TERJEBAK DALAM PERMAINAN SI KEMBAR

TERJEBAK DALAM PERMAINAN SI KEMBAR
Episode 168


__ADS_3

PERNIKAHAN


🌹🌹🌹🌹🌹🌹


 


Tanggal pernikahan tiba, altar indah tempat bersandingnya Dave dan Feya telah tertata sempurna. Dekorasi bagai negeri dongeng raja dan ratu begitu menawan. Ornamen serba mewah, padu padan warna biru muda dan putih terlihat membuat semua orang bisa merasakan atmosfer cinta di dalam ruangan super luas itu.


Feya sudah selesai berdandan, kecantikannya luar biasa. Baju terusan warna putih, bertabur kilau permata warna abu-abu, sukses membuat semua orang terkesima. Feya bagai bidadari tanpa sayap sang sengaja diturunkan Sang Maha Kuasa untuk Dave. Cantik dan tampan bersama, padu padan indah yang menyejukkan mata.


Semua tamu sedang berjajar menunggu waktu untuk melihat sang ratu, nyonya Dave Indra Barata di bawa turun oleh sang Papa. Pengusaha kaya pemilik merek terkenal di negara ini. Acara pengucapan sumpah berlangsung lancar, keseriusan Dave tergambar dengan seberapa lantangnya dirinya mensyahkan sosok Feya untuknya. Tepuk tangan membahana, suara tegas Dave membius semua telinga dengan begitu menyakinkan.


Papa si kembar, tuan Maladi memeluk menantunya itu dengan bangga. Membentangkan tangan penuh suka cita untuk sosok Dave yang sangat mereka hargai. Muda, sukses, gagah dan berkharisma. Dan yang utama di balik semua itu, sangat mencintai Feya.


Mamanya si kembar dan Mamanya Dave juga larut dalam suasana haru. Para Ibu-ibu ini saling mengucap syukur untuk hari bahagia mereka. Jalinan rumah tangga Dave adalah impian sang Mama. Cita-cita terbesar dalam hidupnya untuk si sulung yang sudah berkorban besar membahagiakan dirinya dan adiknya Dave. Menjadi tulang punggung keluarga, mengembalikan kejayaan keluarga mereka dan membuat semua orang tidak meremehkan keluarga mereka lagi. Air mata bahagia jatuh, Dave dalam balutan taxido putih panjang sangat tampan. Membuat sang Mama ingat pada sosok tampan papanya Dave. Lelaki bijaksana yang sangat dicintainya.


Dan wanita paruh baya satunya lagi, Mamanya si kembar tidak kalah terharunya. Bayangan akan anak kembar paling kecilnya tidak akan menemukan sosok lelaki sejati, akhirnya berakhir sudah. Feya sangat bahagia, Dave menantu yang baik. Hatinya tenang, perasaannya sangat tenang. Mama hanya bisa menghapus cepat air mata haru itu. Dirinya tidak ingin merusak suasana bahagia dengan tangisan di sudut mata.

__ADS_1


Feya turun dengan gaun putih yang berkilau sempurna. Semua mata tertuju padanya, Dave menanti dengan tidak sabar di ujung tangga paling bawah. Feya terkesima, betapa tampan suaminya itu. Betapa tiada cela sedikit pun pada sosok lelaki yang telah menikahinya secara resmi. Feya tertunduk malu, jantungnya berdebar. Dirinya sangat merindukan Dave, dan sekarang Dave adalah suami sahnya baik secara agama dan negar.


“Menantuku..kuserahkan akan gadis kecilku padamu “. Papa menyatukan tangan Dave dan Feya. “Berjanjilah akan menjaga dia seumur hidupmu, bahagiakan dia Dave !”


“Sepenuh jiwaku Pa, dengan segenap ragaku “, janji Dave pada sang Papa mertuanya itu.


“Feya, patuhlah pada suamimu nak, saling jaga saling cinta. Dan berbahagialah selamanya “. Papa memeluk Feya, memuluk sang anak gadis kecilnya sebelum benar-benar melepas Feya pada suaminya.


“Terima kasih Pa, sudah menikahkan Feya pada lelaki yang Feya cintai “. Ucap Feya nyaris di sertai derai air mata.


“Aiihhh, jangan menangis, jangan menangis ! Ayo sana, sana !” Papa membiarkan Dave membawa Feya melangkah ke lantai dansa.


“Istriku, maukah kamu berdansa denganku “. Dave meletakkan kedua tangannya di pinggang Feya.


Dave mengangkat tubuh mungil Feya ke atas, membuat Feya sejajar dengan tubuhnya. Mengerakkan Feya ke kiri dan ke kanan, hingga tercipta kehebohan dari para tamu undangan. Semua terkagum-kagum pada sikap Dave memanjakan Feya. Begitu lembut, begitu berjiwa kesatria.


Raja dan ratu itu berdansa dalam alunan musik, salin tersenyum dan sangat berbahagia.

__ADS_1


“Apakah istriku nyaman ?” tanya Dave sambil terus berdansa dengan ala mereka.


“Tidak suamku “. Suara Feya malu.


“Boleh panggil aku sayang ?” Dave tersenyum pada Feya.


“Ta, tapi “, wajah Feya bersemu merah.


“Ayolah istriku, aku mau mendengar bibir mungil itu memanggilku sayang “. Bujuk Dave masih dengan senyum menawannya.


“Boleh nanti saja ?” Feya berbisik di telinga Dave.


“Oooo, waktu kita di kamar ? Begitukah ?” Suara Dave lembut.


“Daveeeeee “, Feya meletakkan wajahnya di bahu Dave. “Jangan genit, jangan goda aku ?”


“Genit sama istri sendiri itu amalnya besar loh, dan memastikan kamu selalu tergoda pada aku juga kewajibanku. Jadi kamu tidak akan pernah melihat lelaki lain, selain aku seumur hidupmu “. Dave memutar tubuh Feya hingga membuat Feya bergantung di belakang leher Dave.

__ADS_1


“Aku mencintai kamu, mana bisa aku jauh jauh darimu Dave, apa lagi sampai meninggalkan kamu “. Suara Feya sangat bahagia.


“Aku akan menjadi-jadinya istri hebatmu. Selamannya “.


__ADS_2