
SABTU
🌹🌹🌹🌹🌹🌹
 
Pagi yang indah, matahari sudah mulai memberi warna baru bagi seluruh umat manusia di Kota M. Sepertinya pagi ini akan cerah, setidaknya itulah hasil pengamatan Feya setelah membuka matanya tadi. Feya mencoba menikmati suguhan pemandangan paginya dari balik jendela kamar Leya. Meski tidak seindah pemandangan pagi di apartemennya yang penuh kicauan burung dan hijaunya pepohonan, tetapi setidaknya pagi ini Feya cukup bersyukur bisa kembali melihat dunia setelah perjuangan panjangnya untuk bisa tidur semalam.
 
Feya sendiri tidak tahu pasti pada hitungan detik, menit dan jam keberapakah, akhirnya dirinya bisa tertidur dan melupakan Dave dengan sikap kasarnya pada dirinya semalam. Feya kembali teringat peristiwa semalam, saat dirinya menghubungi Dave, semuanya tampil bagai slide di bola matanya. Sudahlah Fe, lupakan Dave. Kamu bukan tipe teman yang cocok untuk dia. Feya berusaha menasehati dirinya sendiri.
 
"Baiklah". Ucap Feya penuh semangat. "Dari pada mikirin Dave, bagus aku mikir gimana cara menghadapi Hadi seharian ini. Percuma aku buang energi untuk mikiran lelaki kasar itu, bagus aku kumpulkan semua energiku untuk permainan peran hari ini". Feya pun bergegas untuk mandi dan bersiap.
 
Pukul 07.46 waktu setempat. Feya baru menyelesaikan sarapannya, dirinya sudah rapi dalam balutan dress langsung selutut dengan motif bunga milik Leya, yang di lengkapi dengan cardigan senada dengan warna bajunya. Sebenarnya dress itu tanpa cardigan, hanya dress motif bunga yang di percantik dengan ikat pinggang warna pink dibagian pinggangnya. Hanya saja karena dress tersebut tanpa lengan, hanya berupa tali kecil hingga sukses mengekspos kulit bahu Feya. Maka, Feya memadu padankan dengan cardigan miliknya. Jadi terkesal casual dan anggun, cewek banget, sebab Feya juga melengkapi tampilannya dengan sepatu santai warna biru dan tas selempang warna biru, senada dengan corak salah satu bunga di bajunya.
 
Merasa yakin dengan penampilannya, Feya pun segera bersiap menunggu kedatangan Hadi. Kira-kira kemana ya bagusnya? Tempat teraman buat seharian ini. Jadi Hadi nggak bakal aneh-aneh dan pastinya gak akan curiga sama aku? Feya mulai berpikir.
 
Emm, kemana ya? Feya belum juga menemukan solusi. Aku mana pernah keluar ketempat-tempat orang pacaran biasa menghabiskan waktu. Jadi manaku tau harus kemana? Feya merasa gagal mencari solusi untuk dirinya sendiri.
 
Ting tong, ting tong.
Bel apartemen Leya berbunyi, Feya melihat jam tangannya, delapan kurang lima menit. "Cepat banget datengnya. Kenapa enggak telat aja sih?" Ucap Feya lesu sambil berjalan ke arah pintu.
 
 
"Haii sayang". Feya menyambut Hadi di depan pintu dengan suara di buat seriang mungkin.
 
 
"Hallo beb". Jawab Hadi lengkap dengan senyum cerahnya. "Pagi". Tanpa permisi Hadi langsung mencium pipi kanan Feya.
__ADS_1
 
A-apa-apaan itu tadi. Feya menatap Hadi tidak percaya, sambil memegang pipi kanannya.
 
"Kamu canti pagi ini". Ucap Hadi sambil mengangkat dagu Feya agar menatap wajahnya.
 
Entah dari mana asalnya, mendapatkan pujian di pagi hari, sukses membuat pipi Feya bersemu merah. Belum pernah dalam sejarah hidupnya mendapatkan perlakuan seperti ini di awal pagi.
 
"Te-terima kasih". Jawab Feya malu. "Kamu juga cakep banget". Jujur Feya memuji Hadi sambil menatap wajah tunangan kembaranny itu.
 
"Tapi beb?" Hadi mulai merubah sikap romantisnya barusan kembali ke sikap serius. "Dari mana kamu dapat ini?" Tanya Hadi heran pada cardigan yang di pakai oleh Feya.
 
Ya ampun nih orang, kok bisa tau sih semua barang-barang yang bukan milik Leya?Â
 
 
"Suka, suka". Tidak mau membuat wanita yang dipikirnya adalah sang tunangan kecewa, Hadi langsung menjawab cepat. "Kan aku udah bilang tadi kamu cantik banget". Ucap Hadi sambil mencium dalam kening Feya.
 
Duh, kok Hadi so sweet banget. Kembali, Hadi sukses membuat pipi Feya bersemu merah.
 
"Ayo". Ajak Hadi sambil mengandeng lengan Feya.
 
Setelah memastikan Feya duduk dengan aman, Hadi pun mulai membawa mobilnya membelah lalu lintas Kota pagi itu. Pelan tapi pasti, mobil terus melaju dalam batas normal sambil Hadi terus memegang erat tangan kiri Feya.
 
"Kita mau kemana sayang?" Tanya Feya penasaran dengan tujuan mereka pagi ini.
__ADS_1
 
"Beb, kamu ingat ceritaku semalam tentang proyek interior di kawasan Zall Lestari 1?"Â Hadi malah balik bertanya pada Feya.
 
"Iya ingat". Jawab Feya singkat.
 
"Kita mau ke sana". Ujar Hadi bersemangat.
 
"Kenapa?" Feya malah tidak mengerti.
 
"Jadi, pihak pemiliknya minta aku mensurvei lokasi hari ini. Dimana kira-kira pembagian tiap konsep yang sudah aku desain sebelumnya, sesuai presentasi aku sebelumnya. Sepertinya mereka kejar tayang beb, mungkin mau cepat lauching kepasaran". Presdiksi Hadi pada Feya. "Trus, si tuan yang punya, juga mempercayakan aku untuk buatkan desain villanya di sana. Nah, khusus ini aku harus benar-benar pelajari langsung ke lokasi. Jadi aku gampang membagi spot-spotnya nanti sesuai konsep yang akan di buat". Jelas Hadi pada Feya.
 
 
"Kalau begitu kenapa aku di ajak. Seharusnya kamu sendiri aja sayang". Feya malah tidak paham kenapa Hadi memaksa dirinya ikut. Bagus fokus aja kerja, jangan bawa aku. Kan aku bisa bebas dari permainan hari ini. Pikir Feya di dalam hatinya.
 
Lain Feya, lain Hadi. Hadi merasa pertanyaan Feya barusan lebih terdengar seperti pertanyaan penuh kekecewaan dari sosok wanita yang dipikir Hadi adalah tunangannya. "Maaf ya, aku tau aku salah. Janji akan seharian sama kamu, eh..ini malah bawa kamu ke lokasi kerja aku". Ucap Hadi penuh penyesalan. "Tapi beb, cuma sebentar kok. Habis itu kita pergi kemana aja kamu mau. Aku turutin". Dan Hadi menutup rasa penyesalannya itu dengan mencium jemari Feya.
 
Sepertinya, segala sikap manis dan adegan-adegan lembut Hadi pagi ini pada Feya telah sukses membuat Feya menjadi merona berkali-kali. Feya hanya menganggukkan kepalanya sambil tersenyum membalas semua keromantisan Hadi pada dirinya.
 
Entahlah, mungkin karena Feya merasa sikap Hadi sangat tulus, sehingga sesaat dirinya lupa bahwa semua kelembutan yang Hadi berikan itu sesunguhnya bukanlah untuk dia, tetapi untuk Leya sang kembaran.
 
 
 
 
__ADS_1