TERJEBAK DALAM PERMAINAN SI KEMBAR

TERJEBAK DALAM PERMAINAN SI KEMBAR
Episode 148


__ADS_3

SEBUAH PENJELASAN (2)


 


"Pa, aku...aku bisa jelaskan itu ". Suara Leya gugup. Dia benar-benar merasa bersalah.


 


"Dave terjebak dalam permainan si kembar. Padahal tanpa di sadari, anak lelaki saya ini sudah jatuh hati pada Feya yang setahu Dave bernama Leya. Itu sebabnya saat Dave menolong Feya di depan ruang kerja anda. Dia tidak mengenal Feya sebagai Feya ". Mama Rachel kembali melanjutkan penjelasannya. Membuat Papa Maladi melupakan Leya sesaat. Kembali fokus pada Ibu kandung Dave.


 


"Hingga akhirnya permainan peran si kembar terbongkar. Berawal dari Dave yang merasa kalau Feya yang di kenalnya sebagai Leya tidaklah mencintai tunangannya itu. Jelas ada pemaksaan di sana, Dave berusaha menyadarkan Feya dan semua terbuka. Tunangan Leya tidak terima, melukai diri dan Feya jujur siapa dirinya ". Mama Yana menutup mulutnya dengan kedua tangan. Mama cukup kaget.


 


"Setelah permainan selesai, Feya dan Dave berpisah. Dave terlalu angkuh karena merasa sedikit sedih, hanya bagian tidak penting dalam permainan Leya dan Feya, jadi Dave memilih kembali ke sini. Ya, walaupun memang ada urusan penting juga sih hingga Dave harus segera kembali ". Dave heran, sang Mama tahu detail kisah dirinya dan Feya. Walaupun di beberapa bagian Mama persingkat. Tetapi kejadianny lainnya memang seperti itu.


 


"Ternyata Feya juga tidak berusaha mengungkapkan perasaannya. Jadilah mereka terpisah, sampai Feya datang ke sini dan selanjutnya kita semua tahu apa penjelasan dan akhir ceritanya ". Mama Rachel mengelengkan kepalanya.


 


Papa Maladi menganggukan kepala mengerti. Semua sudah jelas, berawal dari keegoisan Leya. Bahkan tanpa Leya jelaskan, Papa bisa menebak. Pasti Leyalah pangkal awal segalanya hingga berakhir seperti sekarang.


 


"Jadi Pak Deve ", Papa Maladi memanggil Dave.


 


"Maaf Bapak dan Ibu besan. Panggil calon menantunya Dave saja. Jangan pake Bapak, kan ini calon suami Feya ". Mama Rachel tersenyum semeringah. Sedang Dave sedang mengaruk-garuk bagian belakang telingannya. Sang Mama sukses membuat Dave salah tingkah.

__ADS_1


 


"Bisa, saya dan isteri bisa saja panggil anak nyonya dengan namanya saja. Tapi untuk masalah menjadi menantu kami, menjadi suami Feya. Saya mohon maaf, tidaklah segampang itu. Kami sebagai orang tua Feya akan sangat selektif ". Wajah Papa Maladi berubah serius. Suasana menjadi tegang.


 


"Tuan dan nyonya, saya sungguh-sungguh mencintai Feya. Saya mohon, berikanlah saya kesempatan ". Dave langsung bersuara. "Katakanlah apa yang harus saya lakukan ? Agar saya layak menjadi suami Feya ?"


 


"Pak Dave, apa anda ingat apa yang saya ceritakan di kantor saya tempo hari ?" Tanya Papa masih dengan wajah serius.


 


"Ya ", Dave langsung menjawab.


 


"Saya ingin suami Feya nanti benar-benar mencintai Feya tulus, akan menjaga Feya selamanya dan hanya mencintai Feya saja ". Dave mengangguk mendengar semua yang di sampaikan Papa Maladi. Dave masih ingat itu semua.


 


 


"Feya bukan pribadi yang suka kehidupan glamor, dan dirinya cendrung menyimpan perasaannya sendiri. Apakah anda bisa menerima itu ?" Papa masih mencerca Dave dengan banyak pertanyaan.


 


"Tuan ". Melihat Papa Maladi sudah berhenti berbicara, Dave langsung angkat suara.


 


"Saya mencintai Feya seutuhnya. Kepolosan Feya, sikap mandiri Feya, ketenangannya, kegemarannya pada makanan berunsur ikan dan tidak daging. Tidak hanya itu tuan, saya juga mencintai Feya yang bisa lebih dewasa dari usianya. Feya dengan segala apa adanya, tuan, saya sungguh mencintai Feya sepenuh jiwa saya. Saya mohon izinkanlah saya menikahi Feya ". Dave terlihat agak memelas.

__ADS_1


 


"Dan kamu bisa menerima kami ?" Papa Maladi menunjuk dirinya dan isteri.


 


"Saya menyayangi Mama saya, tuan boleh tanya seperti apa hormat saya pada beliau ?" Dave tersenyum pada sang mama. "Dan saya juga akan melakukan hal yang sama pada kedua orang tua wanita yang saya puja. Karena tuan dan nyonya adalah orang tua terbaik yang telah melimpahkan wanita yang saya cintai dengan kasih sayang, hingga dia tumbuh menjadi gadis yang sangat hebat dan istimewa ". Dave meletakkan tangan kanannya di dada.


 


"Saya mohon, berilah saya restu. Saya mencintai Feya ". Lagi Dave memelas iba.


 


Papa Maladi menatap Dave lama. Tetapi Dave pantang menurunkan pandangannya. Matanya tidak gentar, dirinya memang mencintai Feya.


 


"Bagaimana Ma ?" Akhirnya Papalah orang pertama yang mengalihkan pandangan matanya dari Dave ke arah sang isteri.


 


"Mama suka sama Dave, Pa ". Mama tersenyum pada Dave. "Tetapi Mama tetap harus tanya Feya. Mama ingin dengar apa kata anak kita. Mama enggak mau kita memaksa Feya hanya karena Mama suka Dave saja ". Dave yang awalnya terlihat bersemangat, mendadak menjadi lesu.


 


"Bagaimana nak ?" Mama Rachel meletakakkan tangannya di bahu Dave.


 


"Feya pasti juga mencintai aku ". Jawab Dave lantang dan tegas.


 

__ADS_1


 


__ADS_2