
MAKAN MALAM ALA TEMAN
πΉπΉπΉπΉπΉπΉ
γ
Feya sudah melangkah masuk ke kamar hotel tempat Dave menginap, sudah sedari tadi pula Dave menyuruhnya langsung mandi dan bersiap-siap. Tetapi Feya sepertinya masih asyik celingak-celiguk memperhatikan seisi kamar. Feya memang jarang memiliki pengalaman dengan kamar hotel, tetapi dirinya tidak terlalu bodoh untuk memberi penilaian tentang kemewahan kamar yang di pilih Dave. Jelas saja kamar tersebut bukan kamar biasa, kemewahan terpampang jelas di setiap inci interior kamar. Membuat Feya berani menebak kalau sekarang dirinya pasti ada di kamar presiden sweet room.
γ
Siapa Dave sebenarnya ya ? Fasilitas mewah ini jelas bukan tempat orang biasa.Β Sejenak Feya berpikir dengan mata yang menatap lurus pada Dave yang sedang asyik dengan layar laptopnya.Β Tampan, baik, perhatian, romantis. Hanya itu yang aku tahu, tapi tentang kehidupan pribadinya ? Aku sama sekali gak tahu apapun.
γ
"Kamu nggak yakin sama aku ?" Suara Dave membuyarkan lamunan Feya.
γ
"Apa ?" Feya malah balik bertanya.
γ
"Dari tadi hanya berdiri di sana, bukannya masuk dan mandi. Apa kamu takut padaku ?"
γ
"Ooh, maaf, maaf. Aku bukan takut sama kamu, aku...aku tadi hanya sedang mikir saja. Kita mau kemana setelah ini, gituh loh ". Ucap bohong Feya sambil berjalan memasuki kamar tempat Dave menginap.
γ
Gadis bodoh, harusnya kamu takut sama aku Le. Gimana kalau aku hilaf, nggak bisa kontrol diri. Kamu itu cantik banget dan kamu itu entah bagaimana sudah mengisi setiap ruang di hatiku...ah, kenapa denganku ini.
γ
"Makan malam, tapi dengan konsep santai dan....ya, pokonya kamu bakal suka deh ". Cepat Dave menghenyakkan suara hatinya tadi.
γ
"Emmmm, sepertinya menarik ". Feya tersenyum pada Dave.
γ
Ya Tuhan mengemaskan banget...jadi pengen cium bibir mungil itu.
Hey..jangan konyol. Jaga sikapmu ! Ah, tapi memang iya sih mengemaskan banget.
γ
"Aku jamin, sekarang mandilah ! Sambil menunggumu, aku mau memeriksa beberapa pekerjaanku dulu ". Dave benar-benar butuh pengendalian diri luar biasa agar mencegah dirinya menarik dan mencium bibir Feya yang terlihat sangat manis saat tersenyum.
γ
__ADS_1
"Oke...", jawab Feya santai sambil melenggang masuk ke kamar mandi.
γ
***************
γ
Dave dengan kostum baju kaos kasual dan celana jeans biru gelap sudah duduk tenang mengemudikan laju kendaraan sewaan yang akan membawa dirinya dan Feya ke tempat makan malam yang telah direncakan olehnya. Sedang Feya dengan dress polos biru terusan sampai ke lutut terlihat duduk dengan wajah penuh rasaΒ penasaran tepat di sebelah Dave. Malam ini Feya memilih riasan wajah minimalis khas dirinya lengkap dengan pemulas bibir warna pink lembut yang senada dengan warna asli bibirnya. Feya sengaja membiarkan rambut panjangnya tergerai sempurna, membuat efek kecantikannya berbinar terang di mata Dave.
γ
Benar kata Dave, jarak dari hotel tempatnya menginap dengan lokasi makan malam mereka cukup dekat. Kurang 30 menit Dave sudah memarkirkan mobil di tempat parkir khusus. Bunyi deburan ombak langsung menyambut kedatangan mereka, membuat suasana sangat hangat dan nyaman.
γ
"Sampai ". Dave membukakan pintu mobil untuk Feya. "Di sini tempatnya ". Tunjuk Dave ke sebuah pondok sederhana dengan atap rembio di atas pasir tidak jauh dari posisi mereka parkir.
γ
"Di sini semuanya olahan ikan, fresh dan di jamin enak. Trus kamu bisa pilih langsung mau apa dan bisa request mau di masak apa. Semua di olah langsung di depan kita, jadi kita bisa tahu seberapa higienisnya cara mereka memasak ". Jelas Dave pada Feya.
γ
"Wah, kedengarannya sangat mengoda. Jadi gak sabar ". Feya sudah berdiri di sebelah Dave.
γ
γ
"Tuan Dave, wahhhhhh...suatu kehormatan anda berkenan makan di sini ". Seorang wanita paruh baya langsung menyambut kedatangan Dave dan Feya. "Kenapa tidak hubungi saya dulu tuan, kan saya bisa siapakan tempat yang lebih layak untuk anda ".
γ
"Maria, jangan sungkan begitu ". Dave menepuk pelan bahu wanita paruh baya itu yang ternyata bernama Maria. Rupanya si ibu ini punya kebiasaan nggak mau di panggil namanya. Katanya biar tetap terkesan muda, jadilah semua pelanggannya mau tua ataupun muda menyapanya dengan nama langsung.
γ
"Anda memang luar biasa tuan, lelaki kaya yang rendah hati ". Feya menatap pada Dave saat mendengar pujian Maria.
γ
Lelaki kaya ?Β Feya.
γ
"Maria ". Dave mengelengkan kepalanya pelan.
γ
"Maaf tuan, hahaha ". Maria pun mempersilahkan Dave dan Feya duduk. "Bagaimana kalau duduk di sini tuan, bisa makan sambil menikmati suasana malam di tepi pantai ". Tawar Maria pada sepasang kursi yang mejanya langsung menghadap kelaut. Dari kursi tersebut terpampang deretan kapal-kapal nelayan dengan kilau lampu warna warni sedang berlayar menjauh dari bibir pantai. Tentu saja Feya menyukai pilihan Maria itu, dengan semangat Feya mengajak Dave agar segera duduk .
__ADS_1
γ
"Apa saya bilang, ini tempat yang bagus tuan. Buktinya kekasih tuan saja langsung suka ". Maria mengedipkan sebelah matanya pada Dave.
γ
"Hah ? Bukan, bukan ". Feya segera melambaikan ke dua tangannya sebagai wujud pembuktian kata-katanya barusan. "Kami bukan kekasih kok, kami hanya teman ". Ralat Feya.
γ
"Nona jangan sungkan. Saya sangat pandai menjaga rahasia ". Maria membuat gerakan jari seakan menutup rapat bibirnya. "Saya tahu nona takut diberitakan sama wartawankan, tapi saya janji. Saya akan tutup mulut rapat ".
γ
"Loh ?" Feya malah semakin tidak mengerti.
γ
"Dave, apa kamu mau bantu menjelaskan ?" Feya menatap Dave bingung, berharap kesalaham pahaman antara mereka dan Maria segera di selesaikan.
γ
"Maria, tolong siapkan yang spesial ya ?" Bukan mengklarifikasi hubungannya dan Feya seperti apa pada Maria. Dave malah lebih memilih segera memesan makan malam mereka. Maria pamit dan segera menyiapkan menu spesial yang telah di pesan oleh Dave. Sepertinya Dave sudah sangat hafal menu-menu enak khas dari tempat ini, sehingga tanpa ragu Dave mastikan menu tersebut akan terhidang untuk mereka.
γ
***************
γ
Epilog...
γ
"Apa saya bilang, ini tempat yang bagus tuan. Buktinya kekasih tuan saja langsung suka ". Maria mengedipkan sebelah matanya pada Dave.
γ
Kata-kata Maria sontak membuat Dave terkesima. Percaya atau tidak, Dave merasa menemukan semua jawaban atas perasaan yang menghinggapi hatinya sedari pagi tadi. Dave menatap wajah cantik Feya, melihat gadis bermata biru itu sedang berusaha membantah praduga Maria tentang status hubungan mereka. Sepertinya hatinya bergetar, jelas Dave nenemukan sebuah jawaban besar yang tidak pernah di prediksinya.
γ
Aku jatuh cinta padamu Le....
Ya aku memang telah jatuh cinta padamu. Meskipun aki tidak tahu sejak kapan perasaan ini hadir, tapi aku berani bersumpah Aku telah jatuh cinta padamu.
Ya Tuhan, bagaimana ini ? Apa yang harus aku lakukan sekarang ?
γ
γ
__ADS_1