
KEBAHAGIAN SEJATI
🌹🌹🌹🌹🌹🌹🌹
 
Kapal mewah milik Dave telah berlayar memecah ombak, perlahan menembus birunya laut membawa pasangan pengantin baru ini menjauh ke tempat yang sama sekali tidak bisa di terka oleh Feya.
 
Jangankan untuk tujuan dirinya dan Dave berlayar pagi ini, bahkan kenyataan bahwa Dave adalah pemilik kapal megah nan mewah itu, Feya tidak pernah menyangka apa lagi tahu. Sepertinya Feya, yang saat ini sudah berstatus sebagai istri Dave masih belum tahu, bahwa suami super tampannya itu adalah lelaki kaya raya dengan kesuksesaan yang bisa membuat orang mengangga.
 
Air biru laut tampak sangat menyegarkan mata, udara sejuk angin laut dan hangatnya sinar matahari. Feya duduk santai di bagian depan kapal, rambut panjangnya tertiup indah ke sana ke mari. Dave mendekati Feya dari belakang, memeluk istrinya itu dengan senang, meletakkan kepalanya di bahu Feya.
 
“Kita mau ke mana ?” Feya memegang tangan Dave yang melingkar di pingangnya.
 
“Ke tempat bulan madu kita “. Dave mencium pipi Feya
 
“Dave...”, Feya terlonjak kaget mendapatkan ciuman singkat suaminya barusan.
 
“Apa sayang ?” berbisik pelan di telinga Feya.
 
“A, aku..”, gugup.
 
“Aku apa ?” iseng menempelkan bibirnya lama di daun telinga Feya.
 
Feya mematung, terdiam dengan badan menjadi kaku. Seumur-umur Feya baru mengalami semua kejadian seintens ini bersama sosok lelaki dewasa. Apa lagi lelaki tersebut adalah suaminya, tetap saka rasanya pengalaman ini membuat Feya malu, belum terbiasa.
 
__ADS_1
“Kenapa diam ?” masih dengan bibir di daun telinga Feya. “Tadi mau bilang apa ?”
 
“Bu, bukan apa-apa “. Rasanya pipi Feya sudah memerah panas.
 
“Apa kamu tahu sayang, aku sekarang tidak setegar dulu. Bisa menahan diri saat melihat betapa cantiknya kamu dengan pipi meronamu itu ?” suara Dave membuat Feya tertunduk, memperlihatkan betapa putihnya leher bagian belakang Feya.
 
“Aku menginginkan kamu istriku “. Sekarang bibir Dave sudah bertengger di bagian belakang leher Feya. Feya terperanjat, nafasnya mendadak berhenti, matanya melebar bulat. Entah kenapa, Feya tidak mengerti apa yang terjadi pada dirinya. Yang jelas perlakuan Dave pada dirinya suatu desiran aneh dalam diri Feya.
 
“Bagaimana bisa kamu sesempurna ini sayang ?” Dave masih asyik dengan leher bagian belakang Feya. “Ya Tuhan Feya....kamu benar-benar membuat aku tergila-gila padamu “.
 
“Dave, aku malu “. Suara mulai aneh dengan perasaan yang sama anehnya.
 
 
“Tapi...”, setelah beberapa saat berlalu. Dave menghentikan aktivitas yang sangat di sukainya pada diri Feya itu. “Aku akan melanjutkannya malam nanti “, Dave berbisik mesra di telinga Feya. “Sekarang aku ingin mengajak kamu menikmati hari kita. Hari pertama kita sebagai suami istri. Hari pertama aku bisa bebas memanggil kamu sebagai nyonya Dave. Istri aku, milik aku “.
 
“Terus, kita mau ngapain sekarang ?” berusaha menarik nafas panjang berkali-kali. Menenangkan kerasnya suara detak jantungnya selama sang suami nampak sibuk dengan kulit di bagian belakang lehernya.
 
“Kita bersenang-senang. Kita berenang, mancing, berjemur dan bermalas-malasan. Dan malam nanti, aku mau ajak kamu makan malam romantis di pulau “. Dave membalikkan badan Feya agar menghadap padanya.
 
“Apa istriku setuju “. Menatap mata Feya.
 
“Boleh, aku suka “. Feya pun menatap mata indah sang suami. Ada pandangan penuh cinta di sana. Feya sangat bahagia.
 
__ADS_1
“Feya..panggil aku sayang “. Senyum Dave pada Feya. “Cobalah, aku ingin dengar “.
 
Feya ragu, semua hal baru yang di dapatnya saat menyandang status sebagai istri Dave, sejujurnya membuat Feya belum terbiasa. Mungkin bagi sebagian orang, mengucap kata sayang itu sangat gampang, tetapi tidak bagi Feya. Hal baru dan butuh kesiapan diri baru pula untuk membiasakan semua.
 
“Ayolah istriku “. Bujuk Dave.
 
Feya menarik nafas dalam, menahan beberapa saat dan menghembuskan perlahan. Bibirnya bergerak pelan matanya menatap dalam pada Dave.
 
“Sa..sayang “. Suara Feya masih bergetar.
 
“Ulangi lagi istriku “. Terlihat sangat bahagia.
 
“Sayang “. Menarik nafas panjang masih malu.
 
“Ya Tuhan Feya..aku sangat suka mendengarnya “. Memeluk Feya dan mengangkat tubuh mungil itu tinggi.
 
“Terima kasih Fe, terima kasih telah memilih aku untuk mendapatkan cinta suci kamu. Terima kasih telah bersedia membina rumah tangga bersamaku. Terima kasih istriku, sayangku “. Dave berteriak keras di tengah lautan biru. Membuat perasaan Feya mengharu biru, bahagia begitu rupa.
 
Siapa yang menyangka, berawal dari permainan hingga akhirnya berbuah manis akan sebuah percintaan. Dave yang tidak sengaja masuk dalam permainan si kembar, justru sekarang menikahi si kembar bermata biru gelap. Feya yang awalnya menyamar, malah berhasil di persunting lelaki yang begith memujanya.
 
Pernikahan hangat, hari-hari bahagia. Feya dan Dave hidup dalam rumah tangga indah, bersama selamanya.
 
End
__ADS_1