
Ane menerbitkan senyuman lebar di wajahnya karena melihat Dewo yang sedang berjongkok mengambil jas yang di lemparkan satu per satu ke lantai oleh Ane karena tadi Ane ingin memilih jas buat sang suami
Dewo walaupun malas tetap memunguti jas yang ada di lantai sambil kepalanya di penuhi tanduk dan hatinya di kobari oleh percikan api yang sangat banyak dirinya kesal kepada Ane karena Ane yang membuat dia berantakan tapi kenapa Dewo yang di suruh membereskan semua jas yang berserakan di lantai
"Aku ngga nyangka sama Dewo mau saja aku suruh membereskan jas dari lantai ke tempat semula cuma aku ancam ngga bakalan aku belikan jas padahal kalau Dewo mau dia bisa mengancam balik aku yang akan di tinggal di supermarket tapi mungkin nasib keberuntungan ada di pihak aku karena Dewo ngga balik mengancam aku tapi Dewo mau menuruti perintah aku dengan mudahnya lebih baik aku lanjutkan memilih jas buat suami aku" batin Ane menatap Dewo sekilas yang sedang mengambil jas dan membereskan jas ke tangannya untuk di letakkan ke tempat semula lalu Ane menatap ke arah jas yang ada di depannya
Kedua matanya Ane langsung fokus menatap ke arah jas yang berjejer jejer di hadapannya sedangkan kedua tangannya Ane langsung di gunakan untuk memilah milah jas satu persatu untuk memilih jas yang ada di depannya
"Mama pakai mengancam gue segala kalau gue ngga membereskan jas ke tempat semula mama ngga akan membelikan jas buat gue walaupun gue mampu dan sanggup membeli jas bahkan gue sanggup memborong semua pabrik jas di negara ini dan itu semua ngga akan membuat gue bangkrut tapi kalau ada yang gratis lebih baik gue memilih yang gratis saja lagian kualitas gratis dan beli sendiri buat gue sama saja soalnya walaupun gratis kan gue yang memilih jas sendiri" batin Dewo mengumbar senyum tipis sangat tipis sehingga hanya dirinya yang tahu kalau dirinya sedang tersenyum sedangkan tangannya sibuk memunguti jas yang ada di lantai ke tangannya satu persatu untuk di letakkan ke tempat semula
Dewo beringsut berdiri dari jongkok sambil membawa beberapa jas yang ada di tangannya lalu Dewo menatap ke arah Ane dan tanpa di komando Dewo langsung berjalan ke arah Ane
__ADS_1
Setelah Dewo berjalan selama beberapa jam kelamaan dong maksudnya setelah Dewo berjalan selama beberapa detik kini Dewo sudah sampai di samping Ane yang sedang sangat sibuk memilih jas yang ada di hadapannya
"Mah ini mau di letakkan dimana ?" tanya Dewo sambil menatap ke arah Ane sedangkan Ane yang kedua matanya dan kedua tangannya sedang sibuk dengan jas yang ada di depannya langsung menoleh ke arah sumber suara yang sangat dia kenal siapa lagi kalau bukan Dewo sang putra sulungnya
"Dewo koq kamu nanya ke mama ? kamu itu CEO jadi kamu harusnya tahu jas itu di letakkan dimana" teriak Ane dengan sangat keras dan sangat kencang sambil kedua matanya Ane melotot ke arah Dewo sementara Dewo yang terserang kaget karena mendengar teriakan Ane yang sangat menghebohkan lebih tepatnya sangat keras hampir merusak gendang telinga yang mendengar langsung tersenyum masam
Sebenarnya Dewo ingin menutup wajahnya supaya tidak terlalu malu kepada orang orang yang ada di sekitarnya, namun kedua tangannya Dewo sibuk memegang jas yang sangat banyak di tangannya, orang orang yang berlalu lalang di sekitar Dewo dan Ane kompak menatap ke arah Dewo dan Ane dengan tatapan heran kenapa Ane berteriak teriak ? mereka semua berpikir bahwa Ane berteriak karena Dewo adalah orang tuli dan budeg sehingga membuat Ane berteriak supaya Dewo mendengar omongannya Ane
"Mama wajar aku nanya ke mama soalnya kan yang meletakkan gantungan jas itu mama masa aku nanya ke semut atau ke kecoa pasti ngga bakalan di jawab iya ngga usah di bawa bawa status aku yang menjadi CEO mah karena aku malu dengan kelakuan mama dari tadi aku tahu tempat jas ada dimana tapi aku cuma bertanya gantungan jasnya ada dimana kan tadi mama yang mencopot semua jas dari gantungan jas ?" jelas Dewo memberikan penjelasan kepada Ane sedangkan Ane menatap ke arah Dewo lalu menggidikkan bahunya tanda tak mengerti membuat kedua matanya Dewo terbelalak lebar dengan mulut menganga
"Iya Dewo yang meletakkan gantungan jas memang mama bukan kamu atau semut dan kecoa kamu ngga usah gila masa kamu bertanya ke semut dan kecoa pasti mereka berdua ngga akan jawab oh jadi maksudnya kamu malu punya mama seperti mama ? ingat Dewo kalau surga ada di telapak kakinya ibu jadi harus menghormati ibu alias mama kamu cari sendiri soalnya mama lupa tadi meletakkan gantungan jas ada dimana atau kamu berikan semua jas yang kamu pegang ke mba pelayan supermarket yang ada di situ biar dia yang membereskan pasti mau" cerocos Ane sambil menatap ke arah pelayan supermarket yang sedang sibuk menata jas yang ada di depannya Ane yang letaknya lumayan agak jauh
__ADS_1
Dewo membelalakkan matanya sangat lebar dengan mulut menganga sungguh dirinya ingin sekali melempar Ane ke lautan supaya di terjang ombak namun Dewo tidak mau repot repot membopong Ane ke lautan lebih tepatnya ke tepi lautan
Saat Dewo akan membuka mulutnya untuk menjawab Ane langsung bersuara sehingga membuat Dewo menutup mulutnya kembali karena takut mulutnya Dewo kemasukan gajah memangnya gajah bisa masuk ke mulutnya Dewo ? bisa kalau daging gajah sudah di potong potong menjadi lebih kecil
"Dewo buruan kamu ke sana oh mama tahu kamu pasti malu sama mba pelayan supermarket yang umurnya masih muda oke mama bakal temani kamu buruan kita berdua ke sana supaya mba pelayan supermarket masih ada di sana ngga keburu pergi dari sana" jelas Ane tanpa komando menarik lengannya Dewo lalu Ane melangkahkan kakinya menuju ke mba pelayan supermarket membuat Dewo mau tak mau Dewo ikut berjalan mengikuti Ane sambil membawa jas di kedua tangannya
"Tapi mah" perkataan Dewo belum selesai sudah di potong oleh Ane
"Dewo kamu ngga usah protes kalau kamu ngga membolehkan mama ke mba pelayan supermarket kamu saja yang meletakkan semua jas ke tempat semula jangan nanya ke mama" ancam Ane setelah dirinya berhenti melangkah menatap tajam ke arah Dewo sedangkan Dewo menggeleng gelengkan kepalanya mantap
"Ayo mah kita berdua ke mba pelayan supermarket" jawab Dewo sambil menatap ke arah Ane sedangkan Ane mengumbar senyum lebar di wajahnya tanpa menjawab Ane langsung menarik lengannya Dewo menuju ke pelayan supermarket membuat Dewo mengikuti langkah kaki Ane
__ADS_1