TERJEBAK DALAM PERMAINAN SI KEMBAR

TERJEBAK DALAM PERMAINAN SI KEMBAR
Episode 63


__ADS_3

KUNJUNGAN DI MALAM HARI (2)


🌹🌹🌹🌹🌹🌹


 


Feya terlihat tengah berpikir, dengan kaki bersila di atas sofa, mata yang menatap lurus ke arah televisi yang tengah menayangkan adegan lucu pada film komedi yang tengah di tontonnya. Tetapi sayangnya pikiran Feya sedang tidak fokus pada siaran televisinya itu.


 


Entah bagaimana hatinya merasa sedih saat ini, dirinya sedang teringat pada Leya. Tontonan lucu itu pun tidak bisa menghibur dirinya. Apa aku terlalu keras pada Leya? Feya sedang menimbang-nimbang sekarang. Apakah enggak kenapa-napa aku mengabaikan teleponnya tadi? Gak angkat. Feya terus saja berpikir.


 


Tapi kalau enggak aku gituin, Leya enggak bakal ngerti. Sekali waktu dia memang harus di kasih pelajaran, agar tidak egois. Ahhh, tidak apa-apa, hanya untuk malam ini saja. Besok pagi aku akan menghubunginya. Feya akhirnya yakin dengan keputusannya mengabaikan telepon Leya tadi.


 


Maaf la Le.....


 


**********


 


Jarum pendek pada jam dinding sudah hampir mendekati angka 9, hanya tinggal 10 menit lagi, maka waktu malam ini akan pas berputar di pukul 9 tepat.


 

__ADS_1


Tidak bisa dibohongi, Feya sudah mulai merasa bosan dengan tontonannya. Film komedi yang di awal menjadi peneman dirinya menunggu malam tiba telah lama selesai. Sekarang Feya telah beralih ke film action, tetapi sayangnya itu bukanlah film yang menarik bagi Feya. Sesekali Feya mengganti siaran televisi, mencoba mencari tontonan lain yang mungkin bisa sesuai harapannya. Tetapi tetap saja, Feya masih merasa bosan.


 


Ahh, jam berapa sih Dave mau datang? Ternyata inilah penyebab kenapa Feya mulai merasa bosan, karena sebenarnya dirinya sudah mulai bosan menunggu kedatangan Dave yang belum juga tiba. Apa aku telepon aja ya? Terlintas sebuah solusi untuk kebosanannya sedari tadi.


 


Sesaat kemudian, jangan ah...malu-maluin aja. Nanti apa coba yang Dave pikir tentang aku? Dan Feya menolak solusinya sendiri.


 


"Sudahlah, mungkin dia sangat sibuk sekarang". Feya pun memilih menyudahi semua penantiannya. Dirinya mulai merasa percuma menunggu, apa lagi hari sudah mulai memasuki jam 9 tepat.


 


Feya beranjak mematikan semua lampu di ruang tamu, meninggalkan satu lampu kecil di ruang televisi, menghasilkan pencahayaan yang temaram.


 


 


Selesai bersih-bersih, baju tidur kebangsaannya pun telah di pakai. Baju kaos oblong tua super panjang telah membalut tubuh mungilnya hingga kebawah lutut. Feya sudah bersiap untuk merebahkan diri di ranjang kembarannya itu. Tetapi sebelumnya, Feya berencana melepaskan lensa kontaknya terlebih dahulu.


 


Ting tong...ting tong...ting tong...


 

__ADS_1


"Dave". Feya bersorak senang. Membatalkan niat melepas lensa kontaknya dan segera turun kelantai satu. Feya ingin segera membuka pintu, menyambut kedatangan Dave.


 


Kreeeeeek....pintu sedikit di buka, terlihat punggung seorang lelaki di hadapan Feya.


 


 


----------


 


Hai,,,hallo kaka-kaka readers budiman dimana pun berada.


Sehatkan kaka-kaka semua?


Semoga kaka-kaka readers budiman, dimana pun sekarang ini selalu sehat, selalu dalam lindungan Allah. Tuhan Yang Maha Kuasa.


Kaka jangan lupa ya, selalu jaga kesehatan. Janji ya kak sama author?


Baiklah, selamat membaca kaka-kaka readers budiman.


 


Sehat selalu dan jangan lupa berbahagia🙏


 

__ADS_1


 


__ADS_2