Terpaksa Menikah Karena Perjodohan

Terpaksa Menikah Karena Perjodohan
Saskia sakit


__ADS_3

"emang kamu gak telat kerjanya ini udah jam 9 loh,"ucap ibu.


"enggak kok buk,KIA Uda izin tadi telant masuk,"ucap Saskia.


"emang kamu kerja di mana?"tanya ayah.


"KIA hanya disainer di toko desanir cantik,"jawab KIA berbohong.


"oh kamu kerja di desainer cantik? dan kamu pendesain? ibu pesan baju di sana loh buat kamu,jangan-jagan kamu juga yang mendesainnya,"ucap ibu beruntun.


Saskia membuka hasil desainya khusus gaun yang di minta oleh ibu mertuanya.


"yang ini kan ibu pesan?"ucap Saskia menunjukan hasil desainya.


"haha,iya ini,wah mantu ibu,"ucap ibu memeluk Saskia.


"kamu buka butik saja untuk kamu dari pada kamu kerja sama orang,kamu sangat bertalenta cocok buka butik,"ucap ayah.


"insah Allah kalau kia punya rezeki,"ucap Saskia .


"lah,ngapain tunggu nanti,kamu minta saja sama suami kamu itu,kalau dia tidak mau kasih,biar ibu yang menaganinya,"ucap ibu.


"hehehe,tunggu mas Adit pulang saja,baru di bicarakan itu,"ucap Saskia.


"yaudah berangkatlah kerja,di depan ada sopir yang siap mengantar kamu pergi,"ucap ayah.


"ayah gak usah repot-repot kua bisa naik taksi kok yah,"ucap Saskia sungan.


"bukan itu,sopir yang di suruh suami kamu untuk mengantar jemput kamu sekaligus pengawal buat kamu,"ucap ayah.


"apaaaa,"KIA terkeju sampe-sampe dia mengeraskan suaranya.


"ma'af ayah,Kia hanya refleks,"ucap Saskia


"hehehe,kamu lucu juga,suda sana kerja,sopirnya cewek,suamimu sengaja milih cewe cemburu dia,"ucap ayah mengoda.


"ayah,udah,gak liat apa wajahnya udah Mera seperti udang rebus gitu,hehe,"ucap ibu.


Saskia pun pergi di antar sopir sekaligus bodigart untuk Saskia.


"nona kuat mau kemana?"tanya sopir cewek itu


"ke desainer cantik,"jawab Saskia.


"baik nona,"ucap sopir itu.


"nama kamu siapa?"tanya Saskia.


"nama saya Etha,nona,"jawap entah.


"kenalin nama saya Saskia pangil saja kita,gak usah pangil nona seperti itu,"ucap Saskia.


"tapi nona,tidak sopan buat kami memangil majikan dengan sebutan nama,"ucap Etha.


"alah,gak usah canggung gitu santai aja,melo-melo,kalau diluar pangil saja kia kalau di depan ayah atau ibu pangil nona ok,"ucap Saskia.


"tapi nona,"ucap Etha.


"alah kaku banget sih,"ucap Saskia.


"baik nona,eh KIA,"ucap Etha.


"nah gitu dong lebih akrap kan,"ucap Saskia.


"bos sama anak bua sama saja esbalok,beruang kutup,kaku dan dingin,"batin saskia.


"Ita suda sampe KIA,"ucap Etha datar.


"eh iya gak sadar aku,eh kamu gak usah kaku tegak seperti itu,kamu seperti tiang pagar taungak kaku,"ucap Saskia kesal.


Saskia turun dari mobil,dan membawa tumpukan kertas yang suda dia periksa dan selesaikan.


"mari biar saya yang bawa,"ucap Etha datar tanpa ekspresi.


"yaa Allah ini cewek muka datar banget,emang senyum di bayar apa,"batin saskia.


mereka masuk butik disana banyak pengunjung,ada yang memesan,ada yang mengambil pesanan,ada yang membeli yang suda tersedia,ada yang membeli grosiran untuk di jual kembali,dll...


"pagi buk,"ucap semua kariawan.


"pagi,Siska kenari,"ucap Saskia.


"iya buk,"ucap Siska.


"yabu_yabu,sampaikan pada semua kaiawan kalau banyak tamu gak usah menyapaku,kesal aku,ini lagi,entah kemari bawah itu naik ke lantai atas,"ucap Saskia kesal.


"mbak,kenapa? kok muka di tekuk gitu?"tanya Siska.


"gag kenapa-kenapa,pergilah kerja,selesai itu keruangan saya,"ucap Saskia ketus.


"iya,"ucap Siska.


Saskia pun pergi keruangan ya.


"kamu kenapa masih berdiri di sini seperti patung,kenapa tidak masuk saja,emang itu gak berat apa?"ucap Saskia kesal.


"ma'af saya tidak berani sembarang masuk,"ucap Etha.


"ya suda masuk,"ucap Saskia membuka pintu.


"letakan di atas meja saja,"ucap Saskia.


etha meletakan tumpukan kertas itu di atas meja,lalu dia berdiri tegak dengan muka datarnya.


"yaa Allah bisa mati berdiri gue sama ni orang,hari-hari gue sama ini orang kalau dia kaku sedingin ini yang ada gue membeku,"batin saskia.


"kamu ngapain berdiri di situ seperti patung bernyawa saja,duduk sini,suda aku bilang tadi gak usah kaku gitu,santai aja, aduuuuuuu,"ucap Saskia mengacak rambutnya feustasih.

__ADS_1


entah duduk tapi tegak.


"entah,loh gak smcapek apa tegak gitu terus,"ucap Saskia.


tidak ada sautan.


"hemm,kesal gue,"batin saskia.


"Luh bisu?"tanya Saskia.


"tidak,"ucap Etha.


"terus?"tanya Saskia.


tidak ada jawaban dari Etha.


Saskia memandang entah dengan ekspresi kesal,binggung nya.


"tau ah,capek gue ngomong sama Luh,percuma,bos dan anak buah sama saja balok es,"ucap Saskia.


"paling sebentar lagi dia capek duduk seperti itu ,kita liat sekuat apa kamu bertahan Maimunah,"batin saskia.


tidak lama Siska masuk dengan tumpukan kertas yang tidak kAla banyaknya dengan yang kemarin.


"berat,ini pesanan pagi ini,"ucap Siska.


"apa kamu butuh teman untuk membantumu? kalau butuh aku rekomendasikan teman buat kamu,"ucap Saskia.


"sepertinya begitu mbak,tiap harinya pesanan bertambah,dan stok persediaan di dalam butik suda banyak yang terjual,"ucap Siska.


"iya,ini kalau hanya kita berdua agak sulit karena aku bukan hanya mengurus butik,aku banyak kesibukan lain.


"iya mbak,keliatan dari wajah mbak KIA,capek takutnya mbak sakit,"ucap Siska.


"iya,aku memang tak enak badan,"ucap Saskia.


mendengar Saskia TDK enak badan Etha mendekati Saskia.


"permisi nona,"ucap Etha menyentuh kening Saskia.


"apaan sih,"ucap Saskia menepis tangan Etha.


"nona sakit,suhu badan nona panas,mari saya antar kerumah sakit,"ucap Etha.


"Etha plis,berhenti manggil gue nona,gue kan udah bilang pangil gue KIA atu seperti dia menunjuk Siska,pangil gue mbak,dan stop pasang muka datar sama gue,gue gak suka,suhu panas ditubuh gue ini naik karena gue panas dengan Luh,ngerti ngak,stop pasang muka tembok datar loh,udah sana minggir gue mau istirahat,"ucap Saskia merebahkan tubuhnya di tempat tidur miliknya.


"maf yah,mbak KIA memang seperti itu,dulu aku juga perna di marahin karena mangil dia nona,jagan di masukin di hati,mbak KIA baik kok orangnya,turuti saja apa yang dia mau,ok,"ucap Siska.


"Siska ambilin henfin gue,"ucap Saskia.


Siska mengambilkan henfin Saskia.


Saskia menelfon seseorang.


"halo Ela,loh di mana?"tanya Saskia.


"kebutik sekarang gue butuh loh,gue tunggu,"ucap Saskia.


pangilan berahir.


"Siska tolong pesan bubur di warung depan,gue mau makan bubur,"ucap Saskia.


"iya,tungguin yah,"ucap Siska.


"Etha tolong selimutin gue,gue demam nih,"ucap sasakia.


Etha menyelimuti Saskia lalu dia memijat-mijat tubuh Saskia.


sedangkan di tempat lain


Adit bersama tim berusaha meratas kembali rahasia perusahaan yang suda di curi mister Amrozi.


pesan masuk dari Etha


"nona KIA sakit sekarang,nona mengigil kedinginan,dan suhu panasnya naik dan nona masih ada di butik ,nona tidak mau di periksa doktar," pesan dari Etha .


balasan pesan adit


"paksa bilang di suru sama **suaminya**,"pesan Adit.


"baik ,tuan ,"balasn pesan Etha.


"kenapa pake acara sakit setalah sih,bikin sakit kepala saja,"batin Adit.


Adit menyaksikan para tim berusaha mengambil alih hak perusahaan.


semua yang ada di dalam ruangan itu tegang sambil menatap layar didepan.


nasip mereka lagi di pertaruhkan sekarang,mereka tidak ada henti-hentinya berdoa.


sedangan Adit pikirannya entah kemana.


perusahaan,kekasih yang terus memaksah agar berhasil,istri yang sakit,lengkap.


semetara foting naik turun,para tim masih terus berusaha,Adit melihat foting itu tambah turun dia berdiri.


"mingir,biar aku yang kerja,Jimi bersiap yang lain bantu,mulai,"ucap Adit tegas dan mulai bekerja.


Lima jam Adit dan tim berusaha mengambil satu persatu,gagal gagal dan gagal.


Adit memutar otak cepat.


Adit melakukan dan di ikuti para tim.


1 detik 2 detik 3 detik.


"Yas berhasil,"ucap semuanya..

__ADS_1


.foting itu meningkat cepat setelah selesai mereka menutup akses,bila ada yang berusaha mencuri fael penting perusahan apapun yang mereka gunakan akan meledak,leptop apapun itu.


Adit menarik napas legah,Adit menyandarkan kepalanya di sofa sambil memejamkan matanya.


tidak terasa suda 5 bulan lamanya Adit berada di negara xxx,setelah keberhasilan Adit menarik kembali rahasia perusahaan,kini Adit berusaha memulihkan semaun kalau suda selesai Adit pulang kenegara tercinta.


suda tiga bulan Selena berada di negara xxx bersama Adit,Selena menyusul Adit setelah mendengar keberhasilan Adit.


kini sekarang Adit dan Selena berada di kamar hotel,dalam perjalanan bisnis di daera xxx.


Selena bergelayut manja pada Adit,mereka bermesraan di kamar hotel tapi tidak sampe melampaui batas,Adit bisa menahan diri untuk tidak menyentuh Selena,selama Adit dan Selena berpacaran Adit tidak pernah mau menyentuh Selena walau Selena terus memaksa Adit untuk mengakuinya Adit ttp pada pendirianA tidak akan menyentuh sebelum halal.


yang galal ada di rumah yang haram lagi bergelayut manja.


sementara di negara tercinta Saskia sedang Peking barang miliknya untuk persiapan kenegara xxxx untuk menghadiri undangan fashion show,Saskia sangat senang ini pertama kalinya dia mendapat undangan dunia menurut dia karena semua perwakilan negara menghadiri termaksud Saskia.


Saskia sangat bersemangat untuk menghadiri itu,dia merahasiakan itu dari ke empat erang tuanya termaksud suaminya.


Saskia berpamitan pergi ke Bali untuk jalan jalan,dan para orang tua mengizinkannya untuk pergi,kali ini Saskia tidak dikawal dia sendiri yang memintanya.


kini saatnya Saskia berangkat bersama dua desainer andalannya Ela dan Siska.


sampainya di negara xxx mereka memesan kamar hotel untuk mereka bertiga mereka meminta satu kamar bertiga karena kedua temanya tidak mau tidur terpisah dari Saskia.


"haaaa,capek,gue mandi lebih dulu,sis tolong pesan makanan,"ucap Saskia.


"bagai mana caranya?"tanya Siska.


tuh telfon ada nomor di atas meja tekan nomor itu trus pesan makanannya,"ucap Saskia.


"kita makan apa,palu mara adakah di sini,"tanya Siska.


"hahaha,palu mara ada di sulawesi,tuh ada buku menu di situ,"ucap Saskia.


"gue gak ngerti cara bacanya,"ucap Siska.


"sama gue jua,"ucap elah.


"sebutin aja yang kamu bisa,"ucap Saskia suda berada dalam kamar mandi.


Siska pun memesan makanan lidahnya seperti keseleo menyebut nama makanan itu.


selesai mandi Saskia memakai baju dan dia mengatur suhu panas ruangan.


tidak lama makanan datang merekapun makan bersama,selesai makan mereka menelfon kembali pihak hotel untuk mengambil sisa makan mereka.


"jadwalnya tiga hari lagi,kita masih banyak waktu untuk bersenang-senang,"ucap Saskia.


"haaa iya,gue mandi dulu setelah itu kita jalan yuk,"ucap Ela.


"pergilah mandi Bau loh,"ucap Siska.


setelah Ela selesai mandi dan suda bersiap -siap untuk jalan-jalan.


"Wei cepetan gue Tingal ni,"ucap Saskia.


"iya-iya tunggu,"ucap Ela dan Siska.


mereka berjalan menyusuri kamar-kamar hotel mereka menaiki liv di sana ada sepasang kekasih sepertinya dari negara Yang sama.


"Wei cepat,bukan kalian yang di tunggu,lelet banget sih,"ucap gadis yang bergelayut manja pada kekasihnya.


Saskia bersama teman-temanya itu naik ke liv


"geser-geser jangan dekat,dekat ilfil gue,"ucap gadis itu sambil menolak Saskia.


Saskia hampir saja jatuh beruntung ada seseorang yang menahannya.


"terimakasih," ucap Saskia lembut dan santun.


"mas ajarin kekasihnya beretika biar di hargai orang lain,"ucap Saskia lembut tapi menusuk.


pria itu menoleh kearah Saskia menatap tajam tidak menjawab ucapan Saskia,Saskia tau kata-katanya itu menusuk jantung.


"apa Luh bilang,seharusnya Luh itu harus di ajar bagai mana cara bertutur kata yang baik dan benar,"ucap gadis itu.


"ngatain diri sendiri ya mbak,"ucap Saskia lembut dan santun tapi menohok karena ucapannya benar.


pria itu menoleh kearah Saskia dia seperti mengenal suara itu tapi siapa tapi dia tidak mengenali siap gadis itu.


pintu Liv terbuka mereka semua keluar dari Liv.


"hei berhenti,"teriak gadis itu pada Saskia dan teman-temanya.


Saskia dan temanya tidak peduli dengan teriakan Gadi gila itu.


"Wei ****** berhenti,"teriak gadis itu,semua mata memandang kearah gadis itu.


sontak Saskia berhenti ketika dibteriaki ******,Saskia mengepalkan tangannya.


"apaan sih kamu teriak-teriak bikin malu aja,"ucap pria itu.


"sayang mereka itu harus di beri pelajaran,dia belum tau siapa aku,"ucap gadis itu.


"yang salah itu kamu,kamu yang main-main dorong orang sembarangan,"ucap pria itu.


"oh jadi kamu membelanya?aku akan membuat perhitungan pada wanitA ****** itu,"ucap gadis itu.


pria itu mengeleng-gelengkan kepalanya.


"hee kamu,"ucap gadis itu menarik rambut Siska dari belakang.


"aduh,KIA tolongin gue,"ucap Siska.


"luh apa-apaan sih,lepasin teman gue gak,"ucap Saskia lembut tapi tegas.


sementara pria itu merasakan perasaan aneh ketika mendengar nama KIA,pria itu adalah Adit suami Saskia.

__ADS_1


menang Adit tidak mengenalinya karena pada saat itu wajah Saskia berubah setelah di dandani begitupun sebaliknya Saskia suda lupa Waja Adit karena di dalam rumah itu tidak ad foto keluarga apalagi di kamar adit.dan foto pernikahan sampai saat ini Saskia belum pernah melihatnya.


__ADS_2