Ternyata Suamiku Gigolo

Ternyata Suamiku Gigolo
66. (PoV Aren)


__ADS_3

Efek setelah ganti judul ni kakak readers semua, kelihatan banget kan...



Dua baris terakhir itu efek setelah ganti judul dan cover ternyata emang ngaruh banget ... ๐Ÿ˜‚๐Ÿ˜‚๐Ÿ˜‚ mesti yang dikumpul recehan ... Tapi udah bikin semangat meningkat seribu kali lipat ๐Ÿ˜‚๐Ÿ˜‚๐Ÿ˜‚ meskipun banyak yang tidak meninggalkan jejak. Tapi gak apa, aku bukan tipe yang baperan.


...๐Ÿ’–๐Ÿ’–๐Ÿ’–...


"IBUUUK ... IBUUUK ...."


Dia membekap mulut Elena, sepertinya itu sebuah sapu tangan. Elena tampak langsung terkulai. Apakah dia membubuhi bius pada benda yang ada di tangannya?


"WOOOIII ... APA YANG KAU LAKUKAN?" Aku langsung menerobos menyeberangi jalanan yang ramai. Dia benar-benar membuatku marah. Berani sekali dia kepada anak sekecil itu?


Beberapa orang keluar dari dalam mobil yang berhenti tadi. Aku sudah hampir berhasil menyeberangi jalan. Dengan gerakan cepat orang-orang dari mobil memasukan Elena ke dalam karung diangkat ke ke dalam mobil.


"WOOOII TOOOLOOONG!" Aku berteriak berharap siapa pun bisa menghentikan kejadian ini.


Aku berlari untuk menyeberang, tidak peduli lagi berapa banyak kendaraan yang tengah melintas.


tiiiiiin


tiiiiiin


Kendaraan itu berhenti mendadak saat aku lewat, untung saja tidak tetap melaju seperti di sinetron-sinetron kesayangan kaum emak.


Saat sampai di seberang, pintu kendaraan sudah ditutup. Aku segera mencoba menarik pintu minibus itu dan kendaraan bergerak cepat dan aku ikut berlari terus mencoba masuk ke dalam mini bus tersebut.


"ELENAAA ... ELEEENAAA ...!!!" terdengar teriakan Nesya dari arah belakang mengejar dengan motor.


Aku terus diseret oleh kendaraan ini, masih dalam keadaan bergelantungan pada gagang pintu mini bus yang melaju semakin cepat. Mobil ini terus melesat, membuat seluruh tubuhku kehabisan tenaga menahan diri yang terus terseret hingga membuat sepatuku terasa semakin tipis.


Oh Tuhan, bagaimana ini?


Lalu kendaraan ini terasa semakin lambat. Ternyata ada kemacetan hingga membuat kendaraan ini tidak bisa bergerak. Aku segera melepaskan diri memukul-mukul kaca jendela.

__ADS_1


"Cepat buka!"


dugh


dugh


dugh


"Ayo buka!"


"Tolong! Tolong! Mobil ini menculik anak saya. Tolong!"


Kendaraan itu bergerak mundur. Si pengendara terus membuat mobil bergerak mundur.


bruuuaaakk


Sebuah sedan yang ada di belakang kendaraan tertabrak dan mobil penculik itu melaju berbelok masuk ke sebuah jalan lain.


Aaahh ... siial!


"Pegangan yang erat!"


Motor pun melesat secepatnya mengejar kendaraan itu yang semakin menjauh. Namun, aku merasa sedikit khawatir karena ibu dari Elena tidak berpegangan erat padaku.


"Elenaaa!" Terdengar tangisan Nesya memanggil anaknya.


"PEGANGAN!" ucapku kembali.


"UDAH!" jawabnya.


"Jangan kebelakang! Nanti terjengkang!"


Akhirnya perlahan tangan Nesya pindah memelukku dari belakang dan aku bisa leluasa tancap gas hingga bisa menyusul mobil itu.


tiiiin

__ADS_1


tiiiin


"CEPAT BERHENTI!"


Namun kendaraan itu mencoba mendesak kami ke pinggir hingga aku terpaksa mengurangi kecepatan agar tidak terjatuh. Minibus bewarna hitam tersebut kembali mempercepat laju, gas pun ku putar secepatnya.


Setelah beberapa waktu bergeluuud di jalanan ini, gerakan mobil itu terlihat semakin lambat dan berhenti. Asap pun mengepul dari arah mobil itu dan mereka semua keluar.


Aku segera menepi dan kami langsung menghadang kawanan penculik itu. Elena tengah digendong oleh salah satu dari mereka. Untung lah tidak dalam karung lagi. Kalau terjadi apa-apa pada Elena, aku tak akan memberi ampun.


"Cepat kembalikan anak kami!" ucapku pada kawanan penculik itu. Aku tahu, Nesya tengah melihatku bingung bercampur khawatir.


"Serahkan? Boleh saja! Asalkan kalian mau menebus gadis manis ini dengan uang satu miliar!"


"Sa-satu miliar?" Nesya gelagapan dengan angka yang mereka minta. Jangankan dia, aku pun tidak memiliki uang sebanyak itu.


"Kalian jangan main-main! Kalau tidak kalian akan saya laporkan pada poli--"


"Jangan coba-coba melaporkan pada pihak polisi. Jika kalian berani melaporkan pada pihak kepolisian ...." Pria yang menggendong Elena mengeluarkan sebilah pi sau lipat dari kantong celana.


"Kalian bisa menebak sendiri apa yang akan terjadi."


๐Ÿ’–


๐Ÿ’–


๐Ÿ’–


Authornya lagi packing hendak keluar kota. Jadi, menjelang bisa update kembali, kakak semua bisa mampir pada karya milik teman author ya.


Napen; Santi Suki


Judul: Pelayan Hebat Milik Ketua Mafia


__ADS_1


__ADS_2