Terpaksa Menikah Karena Perjodohan

Terpaksa Menikah Karena Perjodohan
Memberi Cap Ke Kamu


__ADS_3

Ane yang mendapatkan serangan ancaman mendadak dari Dewo langsung menghentikan tawa yang tadi keluar dari bibir mungilnya, sungguh Ane kesal kepada Dewo kenapa dirinya mengancam Ane akan di tinggal di supermarket tanpa di beri ongkos oleh Dewo dan Ane pulang ke rumah di suruh naik taksi, grab, atau gojek pakai uang Ane sendiri tanpa di beri pesangon.



Memikirkan hal itu membuat Ane mengehentikan tawanya dan kini Ane menatap nyalang ke Dewo, bukan karena Ane tidak punya biaya buat bayar transportasi seperti gojek, grab, atau taksi ke rumah, namun Ane tidak mau mengeluarkan uang, prinsipnya dia yang meninggalkan dia harus beri pesangon, kalau Dewo meninggalkan Ane otomatis yang memberikan pesangon adalah Dewo kepada Ane, bukan malah Ane yang mengeluarkan uang.



Dewo sungguh kesal kepada Ane karena tuduhan yang di berikan, kalau Dewo dari tadi menatap Ane karena Dewo cinta kepada Ane, sungguh Dewo ingin sekali menceburkan Ane ke lautan tapi takutnya Dewo akan di marahi oleh suami dari Ane lebih tepatnya Dewo takut di marahin oleh papanya Dewo, bukan cuma itu saja Dewo juga tidak mau nanti Ane malah menghantui Dewo kalau seandainya Dewo menceburkan Ane ke lautan.


"Dewo kamu sedang mengancam mama pakai bilang mama di tinggal di sini pulang ke rumah ngga di beri ongkos sama kamu buat bayar taksi, atau grab, atau gojek keterlaluan kamu, kalau kamu mama laporkan ke papa di jamin kamu bakalan di marahin oleh papa" teriak Ane dengan sangat keras dan sangat kencang melebihi kerasnya dan kencangnya toa sedangkan Dewo yang mendengar teriakan dari Ane secara mendadak langsung terlonjak kaget bahkan saking kagetnya Dewo langsung bergeser dari tempat dirinya berdiri.

__ADS_1


Dewo menatap tajam ke arah Ane membuat Ane juga ikutan membalas dengan tatapan tak kalah tajam dari Dewo sungguh Dewo sangat emosi kepada Ane, begitu sebaliknya Ane juga sangat kesal kepada Dewo, sehingga dalam bahasa gaulnya Dewo dan Ane sama sama saling kesal, bahasa lainnya Dewo dan Ane lagi mode saling ngambek.


"Mama ngapain teriak teriak aku itu ngga budeg dan ngga tuli jadi tanpa mama teriak aku dengar suara mama, jadi mama ngga usah bikin malu diri sendiri karena kalau mama teriak itu pasti mama yahh malu di lihat banyak orang yang ada di supermarket" teriak Dewo tak kalah keras dan tak kalah kencang dari suara teriakan Ane barusan sementara Ane yang mendengar suara teriakan Dewo yang sangat menggema mengisi kedua telinganya langsung terlonjak kaget.


"Dewo kamu ngapain teriak teriak kayak gitu mama ngga budeg dan ngga tuli jadi dengar semua omongan kamu, mama tahu alasan kamu menyuruh mama ngga berteriak itu karena kamu malu kan kalau mama sampai teriak di supermarket ini terus semua orang yang ada di supermarket ini langsung menatap kamu dan menuduh kamu bahwa kamu budeg dan tuli makanya mama sampai berteriak, jadi ngga usah alasan mama bikin malu gara gara cuma berteriak justru yang harusnya malu adalah kamu karena bakal banyak orang yang memberi cap ke kamu lebih tepatnya semua orang yang ada di sini akan memberi cap ke kamu budeg dan tuli karena mama sampai berteriak" teriak Ane dengan sangat keras dan sangat kencang bahkan kedua matanya Ane melotot ke Dewo sementara Dewo membelalakkan matanya sangat lebar dengan mulut yang menganga.


Sungguh Dewo baru menyadari bahwa yang di katakan Ane benar alias Dewo membenarkan perkataan Ane pasti yang harusnya malu kepada semua orang adalah Dewo karena semua orang pasti akan memberikan cap buruk kepada Dewo berupa Dewo akan di tuduh budeg dan tuli oleh semua orang makanya Ane sampai berteriak teriak sangat keras dan sangat kencang supaya Dewo mendengar suara Ane.



__ADS_1


Sungguh Dewo baru menyadari semua itu kalau seandainya Dewo menyadari sejak tadi pasti Dewo tidak akan membiarkan Ane berteriak dengan sangat keras dan sangat kencang karena efek yang di timbulkan dari teriakan Ane yang sangat keras dan sangat kencang adalah pasti image Dewo akan jelek dan Dewo akan di cap tuli dan budeg oleh banyak orang.


"Kenapa gue baru nyadar kalau mama gue berteriak dengan sangat keras dan sangat kencang bukan mama gue yang jelek di mata semua orang tapi gue karena akan di tuduh budeg dan tuli sampai mama gue harus berteriak dengan sangat keras dan sangat kencang, kalau gue dari tadi sudah kepikiran sampai situ gue dari tadi ngga akan biarkan mama gue berteriak dengan sangat keras dan sangat kencang karena efek yang di timbulkan adalah gue yang kena imbasnya di tuduh oleh banyak orang dan semua orang bakalan cap gue itu budeg dan tuli sampai mama gue berteriak teriak dengan sangat keras dan sangat kencang" batin Dewo sambil mengusap wajahnya secara kasar dengan kedua tangannya.


Ane menatap ke arah Dewo melihat Dewo yang sepertinya frustasi membuat Ane harus bisa menahan tawa yang akan meledak dari bibirnya, intinya Ane sangat yakin kalau Dewo akan percaya dengan omongan Ane, dan Ane juga yakin pasti sekarang Dewo sedang menyesali dirinya sendiri yang telah membuat Ane berteriak dengan sangat keras dan sangat kencang.



Ane masih setia menatap Dewo yang sedang menangkupkan kedua tangannya di wajahnya, intinya di mata Ane Dewo begitu frustasi setelah mendengar perkataan dari Ane yang menurut Ane hanya bicara fakta, namun karena Dewo yang sedang di landa emosi dan marah membuat Dewo harus menelan frustasi yang di terimanya, sungguh Dewo ingin sekali kabur dari hadapan Ane sekarang juga, lebih tepatnya Dewo ingin kabur setelah Dewo sadar bahwa pasti akan banyak orang yang menuduh Dewo budeg dan tuli.


"Aku yakin pasti Dewo sekarang menyesal karena sudah membiarkan aku berteriak dengan sangat keras dan sangat kencang tadi, lagian ngapain Dewo dari tadi ngga mendengar suara merdunya aku dan suara mahalnya aku, percuma dong aku berteriak teriak dengan sangat keras dan sangat kencang tapi Dewo tadi ngga mendengar suara teriakan aku" batin Ane sambil mengeluarkan senyum licik di wajahnya yang cantik jelita walaupun umurnya sudah menginjak kepala empat.

__ADS_1


__ADS_2