TERJEBAK DALAM PERMAINAN SI KEMBAR

TERJEBAK DALAM PERMAINAN SI KEMBAR
Episode 91


__ADS_3

IMUT


🌹🌹🌹🌹🌹🌹


γ€€


Feya menarik Dave ke sisi kanan hamparan bunga warna warni yang terpampang luas di depan mereka. "Ke sana ke sana ". Rengek Feya pada Dave.


γ€€


"Iya boleh, tapi pelan-pelan aja jangan lari gituh ". Dave tersenyum melihat sikap kekanak-kanakan Feya. Baru kali ini Dave melihat sisi lain seorang Feya yang tidak pernah terpikir bisa seimut itu.


γ€€


"Kita foto di sana ya ?" Feya sibuk menunjuk deretan bunga dengan warna menyala tepat di depan mereka. Sangat indah, walaupun sebenarnya bunga tersebut adalah bunga liar. Tetapi karena penataan dan perawatan langsung dari ahlinya, deretan bunga itu bisa membuat semua mata terpana. Memang benar-benar cantik.


γ€€


"Hehehehe ". Feya cekikikan saat melihat wajah Dave di layar handphonenya. "Kok gituh wajahnya sih ?"


γ€€


"Terus maunya kamu gimana ?" Dave balik bertanya.


γ€€


"Yang cute gituh dong, biar gantengnya nampak ! Kita ulang ya ". Feya kembali meminta Dave memegang handphone miliknya, mereka melanjutkan berselfi ria dengan latar taman bunga.


γ€€


"Bagus ". Feya duduk di depan Dave pada bangku yang rendah. Bersandar pada Dave, sedang Dave duduk di bangku yang lebih tinggi tepat di belakang Feya. Dagu Dave tepat di atas kepala Feya dengan tangan terjulur di atas kedua bahu Feya sambil memegang handphone Feya. Mereka sedang sama-sama melihat hasil jepretan foto selfi tadi.


γ€€


Kalau ada yang melihat Feya dan Dave saat ini, maka bisa di pastikan semua orang akan berpikir mereka adalah sepasang kekasih. Gerak gerik mereka begitu pas, mereka sangat serasi.


γ€€

__ADS_1


"Ini bagus. Kirim aku ya ". Sebuah foto dimana Feya tersenyum lepas membuat jantung Dave berdegub kencang.Β Cantik.


γ€€


"Boleh, nanti aku kirim ". Feya mengiyakan.


γ€€


"Yang ini juga ya ". Foto Feya dan Dave berdiri bergandengan tangan tepat di tengah hamparan mawar putih, foto ini sukses di ambil oleh seorang remaja yang kebetulan lewat. Dave meminta tolong pada remaja tersebut.


γ€€


"Lucu yah ?" Komentar Feya saat melihat foto tersebut.


γ€€


"Iya, kamu imut ".


γ€€


"Idih, kamu itu kayak yang ngerti imut itu apa aja ?" Feya mendongan ke arah Dave.


γ€€


γ€€


"Aduh ". Feye mengusap-usap keningnya yang sakit.


γ€€


"Maaf, aku enggak ada maksud apa-apa. Aku cuma terbawa suasana. Maafin aku ya ". Dave juga mengusap keningnya yang terasa sakit.


γ€€


Feya hanya diam, dirinya tidak tahu harus berbuat apa. Suasanan mendadak canggung.


γ€€

__ADS_1


"Sudah sangat sore, kita kembali ya ?" Dave berdiri dari bangku tempatnya duduk dan mengajak Feya.


γ€€


Feya tetap diam, namun dia patuh mengikuti langkah kaki Dave.


γ€€


Dave kembali fokus mengemudikan mobilnya kembali ke jalur padat jalan raya, mereka kembali ke Kota, kali ini Dave masih punya kejutan lain untuk menutup malamnya bersama Feya.


γ€€


"Ke-kenapa kita ke hotel ". Sepanjang jalan Feya hanya diam, memilih membisu demi menjauhi bertatapan demgan Dave. Pikirannya sedang kacau, hatinya sedang galau. Hingga satu jam lebih perjalanan hanya di laluinya dalam lamunan. Dan saat mobil telah di parkirkan oleh Dave, Feya baru sadar dimana mereka sekarang.


γ€€


"Ini hotel tempat aku nginap. Kamu jangan takut, aku enggak punya niat jelek sama kamu. Aku bawa kamu ke sini supaya kamu bisa mandi dan bersiap. Aku masih punya satu kejutan lagi buat kamu, sebuah tempat yang akan kita tuju buat makan malam ". Jelas Dave kemudian.


γ€€


"Kenapa kesini, kok nggak ke tempat aku saja ?" Feya sedikit ragu.


γ€€


"Apartemen kamu jauh, kan kita mau segera berangkat. Karena cuma mandi saja, kenapa malah harus menempuh jarak yang jauh ?" Dave senyum pda Feya.


γ€€


Ya ampun, senyumnya buat aku tambah kacau aja.


γ€€


"Aku janji kita hanya mandi saja. Aku enggak akan aneh-aneh, aku janji ". Dave mengangkat jari telunjuk dan tengah tangan kanannya tinggi.


γ€€


"Ya, ya udah kalau gituh ". Feya pun merasa percuma untuk berdebat lebih lama lagi.

__ADS_1


γ€€


γ€€


__ADS_2