Aku bisa melihat ketulusan cintamu padanya. Tapi aku tidak melihat sebaliknya ". Rahang Hadi mengeras mendengar penuturan Dave barusan.
γ
"Leya selama ini hanya menutupi perasaannya yang sesungguhnya padamu dengan berpura-pura manja dihadapanmu, padahal sebenarnya dia cukup menderita menjalankah hari bersamamu, sebagai tunanganmu ". Dan sekarang tidak cuma rahang Hadi yang mengeras, tangannya pun sudah terkepal kuat.
γ
"Tuan Dave, saya rasa omong kosong anda sangat tidak beralasan. Maaf saya harus pergi, saya masih ada pekerjaan penting di proyek kondominium anda tuan. Saya tidak mau membuang waktu percuma dengan cerita halu anda ". Hadi bersiap berdiri sambil mengontrol emosinya, Hadi benar-benar sedang berjuang menahan gejolak amarahnya yang siap meledak setelah mendengar semua penuturan Dave barusan. Rasanya Hadi sangat ingin memukul muka Dave sampai lelaki itu tidak bisa berbicara lagi.
γ
Ohh, shittt...... rasanya aku sangat ingin menonjok mukamu Dave. Hadi
γ
"Aku pernah membawa Leya yang nyaris pingsan hampir 2 minggu yang lalu ke Klinik pengobatan. Kejadiannya tepat di saat kalian sedang makan malam bersama. Leya di diagnosa alergi makanan. Dan itu berasal dari makanan olahan daging ". Penjelasan Dave sukses membuat Hadi mendudukkan kembali bokongnya di kursi.
γ
__ADS_1
"Heh, konyol. Jelas itu tidak mungkin. Kau pikir aku bisa percaya ? Leya memang pecinta olahan daging ". Hadi menarik sudut bibir kirinya sebagai bentuk ejekannya pada Dave.
γ
Tapi itukan kejadiannya saat dimana Leya mendadak pergi hingga membuat aku nyaris merobohkan restoran waktu itu. Tapi menurut Leya semua itu karena Feya. Feya meneleponnya dan mendesaknya untuk bertemu. Di dalam hatinya Hadi sedikit ragu.
γ
"Tomo saksinya, terserah mau percaya atau tidak. Yang jelas aku semalaman menungguinya di kamar apartemenya. Leya terlalu lemah malam itu ". Hadi mulai tersulut emosi.
γ
"Kurang ajar kau Dave, apa yang kau lakukan di apartemen tunanganku ?" Hadi membesarkan bola matanya tangannya sudah siaga ingin terbang ke wajah Dave.
γ
"Tidak ada, aku hanya menjaganya saja. Dia bahkan tidak bisa mengerakkan badannya sendiri, terlalu lemah ". Dave menyipitkan kedua matanya.Β Itu yang namanya cinta ?
γ
"Kau jangan macam-macam denganku !" Hadi mulai mengancam Dave.
γ
"Kemudian kau bilang Leya suka suasana pesta, Leya suka dunia glamor dan desain interior megah, tapi realitanya Leya bukan ratu dansa, dia suka suasana alam dan dia sangat mencintai desain klasik. Leya begitu senang saat aku membawanya berpetualang di alam bebas. Dia berlarian ke sana kemari bagai anak kecil mendapat mainan baru. Dia sibuk menarikku ke semua arah demi bisa mengabadikan spot foto terbaik dengan suasana alam yang asri ". Dave tersenyum bangga dengan semua pengetahuannya tentang Leya.
γ
Braaaakkkkggghhhh......
"Kurang ajar kau Dave. Beraninya kamu pergi bersama Leya di belakangku ". Hadi mengebrak keras meja tempat mereka duduk. Tidak puas dengan itu, dari posisinya berdiri Hadi dengan sengaja menarik kerah kemeja Dave. Hadi benar-benaf kalaf.
γ
"Leya mencintaiku dan aku mencintainya. Lepaskan dia, dia layak bahagia dengan perasaan cinta yang sesungguhnya bukan karena kasihan seperti yang di rasakannya padamu !" Dave bukannya takut dengan amarah Hadi, dia malah semakin menjadi memberikan penjelasan sesuai sudut padangnya pada Hadi.
γ
Semua mata memandang ke arah dua lelaki tampan yang sedang terlibat suasana panas itu, situasi mulai tragis, suasana mulai tidak kondusif.
γ
"Jangan mimpi kau kurang ajar ". Hadi sadar semua mata sedang mengamati mereka, tetapi dirinya tidak sudi melepaskan cengkeramannya di kerah kemaja Dave.
γ
"Aku pernah mencium bibir manis Leya dan Leya menyukai itu ". Habis sudah kesabaran Hadi, tanpa berpikir panjang dengan satu tangan Hadi menjangkau gelas kopi Dave dan menumpahkan isinya sekuat tenang ke arah wajah Dave. Air berwarna hitam itu bertebaran kemana-mana tidak hanya wajah Dave saja, bahkan baju Dave pun ikut ternoda.
γ
Seorang pramusaji dengan seragan merah hitam berlari ke meja Dave dan Hadi. Sejenak perbuatan Hadi yang sedari tadi menarik rasa penasaran para pengunjung kafe membuat suasana mulai rusuh. Hadi di tarik paksa oleh si pramusaji agar melepas cengkeramannya dari kerah baju Dave, si pramusaji berusaha melerai dan membuat Hadi keluar dari kafe, Hadi menjadi tontonan semua mata. Mereka tidak tahu apa yang telah terjadi, tetapi mereka mencela perbuatan Hadi terhadap Dave. Sekilas terlihat Dave adalah korban dari amarah Hadi.
γ
"Leya milikku, hanya saat aku mati saja aku akan melepaskannya, kau dengar sialan ? Hanya saat aku mati saja !". Teriakan Hadi membuat seisi kafe terus mengeleng heran memandang kepergiannya. "Aku tidak akan melepaskannya ".
__ADS_1
γ
γ