
ANEH
πΉπΉπΉπΉπΉπΉ
γ
Kalau tau seperti ini, lebih bagus aku sama Tomo. Betapa kesalnya Dave saat ini, Dave yang duduk di kursi belakang mobil Hadi hanya bisa mengutuk kesal dalam hati saat melihat Hadi dengan bebasnya mencium tangan wanita yang di kenal Dave bernama Leya. Tidak sekali, bahkan berkali-kali Dave mendapati Hadi membawa tangan gadis itu tepat ke bibirnya.
γ
Cih, membuat aku malas saja. Dave membuang muka.
γ
"So...kita mau kemana?" Tanya Dave pada Hadi dan Feya, sejujurnya dia sengaja melakukan itu semua untuk membuat adegan romantis yang dilakukan Hadi pada Feya berakhir.
γ
"Kamu maunya kemana beb?" Tanya Hadi pada Feya.
γ
"Aku kemana baiknya aja, yang penting bisa cocok sama tuan Dave". Jawab Feya tenang.
γ
"Dave, lupa ya. Panggil Dave saja". Cepat Dave meralat panggilan Feya padanya.
γ
Kok berlagak formal sih. Dave.
γ
Ah, mengahadapi Hadi dengan tangannya yang sangat sibuk menciumi tanganku saja sudah capek, ini di tambah harus menghadapi Dave dengan sikap tenang setelah kejadian tadi. Rasanya energiku benar-benar terkuras. Feya.
γ
"Gimana kalau Nuc Kafe". Tawar Hadi.
γ
"Rekomendit gak?" Tanya Dave sebelum mengiyakan.
γ
"Banget, tanya aja Leya kalau nggak percaya!" Hadi terlihat menyentuh sesaat pipi Feya. "Kami sering kesana kok".
γ
Tangan..tangan...ihhhhhh..tangannya itu loh. Feya.
__ADS_1
γ
Bisa enggak menjelaskan tanpa adegan belai-belai segala. Dave.
γ
"Apa menu menariknya Le?" Tanya Dave pada Feya kemudian.
γ
Mati aku...aku mana tau. Feya.
γ
"Emmm, itu..". Feya mulai terlihatΒ ragu untuk meneruskan jawabannya.
γ
"Hahaha". Hadi tertawa pelan. "Jelas aja bidadariku ini akan jawab menarik, tapi kusus untuk olahan dagingnya. Secara hanya itu doyangnya".
γ
Gawat... Feya.
γ
"Apa daging?" Dave sangat terkejut. Saking terkejutnya Dave sampai memajukan badannya dan menatap langsung ke arah Feya melalui celah kosong antara kursi pengemudi dan penumpang di depan.
γ
γ
"Kok sampe segitu kagetnya Dave?" Hadi merasa lucu sendiri melihat Dave yang sibuk memandang Feya menanti jawaban dari wanitanya itu.
γ
"Aneh saja". Jawab Dave tetap menatap Feya, sedang Feya hanya bisa menunduk. Dia tidak tahu harus menjawab apa.
γ
Mati aku...mati aku...mati aku... Feya.
γ
"Beb..kok diam saja? Itu Dave udah penasaran banget loh". Hadi meminta Feya agar segera menjawab.
γ
Sudahlah, benar-benar tidak bisa berbohong. Apa pun jawabannya, kedua lelaki ini tau. Lebih baik aku iyakan saja. Setelah itu, aku pasrah.
γ
__ADS_1
"Iya". Jawab Feya singkat.
γ
Kamu boong? Dave.
γ
"Pasti iya, aku paling tahu kesukaannya Dave. Aku sangat tahu". Hadi tersenyum pada Feya.
γ
Feya menunggu, apa kira-kira yang akan dilakukan Dave. Apakah Dave akan berteriak marah padanya karena telah berbohong atau Dave malah akan menertawakan Hadi yang ternyata tidak tahu sama sekali apa yang disukai dan tidak di sukai oleh tunangannya.
γ
Lama waktu berlalu, menurut perasaan Feya sudah beberapa menit. Dan bagi Feya yang tengah menunggu terbongkarnya suatu rahasia yang dapat membahayakan permainannya, itu sangat lama. Tetapi Dave hanya diam di kursi belakang, tanpa komentar, sanggahan atau pun wujud perbuatan lainnya yang bisa memberitahukan sebuah kebenaran.
γ
Kenapa dia diam? Dia enggak ada niat memberitahu Hadi cerita tentang aku yang nyaris pingsan gara-gara makanan dengan olahan daging. Benarkah?Β
γ
Feya malah merasa bingung, dia tidak habis mengerti. Kenapa Dave malah diam ? Ya, tentu saja Feya senang karena Dave memilih tidak membuka kartu penting dirinya, yang apabila dilakukan Dave. Maka habislah semua usahanya, permainan peran ini akan berakhir detik itu juga. Lantas kenapa Dave diam saja? Bukankan sikap diam Dave terasa lebih mengerikan lagi bagi Feya. Coba saja pikirkan, seorang lelaki memiliki rahasia penting diri kita dan dia tahu benar, akibatnya kedepan tidak akan baik.
γ
Feya hanya mampu bertahan dalam diam, dia sangat takut sekarang.
γ
Sementara itu, Dave sedang berpikir dengan serius. Dave tengah menyakinkan diri kalau tadi Feya memang menjawab iya. Bahkan, Hadi dengan bangganya memuji kehebatannya sendiri yang merasa sangat yakin terhadap jenis makanan yang disukai oleh Feya. Kalau benar dia pecinta olehan daging, kenapa waktu itu sampe nyaris pingsan? Aneh.... kemaren itu bukan pertama kalinya dia makan olahan daging bareng Hadikan? Apa iya Hadi tidak tau dia tidak suka olahan daging? Dave mencoba berpikir tenang.
γ
Tapi tunggu dulu, berarti dia memang enggak cerita sama tunangannya itu tentang peristiwa aku membawanya ke Rumah Sakit. Bahkan aku sampe tidur di sofa kamarnya, dia tidak bilang ke Hadi. Aneh sekali, mereka ini benar tunangankan? Kok kayak ada yang disembunyikan? Dave sedang memamdang kearah luar jendela.
γ
Apakah Hadi ini yang di temuinya direstoran malam itu? Apakah Hadi ini yang meneleponnya malam saat aku sudah memberikan obat dokter padanya? Apa hubungan mereka sebenarnya? Kenapa terasa sangat aneh bagiku. Dave masih belum bisa menguarai semua hasil pikirannya agar menemukan sebuah jawaban.
γ
Waktu terus berjalan, mobil tetap melaju. Hadi masih fokus pada stir mobil yang di kemudikannya, Feya masih bertahan dalam ketakutannya akan Dave membongkar rahasia besarnya, sedang Dave. Dia tetap tabah menganalisa semua kejanggalan sikap Feya. Untuk sementara Dave sengaja memilih diam, tidak akan memprotes rasa bangga Hadi sebagai seorang tunangan yang seakan tahu semua tentang siapakan diri wanita yang di cintainya. Sejujurnya itu semua memang bukan urusannya, toh Hadi bukan siapa-siapa baginya. Hadi hanya salah saru dari sekian banyak pihak ketiga yang bekerja untuk propertynya. Jadi bukanlah hal penting, begitu kira-kira pendapat Dave.
γ
Lantas, bagaimana dengan Feya? Kenapa Dave memilih diam, padahal dia tahu benar Feya sedang berbohong. Kenapa tidak bantah saja kata-kata Hadi dan ceritakan tentang kebohongan Fey, gampangkan? Sayangnya, untuk poin itu Dave belum menemukan jawabannya. Dave lebih memilih akan mempelajari sendiri, hingga dia bisa tahu persis akan arti semua ini.
γ
__ADS_1
γ